Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Bab 31


__ADS_3

"Itu adalah cerita yang terkenal juga di kalangan para Goblin," ucap Goruru membenarkan apa yang disampaikan oleh Luuin


"Jadi kalian juga mengetahui kisah tersebut?" tanya Yudi sambil menghadap kepada Goruru. Sang Goblin anggukan kepala ketika mendengar pertanyaan itu.


"Jadi hanya aku yang tidak mengetahuinya," ucap Yudi.


"Itu karena kau tidak lahir di sini dan belum tahu banyak tetang kerajaan ini," ucap Luuin menenangkan Yudi.


"Kisah itu adalah peristiwa Legendaris yang akan diingat oleh Kerajaan Kutai sepanjang masa, legenda mengatakan saat dia selesai menanam 20.000 kepala anak sapi itu, sebuah rajah tiba-tiba tertulis dan melingkari lalu melindungi kerajaan yang dikuasai oleh Raja Mulawarman." Jelas Luuin.


Mendengar penjelasan itu timbul niat di hati Yudi, untuk melihat-lihat prasasti yang dibuat oleh Raja Mulawarman itu. Yang digunakannya untuk mempersembahkan korban pada sang dewa seperti cerita Luuin dan Goruru.


"Apa prasasti itu masih ada di tempat ini?" Tanya Yudi pada keduanya.


Karena Goruru tidak tinggal di kerajaan Kutai, jadi hanya mengangkat bahu sambil berkata. "Kalau itu aku tidak tahu, coba kau tanya orang yang sudah lama tinggal di sini!"


Pandangan Yudi jelas mengarah pada Luuin karena bagaimanapun, dia adalah orang yang cukup lama tinggal di kerajaan Kutai. Menerima tatapan dari yudi yang ingin mencari tahu tentang prasasti kerajaan Mulawarman, Pedagang itu seakan enggan untuk memberitahukannya.


"Sebenarnya prasasti itu sangat rahasia, hanya ada beberapa anggota kerajaan saja yang tahu. Dimana letak sesungguhnya prasasti tersebut." Ujarnya.


"Memangnya kenapa kalau prasasti itu diberi tahu?" tanya yudi penasaran. "Kenapa Prasasti itu harus disembunyikan dan hanya diketahui oleh beberapa orang saja." lanjut Yudi, mendengar itu Luuin gelengkan kepala.


"Aku tidak mengetahui dengan jelas mengapa disembunyikan, tapi sebuah rumor mengatakan kalau prasasti itu selain melindungi kerajaan ini. Juga meramalkan tentang sesuatu yang sepertinya sangat ditakuti oleh para keluarga kerajaan, apabila diketahui oleh orang banyak." Ujar Luuin.


Alis yudi berkerut saat mendengar penjelasan dari Luuin, keinginannya untuk mengetahui ada apa di dalam prasasti tersebut semakin memuncak.


"Aku tidak suka basa-basi, jelaskan saja di mana letaknya?" Tanya Yudi dengan semangat.


"Ya ampun! sekarang siapa orang yang bertingkat tidak sopan?" Sindir Luuin sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


"Oh, ayolah! Aku sudah mengikuti permainanmu dari awal, sekarang bisakah kau memberitahuku sebagai bayarannya!" Ucap Yudi.


"Hei aku tidak kalah dalam permainan itu, sebenarnya kalau kau tidak menggunakan trick itu, aku tidak akan menyerah!" Balas Luuin.


"Ayolah Paman! beritahuku dimana letaknya?" Desak Yudi.


Pada saat itu Goruru yang tidak mengetahui tujuan dari Yudi jual ikut memohon, agar letak prasasti itu diberi tahu karena dia sangat yakin dengan Penasehat Rajanya itu.


"Aku tahu kalau ini sangat lancang dan mungkin membuatmu tidak enak, tapi tolong pertimbangkan kembali apa yang menjadi permintaannya, Tuan Luuin!" Ucap Goruru sambil menunduk.


"Hei kau tidak perlu melakukan hal itu, aku akan memberi tahu tapi aku hanya memberitahumu satu prasasti saja!" Ucap Luuin pada mereka sambil mengangkat telunjuknya.


"Apa?" Tanya mereka serempak.


"Ada lebih dari satu Prasasti demi menjaga agar orang-orang tidak Menerjemahkan secara utuh yang asli, para keluarga kerajaan membagi prasasti itu di 7 tempat berbeda. Setelah orang yang menaruhnya selesai mereka semua disuruh untuk menutup mulut, agar tidak ada yang tahu lokasi dari tujuh prasasti tersebut." Ucap Luuin dengan tajam.


"Kenapa manusia selalu menyimpan hal penting seperti itu," gumam Goruru


"Lalu petunjuk yang kau berikan, akan mengarah pada prasasti yang ke berapa?" Tanya Yudi antusias.


Luuin tanpa ragu membalas pertanyaan itu, "aku masih tidak tahu sebab aku belum menyelidiki, nah kalau kau penasaran coba kau cek saja. Tunggu sebentar!" Luuin masuk ke dalam tokonya lebih dalam.


Untuk mengambil peta yang dia dapatkan, dari seorang yang pernah dia tolong. Setelah keluar, Luuin segera menyerahkan peta itu pada Yudi. "Coba kau datangi tempat yang ditunjukkan tanda x di peta ini, namun harus diingat tempat itu sangat berbahaya. Aku sangat yakin kalau ada beberapa penjaga yang melindungi prasasti itu, untuk menjaga agar rahasianya tidak diungkap ke publik." ucap Luuin mengingatkan Yudi dan Goruru.


Segera Yudi mengambil peta itu dan memasukkan ke dalam tas miliknya, "terima kasih atas bantuanmu, aku dan Goruru akan menyelidikinya. Setelah mengetahui kebenaran dalam prasasti itu, aku akan menyampaikannya padamu!" Ujar Yudi dengan yakin seakan dia pasti menemukan rahasia yang disimpan dalam Prasasti Yupa tersebut.


Goruru juga menambahkan, "terima kasih atas bantuannya, Tuan Luuin!" Ucapnya hormat. mendapat perlakuan Goruru membuat Luuin tersipu.


"Goruru! Jangan terlalu formal begitu, aku juga tidak membutuhkan peta itu. Satu hal yang aku minta dari kalian," ucapnya sambil menatap lekat kedua orang yang ada di depannya. "Pulanglah dengan selamat! Itu sudah cukup bagiku, kalian mengerti!"

__ADS_1


"Kami mengerti!" Ucap keduanya serentak.


Setelah negosiasinya selesai, mereka membeli barang-barang seperti makanan, pakaian tempur, senjata dan berbagai hal yang dibutuhkan untuk membangun desa Goblin.


Saat diperkirakan kalau bahan-bahan yang dibutuhkan sudah cukup, mereka bertolak untuk menemui rekan-rekan. Namun mereka merasa ada yang janggal, "Goruru! Apa kau memiliki alat komunikasi untuk memanggil mereka?" Tanya Yudi.


"Kalau masalah itu, kau tidak perlu khawatir Tuan!" Jawab Goruru.


Lalu dia bermeditasi memejamkan mata dan memfokuskan pikiran, setelah selesai dia membuka matanya. "Mereka akan berkumpul di dekat alun-alun!" Ucap Goruru.


"Hei apa kau menggunakan telepati untuk memanggil mereka?" Tanya Yudi penasaran.


"Itu benar!" Jawab Goruru.


"Kalau begitu, kenapa tidak gunakan telepati saja untuk mengundang para kepala suku Goblin yang berpencar di Alas Pati!" Ujar Yudi.


Mendengar pernyataan tersebut, Goruru menjelaskan tentang kemampuan yang baru saja dia gunakan. "Bukannya tidak mungkin untuk menggunakan telepati, tapi ada batasan jarak yang bisa dicapai oleh telepati kami. Itu bergantung dari level yang kami miliki." Ucapnya.


Dia pun berkata. "Sedangkan kau tahu sendiri, kalau kisaran Goblin yang ada di desa kami rata-rata berada di level 12 sampai 15. Aku baru saja mencapai level 16, jarak kemampuan untuk telepatiku. Hanya berjarak 50 meter, jadi jika ada salah satu rekan ku yang berada lebih 1 cm saja dari jarak telepati ku mereka tidak akan mendengarnya." jelas Goruru panjang lebar.


Yudi yang mendengar penjelasan Goruru tentang kemampuan telepati yang dimiliki olehnya, hanya mengangguk-anggukkan kepala. "Aku mengerti sekarang, kupikir kalian tidak menggunakan telepati karena pertidaksamaan!" Ucap Yudi.


"Tentu saja tidak! jika saja Raja Goobu sudah berada di level 50, maka akan mudah baginya untuk memanggil mereka menggunakan telepati," balas Goruru.


"Oh ya, jadi kalau seandainya Goobu. Sudah berada di level 50 dia bisa melakukan telepati jarak jauh ya! Ucap Yudi.


mendengar itu Goruru berkata, "itu benar! Kalau gitu, mari kita ke alun-alun untuk menemui mereka!"


Oke! Jawab Yudi.

__ADS_1


Terima kasih atas support dan kesetiaan kaliam membaca cerita ini, semoga kalian selalu terhibur dan sehat selalu. Dan mohon maaf kalau sekiranya author malah upload ulang, supaya kalian puas bacanya


__ADS_2