Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Chapter 39


__ADS_3

Dapur kerajaan Girisetra kini sedang sibuk, kepulangan Tonu dengan membawa ramuan yang diminta sang Tabib membuat semuanya bersyukur.


Itu karena ramuan tersebut, bisa memulihkan kembali keadaan dari Tuan Putri yang terkena sebuah racun.


"Bagaimana hasilnya, apa obatnya berhasil diracik." tanya seorang Tabib


"Sebentar lagi, kali ini pasti berhasil. Kita sudah menulangi pembuatan sampai tujuh kali dan selalu gagal, tapi aku yakin yang satu ini akan berhasil." jawab seorang peramu


Meracik obat bukanlah hal mudah di dunia ini, dibutuhkan skill dan pengalaman yang mumpuni untuk meraciknya.


Kelas yang berhubungan dengan peracikan obat adalah Tabib. Dibawah kelas Tabib adalah Mantri, tugas dari Mantri adalah memeriksa keadaan serta gejala yang dialami pasien bersangkutan.


Godokan Ginseng Morbula dan Jahe Musculias ditambah beberapa herbal lainnya. Mulai menimbulkan aroma wangi, seluruh Tabib dan Mantri yang ada di sana begitu senang.


Lalu Tabib senior bernama Ki Jalu mendekati godokan dan mengindentifikasi ramuan yang telah susah payah dibuat.


[Ding!


Ramuan Morculias


Ketahanan 1/1


Efektivitas untuk racun sedang


Kelangkaan : Besi


Dibuat dengan susah payah oleh para Tabib dan Mantri. Menghasilkan ramuan berkhasiat menetralisir racun sedang.


Dibuat dari campuran Ginseng Morbula dan Jahe Musculias, bahan bahan ini dikembangbiakan oleh Ras Buto. Sangat sulit untuk membujuk mereka memberikan benda ini, kecuali kau memiliki penawaran yang menggiurkan mereka.]


Ketika membaca apa yang tertulis di kotak pemberitahuan item itu, Ki Jalu menatap anak buahnya sambil tersenyum dan memberikan acungan jempol.


"Kerja bagus semuanya, ramuan ini siap digunakan." ucapnya

__ADS_1


"Syukurlah!" ucap mereka.


"Terima kasih dewi Sri!" ucap seorang Tabib.


"Puji Dewa Sadono!" ucap seorang Mantri.


"Lekas siapkan agar Tuan Putri Ambalika bisa cepat sembuh dan sadar!" perintah Ki Jalu.


"Siap laksanakan, Ki!" respon mereka kompak.


Ramuan itu dengan hati hati mereka taruh di sebuah teko, dengan nampan dan cangkir yang menemaninya. Ketika semua bahan siap, Ki Jalu dan Perwakilan Tabib dan Mantri segera mendatangi tempat Tuan Putri berada.


Saat melihat kedatangan Ki Jalu dan bawahannya, sang Raja segera berdiri dan bertanya. "Apa kali ini ramuannya sudah berhasil dibuat?" ucapnya.


"Ampun Gusti Prabu Rekatama, kali ini Ramuan Morculias sudah siap. Kami hendak meminumkannya pada Putri Ambalika," ucap Ki Jalu sambil menghaturkan hormat diikuti bawahannya.


Prabu Rekatama menganggukkan kepala dan mempersilahkan Ki Jalu, untuk memberikan Ramuan Morculias pada anak kesayangannya.


Istri Prabu Rekatama yaitu Ratu Nyimas Asri saat ini sedang istirahat, keadaannya kian memburuk karena selalu menangisi apa yang menimpa anak semata wayangnya.


Tapi seluruh kerajaan juga merasa simpati, atas apa yang dialami oleh keluarga kerajaan. Sebagai wujud rasa prihatin setiap malam, diadakan acara puja bakti pada dewa yang dianut untuk kesembuhan sang Putri.


Lalu ilham itu datang kepada Ki Jalu yang mengaku bermimpi di datangi sesosok cantik jelita. Sosok itu mengatakan kalau Putri Ambalika bisa sembuh, dengan cara diminumkan air ramuan dari Ginseng Morbula dan Jahe Musculias.


Saat itu sang Raja mengumumkan siapapun yang memiliki dua bahan tersebut, akan diberi hadiah besar sebagai bayaran.


Namun malang tak bisa ditolak ternyata bahan bahan itu, tidak terdapat di kerajaan yang di pimpinnya yaitu Girisetra.


Kemudian ilham datang lagi kepada ki Jalu, kalau bahan bahan itu bisa ditemukan di sebuah daerah bernama Alas Pati. Ketika mendengar namanya sontak sang Prabu terkejut.


Itu karena tempat tersebut terkenal angker, belum lagi daerah itu berdekatan dengan kerajaan besar Kutai. Tidak ada konflik yang terjadi antara dua kerajaan ini.


Hanya saja, salah satu Guild yang merupakan cabang dari Guild di kerajaan Bayusetra berdiri di tempat itu. Mereka Memiliki usaha yang menurut Prabu Rekatama sangat buruk, dia bahkan tidak habis pikir dengan Prabu Mulawarman ke tujuh.

__ADS_1


Sebab membiarkan Guild perdagangan itu beroperasi dan malah cenderung melindungi, usaha yang dijalankan oleh Guild itu adalah jual beli budak.


Mereka menangkap Ras apa saja, untuk dijual pada para Petualang. Kadang kala terdengar kabar oleh Prabu Rekatama kalau mereka juga, menyerang sekelompok petualang yang sedang menjalankan Quest.


Para petualang itu berakhir menjadi produk mereka untuk diperjualbelikan, tergerak hati nurani sang Prabu. Dia memberikan pajak besar untuk Guild perdagangan budak, itu karena akses utama Guild itu harus melintasi wilayah kekuasaan miliknya.


Ketika berjalan 6 bulan dari aksinya yang menaikan biaya masuk untuk Guild tersebut, mendadak anaknya yaitu Putri Ambalika diserang penyakit seperti sekarang.


Ki Jalu mendekati sang Putri dan memberi minum Ramuan Morculias yang sukses dibuat. Ketika ramuan itu sudah habis diminum, tubuh sang Putri bersinar kuning keemasan.


Lalu sebuah notifikasi muncul dari tubuhnya yang berisi pemberitahuan.


[Racun yang menggerogoti sang Putri sudah dipulihkan, butuh 30 menit bagi sang Putri untuk bisa kembali normal.]


Ketika melihat pemberitahuan itu, semuanya bersyukur dan merasa lega. Sebab obat tersebut ternyata manjur. Kini tinggal menunggu tiga puluh menit, sebelum akhirnya sang Putri bisa sadar.


"Putriku akhirnya bisa selamat! Ki Jalu dan yang lainnya, aku benar benar berterima kasih pada kalian. Berkat usaha dan kerja keras kalian membuat ramuan ini, anakku bisa selamat. Katakan apa yang kalian inginkan, aku akan mengabulkannya!" ucap Prabu Rekatama.


Apa yang dikatakan oleh Prabu Rekatama tidaklah berlebihan, orang tua manapun pasti akan bereaksi seperti itu. Saat melihat beban yang selama ini menimpa anaknya, mereka bersedih dan malah berharap agar beban itu pindah kepadanya.


Namun saat melihat kesusahan itu terangkat dari anaknya, maka mereka akan memberikan apapun pada orang yang telah berjasa membebaskan penderitaan anaknya itu.


Tapi, hati nurani anak jaman sekarang kadang sudah LUPA dengan hal ini. Mereka begitu diBUTAkan dengan gemerlapnya kehidupan, pergaulan bebas membuat mereka benar benar mengabaikan apa yang telah diberikan oleh orang tua.


Maka hasilnya adalah Tuhan tidak Memberikan pada anak itu, kemudahan dalam mengarungi kehidupan dunia. Malahan Tuhan memberikan KUTUKAN bagi mereka, atas apa yang telah mereka perbuat pada kedua orang tuanya.


"Ah, alangkah baiknya jika sang Prabu, mengatakan itu pada Tonu. Dialah yang berjasa paing besar membawa bahan bahan itu pada kami. Anda sudah mengetahui sendiri bukan, kalau Ginseng Morbula dan Jahe Musculias sulit untuk di dapat," ucap Ki Jalu.


Mendengar ucapan Ki Jalu sang Prabu tersadar, kalau dirinya belum memberikan balasan yang layak untuk utusannya itu. Dia memang memberi hadiah atas keberhasilan tersebut. Namun saat mendengar ucapan dari Ki Jalu, entah kenapa ada rasa tidak enak di hati sang Prabu.


"Kau benar, Ki. Aku belum memberikan sesuatu yang tepat untuknya. Segera panggil dia untuk menghadap, lalu sampaikan pada Ratu Nyimas Asri perihal kesembuhan Putri Ambalika!" perintah Sang Prabu.


"Sendika Dawuh, Gusti Prabu!" jawab mereka kompak sembari menunduk.

__ADS_1


semoga kalian enjoy menikmati ":'v


__ADS_2