
"Kurasa ini sudah cukup jauh, jadi apa yang hendak kau bicarakan denganku?" tanya Yudi.
Setelah menerima ucapan Rawu, sang penasehat desa Amarta. Mengikuti langkah pemimpin manusia itu ke tempat sunyi, entah untuk membahas apa.
"Sebelumnya aku berterima kasih, karena kau mau untuk mengikuti saranku agar tidak ada seorang pun yang mendengar pembicaraan kita!" ucap Rawu.
Yudi mengangguk sebagai respon dari pernyataan pemimpin manusia itu. meski dalam hati bertanya-tanya, apa yang hendak dibahas oleh orang di depannya ini.
"Tuan penasehat! Kenapa kau menaruh manusia di belakang barisan para monster, bahkan Kapten Ivar yang merupakan bantuan dari kerajaan Bayusetra kau taruh juga di belakang. Apa alasannya?" tanya Rawu dengan wajah serius.
"oh kau bertanya soal itu dan ingin tahu alasannya?" jawab Yudi.
Rawu merespon jawaban itu dengan anggukan kepala antusias. dia merasa ada yang janggal dari keputusan penasehatnya ini, tapi itu tidak sampai membuatnya curiga.
"Sebelumnya, Apa kau curiga aku merencanakan sesuatu?" tanya Yudi.
"Aku sama sekali tidak mencurigai dirimu, hanya penasaran dengan strategi perang hari ini." balas Rawu
"Baguslah kalau gitu, sejujurnya ini merupakan rencanaku juga menaruh kalian di belakang. Tujuannya adalah menghemat tenaga kalian, karena besok kalian yang akan berada di depan." jelas Yudi.
__ADS_1
"Memang Apa bedanya menaruh kami di depan atau di belakang hari ini?" tanya Rawu
"Tentu saja ada, para Wangsa selain manusia memiliki level yang rendah. Aku sengaja menaruh mereka di depan, agar mereka mendapatkan Exp poin yang banyak supaya level mereka naik dengan signifikan."
Sampai sini Rawu mengingat kembali, kalau apa yang diucapkan penasehat desa Amarta itu benar. Hari ini parah Goblin banyak yang naik level sebanyak 5 tingkat, adapun para buta mereka hanya naik satu level.
"Iya itu benar, karena berada dibelakang manusia hanya naik sama seperti parah buta yaitu satu level." balas Rawu.
"Tidak perlu khawatir, besok kalian akan berada di garis depan. Strategi yang kuterapkan adalah berganti-gantian, hari ini para monster yang di depan besok giliran manusia yang ada di depan. Tetapi komando akan diberikan oleh Goobu. Apa kamu mengerti?" jelas Yudi.
Sekarang Rawu paham dengan strategi yang digunakan oleh Yudhi dalam menghadapi Kalabendhu hari ini. Namun dia masih penasaran, kenapa menerapkan strategi seperti itu.
"Seperti yang aku jelaskan sebelumnya, tujuan dari strategi ini adalah menghemat energi dan stamina kalian. Goblin dan yang ada di garis depan, stamina mereka berkurang banyak.
Lalu besok giliran kalian yang akan ada di barisan depan. Sebagai ganti hari ini, besok mengamuk lah sesukamu. jawab Yudi.
Dengan wajah senyum dan hati yang membara, Rawu menjawab pernyataan Yudi dengan lantang.
"siap laksanakan, tuan!"
__ADS_1
"Lalu bisakah kau keluar dari persembunyian sekarang, Tuan Widura!"ucap Yudi pelan
sebuah semak tampak bergesek dengan cepat, pertanda kalau orang yang ada di dalamnya terkejut sebab sudah diketahui dari tadi. Lalu muncullah dari sana, sosok dari pemimpin Wangsa Wanara.
"Aku tidak menduga, kalau keberadaanku sudah diketahui oleh, Tuan penasehat. Maaf jika aku menguping pembicaraan kalian!" ucapnya malu
"Aku sama sekali tidak tahu kau ada di situ, bagaimana kau bisa tahu tuan penasehat?" Kaget Rawu yang baru menyadarinya.
"Hari ini aku membuka skill deteksi, jadi aku bisa tahu keberadaanmu, Tuan Widura." balas Yudi
"Kalau begitu, aku yang lengah hahaha" Selanya sambil tertawa.
"Jadi … kenapa kau mencuri dengar pembicaraan kami, Tuan Widura?"
"Aku hanya penasaran, kenapa kalian pergi ke tempat ini sedangkan yang lainnya lagi sibuk makan-makan untuk merayakan kemenangan melawan Kalabendhu hari ini. Tapi Aku terkesan dengan caramu mengatur pasukan, semoga kita bisa bertahan dari dua Kalabendhu selanjutnya. Aku bersumpah tidak punya maksud apa-apa, demi Maharaja Pertama Wangsa kami! ucapnya sambil mengangkat tangan.
Aku percaya denganmu, tidak perlu bersumpah dengan Maharaja pertamamu juga, lalu lain kali Rawu dan siapa saja yang ingin bertanya padaku tolong jangan bawa ke tempat seperti ini karena hal ini dapat mengundang kesalah pahaman." ucap Yudi
Baik, Tuan! jawab keduanya
__ADS_1
"Kalau begitu, mari kita kembali takutnya mereka mencari kita." ajaknya dan dua orang dibelakang mengikuti.