
"Ucapan dirimu, aku anggap sebuah pujian. Silahkan duduk dulu." tawar Goobu mempersilakan tamu itu duduk.
"Jadi ada apa kau datang kemari, Tuan?" Tanya Goobu.
Ivar yang sudah duduk di tempat yang ada, langsung mengutarakan maksud kedatangan dirinya. Dia diutus oleh Raja Rekatama untuk menemui sosok, yang telah menyelamatkan putri Ambalika dari racun.
"Saya bernama Ivar, Tuanku. Adapun maksud kedatangan saya kemari, untuk menemui sosok yang telah memberi Tonu bahan herbal Ginseng Morbula dan Jahe Musculias. Yang mana kedua bahan itu, akan dipergunakan sebagai obat untuk putri kerajaan Girisetra bernama Putri Ambalika. Lalu orang yang saya cari itu bernama Yudi, tuanku."
Goobu mau tak mau sweatdrop, ketika mendengar apa yang sudah dijelaskan oleh Ivar. Jika saja dia bukanlah seorang raja, mungkin akan tertawa sebab orang yang dicari oleh Ivar ada di depan matanya.
Saat Goobu melirik pada Yudi, wajah penadehatnya itu tampak tersenyum.
Kenapa dia memasang wajah begitu pikirnya, lalu Goobu tangannya langsung menunjuk ke arah Yudi sambil menjelaskan.
"Dia adalah penasehat di desaku, kebetulan sekali orang yang kau cari adalah dia." ucapnya.
"Heh!" respon Ivar. "Apa Tuan Mage adalah orang bernama Yudi?" tanya Ivar heran.
Yudi menanggapi sikap Ivar itu dengan senyum, dia lalu berdiri dan menunduk hormat. "Maaf jika aku lambat memperkenalkan diri, apa yang disampaikan Yang mulia benar. Aku bernama Yudi yang menjadi penasehat desa ini, maaf jika terkesan seolah mempermainkan dirimu, Kapten Ivar." ucapnya.
"Astaga, ternyata itu benar dirimu. Aku sampai tidak menyangka jika itu dirimu. Lalu aku atas nama dari Tuan Raja Rekatama mengucapkan terima kasih atas herbal yang kau berikan, berkat itu putri Ambalika bisa sembuh dan bisa memberi senyuman hangat pada seluruh rakyat kerajaan agung Girisetra." ucap Ivar
Ivar juga menjelaskan detail bagaimana para Tabib kerajaan, meracik herbal tersebut dimana mereka gagal berkai kali dan nyaris putus asa. Tapi setelah proses pembuatan yang ke tujuh, herbal bernama [Penawar Morculias] bisa dibuat.
__ADS_1
Dia juga menceritakan kronologi dirinya diperintah kemari, tugasnya sebagai utusan penyampai rasa terima kasih juga membawa apa yang telah di mohon oleh sang Raja.
"Jadi begitulah, Raja Rekatama berniat mengadakan serangan terhadap Guild perdagangan budak dua bulan dari sekarang. Apa kau akan ikut serta dalam penyerangan ini, Tuan Yudi." jelasnya.
"Jadi, Raja Rekatama sudah mempersiapkan semuanya." gumam Yudi.
Goobu yang mendengar penjelasan Ivar hanya manggut-manggut saja, namun ketika topik pembahasan meminta bantuan untuk menyerang Guild perdagangan budak dia mengutarakan pertanyaan.
"Aku juga berniat menyerang Guild tersebut, tapi apa sebenarnya yang telah kau jalin dengan Raja kerajaan Agung Girisetra, Tuan Penasehat?" tanya Goobu.
"Ah, maaf karena aku lupa menjelaskannya, Tuanku. Sebenarnya aku mengirim surat atas status diriku sebagai penasehat desa ini pada Raja kerajaan agung Girisetra, isinya aku meminta bantuan logistik juga kesepakatan untuk membantu menghancurkan Guild Perdagangan budak yang telah membuat Putri sang Raja sakit." ucapnya.
Goobu kini mengerti dan malah kagum pada Yudi, yang sekarang malah menambah stok persediaan makannan bagi desa ini. Tapi masih ada yang membuat dirinya penasaran.
"Hal itu akan saya sampaikan pada Yang Mulia Rekatama." respon Kapte Ivar.
"Tapi aku penasaran, kenapa membawa banyak orang untuk mengantar bahan logistik dan juga jarak kerajaan Girisetra dengan Alas Pati itu Enam Bulan perjalanan. Bagaimana kalian bisa sampai kemari dengan begitu cepat?" tanya Goobu.
Ivar pun menjawab pertanyaan Goobu. "Alasan kami tiba kemari dengan cepat, karena sebelumnya Tonu menandai wilayah ini dengan cincin teleportasi miliknya. Berkat itu, kami tinggal menggunakan lingkaran teleportasi di kerajaan untuk datang kemari. Sebenarnya kami tiba tiga hari yang lalu, karena Tonu tidak menjelaskan detail letak desa ini berada. Selama tiga hari kami luntang lantung di hutan ini, kemudian kami melihat Wangsa Kunti yang sedang berburu dan bertanya tentang desa di sini." jelasnya.
Yudi dan Goobu dengan serius mendengarkan, kisah perjuangan kelompok ini mencari desa Amarta. Sedangakan Ivar kian semangat, menceritakan perjalanan dirinya dan bawahannya ke desa ini.
"Wangsa Kunti itulah yang memberitahu kalau memang ada desa ini, tapi dia tidak mengantar melainkan memberi teka teki. Kebiasaan wangsa Kunti, memberi jawaban menggunakan teka teki. Setelah memecahkan teka teki itu, kami akhirnya bisa sampai di sini dalam waktu tiga hari. Selebihnya seperti yang telah terjadi sekarang." tambahnya.
__ADS_1
Goobu dan Yudi mengerti betapa sulitnya, bagi orang orang untuk menemukan desa Amarta.
"Sepertinya pembangunan jalan ke arah desa ini harus cepat dilaksanakan. Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang," ucap Goobu.
"Kau benar, baginda. Setelah kita menghadapi Holocaust yag akan datang tiga hari dari sekarang. Segera pembangunan jalan ke arah desa ini akan dibuat." respon Yudi.
Yudi penasaran dengan alat teleportasi yang telah dijalaskan oleh kapten Ivar. Namun, itu dia tahan sejenak. Sebab ingin tahu apa yang membuat seratus lima puluh orang, dikirim kemari bertepatan dengan datangnya Holocaust.
"Kapten Ivar, beribu maaf aku sampaikan. Tapi bisakah kau jelaskan kenapa seratus lima puluh orang prajurit kerajaan agung Girisetra kemari. Jika tujuan nya hanya mengawal, kurasa ini terlalu berlebihan." tanya Yudi.
"Aku juga sependapat, tolong jelaskan kapten Ivar?" tambah Raja Goobu.
Ivar tersenyum ketika Yudi dan Goobu menanyakan hal itu, dia lalu menjelaskan alasan di balik hal tersebut.
"Ini adalah perintah langsung dari Raja Rekatama." ucapnya menggantung.
'Perintah Raja Rekatama.' batin Goobu dan Yudi bersamaan.
"Memang tugas utama kami adalah mengantar pasokan logistik dan menjamin agar sampai kepadamu, Tuan penasehat. Namun sang Raja dengan bijaksana mengatakan, kalau dia mengutusku sebagai tenaga pembantu untuk melawan Holocaust yang akan terjadi tiga hari dari sekarang." jawabnya mantap.
Tentu saja Goobu dan Yudi terkejut mendengar jawaban Ivar, bantuan yang diberikan oleh Raja Rekatama berupa logistik. Itu sudah lebih dari cukup, untuk membantu mereka tapi sang Raja malah memberi bantuan lebih. Dengan mengutus sebagian pasukannya, untuk membantu melawan Holocaust.
"Aku rasa ini terlalu berlebihan, bukan maksud kami menolak tawaran dari Raja Rekatama. Tapi takutnya kami tidak bisa membayar, apa yang telah diberikan oleh sang Raja." ucap Goobu seraya berdiri.
__ADS_1
"Anda tidak perlu merasa berhutang budi, ini semua adalah keinginan Raja Rekatama. Dia menyampaikan bahwa ini bahkan belum cukup, untuk membayar apa yang telah diberikan oleh Tuan Mage. Karena berkat anda tuan Putri Ambalika bisa tersenyum kembali, kumohon tolong jangan tolak bantuan dari kami. Aku meminta bukan atas nama sang Raja lagi, tapi meminta atas nama seluruh Rakyat dari kerajaan Girisetra yang bergembira. Sebab bisa melihat Putri Ambalika bisa tersenyum lagi." ucap Ivar sambil matanya mengalirkan liquid bening, saat mengucapkan kata-kata diakhir.