Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Chapter 34


__ADS_3

Perjalanan pulang Yudi dan yang lainnya berjalan lancar tanpa hambatan. Saat ini mereka sedang tercengang. Menyaksikan apa yang ada di depan mata mereka.


Kerumunan dari berbagai Wangsa sedang berkumpul dan saling bahu membahu membangun pagar, ada yang sedang membangun sebuah gubuh kecil untuk berlindung dan beberapa sedang menyiapkan makanan.


Wangsa Buto yang memiliki tubuh besar, membangun rumah mereka dalam bentuk Lodge. Sebuah rumah yang mampu menampung begitu banyak orang dalam satu tempat. Kisaran Lodge biasanya muat untuk 60 orang ukuran manusia.


Karena ukuran Buto 3 kali ukuran manusia, maka Lodge itu hanya mampu menampung 20 Buto. Al hasil dibutuhkan setidaknya lima sampai tujuh Lodge untuk mereka. Sistem yang digunakan oleh Goobu dalam pembagian wilayah adalah sistem Kompleks.


Jadi sudah di tentukan oleh Goobu wilayah untuk masing masing Wangsa, agar mereka tidak saling berebut tempat. Ketika Yudi dan yang lainnya terpana, seseorang dari Wangsa manusia yaitu Reka yang melihat mereka berteriak.


"Hei Yudi sang penasehat dan yang lainya sudah kembali!" ucapnya.


Mendengar itu berbondong bondong semuanya menghentikan pekerjaan, mereka menyambut rombongan Yudi, Goruru, dan Rawu. Ada rasa tidak enak saat ratusan pasang mata mengarah pada mereka.


"Astaga kenapa kita jadi pusat perhatian," ucap Yudi grogi.


"Ah, Raja Goobu pasti menyampaikan sesuatu yang bukan bukan tentang kita," balas Goruru


"Cih, Reka sialan! Bisa bisanya dia teriak tidak jelas dan mengundang hal ini," gerutu Rawu.


Mereka berusaha tidak tampak grogi dan berjalan, menghampiri kumpulan orang orang yang kini sudah menjadi bagian dari desa yang dibangun oleh Goobu.


"Selamat datang kembali, Ketua!" sapa Reka dan beberapa anggota pada Rawu.


"Yah terima kasih atas sambutannya, tapi lain kali jangan mengundang hal yang merepotkan, Reka." ucap Rawu dengan nada kesal.


Reka yang menerima kalimat dari ketuanya itu sweatdrop, dia tidak menyangka kalau apa yang dilakukannya membuat ketuanya kesal. "Baik, lain kali aku tidak akan mengulangi lagi." Ucapnya.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, jadi dimana yang lain?" Tanya Rawu sambil matanya celingak celingukan mencari anak dan istrinya.


Reka yang menyadari apa yang di cari sang ketua segera menjawab, "tempat untuk wangsa kita ada di wilayah nomor dua, mari ikuti saya ketua!" seraya menawarkan diri untuk menuntun ketua dan teman-temannya, supaya bertemu keluarganya.


"Memangnya ada pembagian wilayah?" Tanya Yudi.


Reka mengangguk, "benar, Raja Goobu mengusulkan demikian agar kita bisa berada dalam satu tempat dengan wangsa masing masing. Lalu areal di tengah akan jadi wilayah netral, tempat berlangsungnya acara atau pertemuan pertemuan." Ucap Reka.


"Baiklah, hal itu akan kita minta detailnya dari sang Raja. Untuk sekarang mari istirahat sejenak, lalu melaporkan apa yang kita dapatkan. Yudi dan Goruru, aku pergi ke tempat manusia dulu ya! Kalian pergilah menghadap sang Raja, setelah selesai aku akan menyusul." Ucap Rawu.


Baik Yudi dan Goruru mengangguk mendengar ucapan Rawu itu.


Keduanya kini berpisah, lalu Yudi dan Goruru di pandu oleh seekor Goblin untuk menemui Raja Goobu. Sepanjang jalan dia terus memperhatikan seluruhnya, Wangsa yang berkumpul di sini begitu banyak.


Awalnya dia pikir hanya para Goblin, Buto, dan Manusia, tapi sekarang bertambah dua atau tiga wangsa lain. Apa mereka datang dengan sukarela atau bagaimana. Tanpa disadarinya kini di depannya ada sebuah bangunan besar tempat kediaman sang Raja.


"Kau benar, saat kita tinggalkan wilayah ini hanyalah belantara. Namun sekarang berubah menjadi sebuah Dukuh atau mungkin bisa ku sebut Dusun." ucap Yudi


Perbedaan Dukuh dan Dusun terletak dari jumlah penduduknya, umumnya dukuh memiliki penghuni yang kecil dan terdiri dari 2 wangsa. Namun sebuah Dusun memiliki lebih dari itu dan penduduknya juga lebih banyak dan padat.


Untuk teknologi jelas semuanya tampak sederhana, sebagai batas wilayah dibangun dinding kayu agar tidak ada hewan buas atau monster yang menyerang tiba tiba.


Itu adalah tugas Yudi untuk mulai mengatur semuanya, tapi dia harus meunggu perintah dari Raja yang bersangkutan. Sejujurnya tidak ada yang perlu dibenahi dari pengaturan wilayah saat ini, karena sesuai melebihi ekspetasi miliknya.


Karena itu mungkin dia hanya akan menjadi pengawas pembangunan Dusun ini saja. Sebab tugas penasehat adalah mengawasi jalan atau tidaknya perintah dari sang Raja.


Apabila ada kejanggalan dia harus turun tangan untuk memperingati sang Raja, bahwa kebijakannya ada yang salah atau tidak sesuai dengan kondisi wilayah yang dipimpinnya.

__ADS_1


"Tuanku, Raja Goobu sedang ada di dalam, silakan masuk! Saya permisi dulu." ucap sopan sang pengantar.


"Terima kasih, bantuannya!" ucap Yudi.


Sang pengantar menganggukan kepala dan perlahan mengundurkan diri, kini Yudi dan Goruru mulai melangkah masuk ke ruangan sang Raja. Meski keduanya sudah kenal, tapi tetap saja ada sebuah perasaan segan ketika berjumpa lagi dengannya.


Setelah memantapkan niat, mereka melangkah masuk ruangan sang Raja. Tampak oleh mereka Goobu sedang duduk dan mendengarkan laporan dari seseorang. Ketika melihat kedatangan Yudi, segera dia menyuruh sang pelapor berhenti.


"Tahan laporanmu, sekarang sambutlah oleh kalian! Dua orang yang akan membantu kita membangun Dusun ini. Panglima perangku, Goruru yang perkasa dan Tuan Yudi yang akan menjadi penasehat pribadiku." ucapnya seraya berdiri menyambut kedatangan Yudi dan Goruru.


Yudi berhasil menguasai keadaan jadi merespon sembari menunduk, "anda begitu menyanjung Yang Mulia, saya masih belum memberi banyak kontribusi pada Dusun yang kau bangun." ucapnya tenang sambil mengangkat tubuhnya kembali.


'Wah kau bisa bersikap mulia ditengah kegugupan, sebaiknya aku juga melakukam hal yang sama.' Seraya mengatakan itu dalam hati, Goruru menunduk dan membalas sambutan Raja Goobu. "Sebuah kehormatan, bisa melayani anda Yang Mulia! Namun sama seperti Tuan penasehat, hamba juga belum memberi banyak kontribusi dalam membangun dusun ini." ucapnya sopan.


Goobu segera menghampiri keduanya, diikuti para pejabat yang lain.


"Syukurlah kalian bisa kembali dengan selamat, Tuanku dan Goruru." Ucapnya


"Iya, meskipun ada hal buruk yang terjadi!" Gumam Yudi seperti berbisik. Membalas apa yang diucapkan Goobu.


"Hal buruk apa jika aku boleh tahu?" tanya Goobu penasaran.


"Kami gagal mendapatkan rahasia dari membuat Rajah perlindungan milik Kerajaan Kutai. Ditambah kami juga disergap, sebuah keberuntungan membuat kami bisa selamat dari sergapan itu. Itulah kabar buruknya," ucap Yudi.


Goobu mengangguk angguk saat mendengar ucapan Yudi, dia cukup bersyukur karena keduanya bisa pulang dengan selamat.


"Aku tidak mengetahui apa yang kau bicarakan karena tidak tahu tentang Rajah apalah itu, tapi kembali dengan selamat juga merupakan hal yang harus disyukuri. Jadi aku tidak akan mempermasalahkannya, mari bergabunglah bersamaku untuk mendengar laporann tentang dusun yang kubangun." ucapnya sambil mengajak keduanya bergabung dalam rapat itu.

__ADS_1


Keduanya mengangguk dan ikut dalam rapat tersebut, saat Goobu sudah berada di tahtanya dia berkata. "Sekali lagi kuperkenalkan, mereka adalah penasehat pribadi dan panglima perangku! Jadi kuharap kalian bisa menerimanya, mereka ini sedang menjalankan tugas mencari bahan bahan pokok yang dibutuhkan Dusun ini. Sekarang lanjutkan kembali apa yang kau laporkan." Ucap Goobu memerintahkan sang pelapor melanjutkan laporannya.


__ADS_2