
"Dari mana aja kalian, apa terjadi sesuatu?" tanya Goruru.
Yudi langsung menjawab pertanyaan itu.
"Tidak terjadi apa apa, hanya masalah kecil. lalu bagaimana dengan Item drop dari para skeleton?" Tanya Yudi.
"Ah, Item drop yang kita dapatkan kebanyakan adalah pedang karatan dan perisai, juga beberapa tulang belulang dari tubuh skeleton. kebanyakan barang kurang berharga sih." jawab Goruru.
Hal wajar kalau item drop yang didapat adalah barang yang kurang berharga. musuh mereka adalah para Skeleton yang cenderung membawa alat primitif.
"Lawan yang tangguh membawa banyak keuntungan, demikian pula sebaliknya." sambar Rawu.
Ucapan Rawu benar, para skeleton amat sangat lemah. Meski begitu, hal yang membuat mereka ditakuti adalah jumlah mereka yang sangat banyak.
"Lagipula, hari ini kita tidak melihat mini bos dari mereka." ucap Widura.
Yudi mengerjapkan beberapa kali matanya, informasi baru merupakan sesuatu yang membuatnya bersemangat. Tiba tiba tangannya sudah memegang notebook dan alat tulis.
"Ahem! bisa kau jelaskan, apa itu mini bos. Widura?"
__ADS_1
"Eh, kupikir tuan Penasehat tahu tentang itu." balasnya
Yudi menggeleng ketika mendengar ucapan pemimpin Wangsa Wanara itu.
"Aku belum tahu dan baru pertama mendengar. Karena itu, tolong kau jelaskan tentang minibos ini sedetail mungkin." Pinta Yudi dengan semangat.
"Baiklah, Kalabendhu adalah fenomena musiman setiap bulan. Dimana dalam masa tiga hari, setiap pemukiman berpenghuni akan diserang oleh monster yang datang dari sebuah kabut."
"Tidak ada yang tahu tentang asal usul kabut itu secara rinci. Lalu Minibos sendiri adalah pemimpin dari pasukan monster. Biasanya, ada korsur berwarna seperti medali di kepalanya."
sampe sini Yudi menyela penjelasan Widura.
"Tentu saja, tuan penasehat. Medali yang ada di kepala mereka tidak hanya menunjukkan status tapi tingkat kekuatan dan juga bahaya. Monster yang menyerang kita hari ini, kebanyakan memiliki medali tingkat [Tanah] bukan?" jelas dan tanya Widura
Yudi mengingat kembali pertempuran yang baru selesai dan mengangguk.
"Iya, kebanyakan mereka memang memiliki medali Tanah di atas kepalanya."
"Medali tanah menandakan kalau musuhnya bertingkat lemah tapi unggul dalam kuantitas. seperti para skeleton itu, mereka lemah tapi sangat banyak"
__ADS_1
"Untuk urutan medali sendiri ditentukan oleh level mereka juga. jika medali itu dirunutkan akan begini [Tanah]-[Batu]-[Besi]-[Aluminium]-[Baja]-[Perunggu]-[Perak]-[Emas]-[Intan]-[Platinum]."
Tangan Yudi dengan lihai menulis penjelasan dari Widura. Informasi yang baru di dapatkan sangat berharga. Lalu dia penasaran akan sesuatu.
"Apa ada kemungkinan khusus atau kasus special dari munculnya Monster dengan medali tingkat tinggi?"
Semua yang ikut mendengar pertanyaan itu mendadak tersenyum kaku. Sedangkan Sang Penasehat desa malah memandang aneh sikap yang di tunjukkan mereka.
"Apa pertanyaanku aneh?" tanyanya lagi.
"Tuan Penasehat, kalau satu monster antara tingkat Perak sampai Platinum muncul. Maka bisa dipastikan, tatanan sebuah wilayah berubah." jawab Rawu
Yudi terdiam saat mendengar jawaban itu, tidak pernah dia bayangkan kalau akan semengerikan itu.
"Apakah sekuat itu?" ucap Yudi seraya tercegat.
Harapan penasehat desa itu, semua orang akan tertawa karena mengerjainya. Namun wajah mereka nampak frustasi, menandakan kalau itu benar.
"Apa yang disampaikan oleh Rawu itu benar, jika ada monster dengan medali antara tingkat Perak atau Platinum. Maka tatanan sebuah wilayah akan berubah drastis, dalam sejarah kerajaan kami. Pernah muncul satu Monster tingkat itu, namanya adalah Si-"
__ADS_1
"Jenderal Ivar! mengatakan namanya itu mengundang malapetaka!" seru salah satu prajurit.