Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Bencana di tengah istirahat


__ADS_3

"Maaf jika ini lancang Rajaku! Selama saya di samping anda, tidak pernah sekalipun anda bersumpah dengan nama Dewi Durga. Jadi hamba penasaran selain yang baginda perintahkan, apa yang membuat anda begitu yakin dengan Raja Goobu?" ucap Buta Aliwung


"Buta Aliwung! Kau menanyakan perkara agung padaku, saat ini mungkin waktu yang tepat untuk mengatakan kebenaran yang selama ini kusimpan." Ucap Buta Cakil.


Para Buto bertanya-tanya dalam hati mereka, apa yang selama ini disembunyikan oleh Raja mereka. Lalu Buta Aliwung mewakili mereka berkata.


"Kalau begitu sampaikan saja, kebenaran tersebut pada kami Paduka!" Pintanya.


Buta Cakil mengangguk dan berkata, "sebenarnya saat penobatan diriku menjadi Raja menggantikan mendiang Ayahku. Sebuah wangsit datang padaku dalam bentuk syair yang kurang aku mengerti apa maksudnya. Tapi bunyinya kurang lebih demikian."


"Kabut hitam yang selama ini menyelubungi Benua Jawadwipa akan lebih bergolak."


"Ditengah kekacauan itu akan muncul seorang Raja yang mau menghadapinya di dampingi seorang Linuwih. Meskipun kemampuannya melebihi Raja, namun dia enggan mengenakan mahkota kerajaan."


"Sungguh beruntung orang yang ditunjuk olehnya sebagai Raja itu dan sungguh bahagia siapa saja yang tunduk dibawah arahannya."


"Sebenarnya masih ada kelanjutannya tapi sebelum memahami maknanya aku terbangun." Ucap Buta Cakil mengakhiri ceritanya.


"Syair itu dari siapa kau mendengarnya?" Ucap suara lain.


Para Buto menoleh pada sumber suara dan terkejut karena yang mengintrupsi adalah sang penasehat desa Amarta yang tak lain adalah Yudi.

__ADS_1


"Penasehat desa! Kenapa malam-malam begini kemari?" Tanya Buta Cakil.


"Heeeeeeh! Aku tidak boleh ke sini?" Ucap Yudi histeris.


Mendengar teriakkan cempreng dan tingkah konyol penasehat itu membuat para Buto yang ada di sana sweatdrop. Lalu buru-buru Buta Aliwung membalas.


"Bu-bukan begitu, hanya saja ada keperluan apa anda kemari?"


"Aku sedang memeriksa keadaan penduduk desa saja. Apa itu salah? Semuanya sudah kuperiksa dan hanya wangsa kalian saja yang belum aku periksa. Lalu aku begitu tertarik dengan ceritamu tadi Buta Cakil." Jawabnya riang.


Berlainan dengan sikap Yudi yang riang, pemimpin wangsa Buto itu malah berwajah konyol karena tidak menyadari kehadiran penasehat desa Amarta itu.


'Bagaimana bisa kami tidak menyadari keberadaannya.' Batinnya.


"Kenapa anda melihatku begitu dan soal cerita barusan tolong jangan anda sebarkan karena akan membuat wangsa lain berpikir aku menyembunyikan sesuatu." Pintanya


"Jawaban pertanyaan pertama karena wajahmu lucu, tapi jawaban pertanyaan kedua tergantung situasi. Kalau dengan itu kita bisa menambah persentase menghadapi Kalabendhu, maka aku tidak ragu menyebarkannya." Ucap Yudi.


Buta Cakil tidak membantahnya sebab apa yang diucapkan Yudi ada benarnya. Dia juga begitu yakin kalau apa yang dia dapatkan itu ada hubungannya dengan Kalabendhu.


"Kalau begitu deal!"

__ADS_1


"Sekarang coba ceritakan bagaimana kau mendapatkan wangsit itu!"


Buta Cakil pun mengulang kembali apa yang telah dia ceritakan sebelumnya. Setelah mendengar dengan jelas, Yudi mengetuk-ngetuk dagunya dengan pensil.


Dia rupanya menulis cerita tersebut ke dalam note miliknya. Sementara itu Buta Cakil yang sudah menceritakan semuanya berkata.


"Itulah semua cerita yang saya punya. Apa penasehat desa menemukan sesuatu?"


"Aku juga tidak begitu paham dengan maksud dari syair yang kau dapatkan. Tapi aku menduga kalau itu ada hubungannya dengan makin ganasnya Kalabendhu. Tapi siapa tepatnya 'Dia' sosok linuwih yang menolak mahkota kerajaan itu." Balas Yudi.


Ditengah kehangatan dan keseriusan mereka membahas hal yang menarik. Sebuah kotak biru muncul pada masing-masing orang berisi peringatan.


[Sebuah jawaban dari Tantangan


Hari saat dimulainya Kalabendhu pertama, Penasehat Desa Amarta secara terbuka menantang kekacauan untuk menghadapi pasukan terbaik yang dimilikinya.


Demi merespon Tantangan itu. Sang Kekacauan mengirimkan Undead dipimpin dua monster bertingkat Merah Delima untuk melenyapkan desa Amarta!


Jumlah musuh : 10.000 Undead


Pemimpinnya : Dua Skeleton General

__ADS_1


Waktu ketika bencana tiba : 3 Jam]


__ADS_2