Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Rehat Sejenak 5


__ADS_3

Kebanyakan yang dikumpulkan oleh warga memang tidak berguna. Wakil ketua Wangsa Tuyul sesekali menghela napas dan gelengkan kepala melihat barang jarahan tersebut.


"Kenapa dari tadi kau terus menggelengkan kepala dan menghela napas. Segera kumpulkan benda itu padaku agar bisa di daur ulang!" Perintah Gabai


"Meski Ketua bilang begitu, tapi kualitas semua hasil jarahan sangat minim. Bagaimana kita bisa memanfaatkannya?" Tanyanya.


"Kau terlalu mencemaskan kualitas, memang benar jika kualitas item atau bahan sesuatu itu baik maka hasilnya akan memuaskan. Tapi ingatlah, Seorang Blacksmith legendaris yaitu leluhur kita bisa merubah benda yang tidak berguna menjadi berguna. Kita harus bisa mencontohnya."Ucap Gabai.


"Iya, tapi mau berapa banyak pengalaman yang kita perlukan untuk sampai pada level tersebut. Mayoritas kita saja mentok di Skill Blacksmith Intermidate 3. Ketua juga mencapai level 6 karena terus-menerus menempa seperti orang gila dan tidak tidur sepanjang siang dan malam." Balas Wakilnya.


"Bagiku itu tidak masalah, sebab hasilnya memuaskan! Kau juga harus mencontoh diriku, Gaboo"! balas Gabai.


"Ya Baiklah, terserah kau saja!" jawab Gaboo.


Keduanya dan beberapa Wangsa Tuyul tanpa henti menempa barang-barang tersebut. Dengan terampil benda-benda yang tinggalkan oleh para Skeleton diubah menjadi lebih berguna.


Bijih besi diubah oleh Gabai menjadi lempengan besi yang lebar dan kuat.

__ADS_1


[Ding!


Lempeng Besi


Ketahanan : 50/50


Defense : 120/120


Sebuah Lempengan besi, terbuat dari bijih besi yang diolah dengan baik oleh seorang ahli. Dapat digunakan untuk memperkuat dinding dan pagar.]


"Anda benar, Ketua! Semoga rencana kita itu bisa diterima oleh Raja Goobu dan Penasehat desa." Balas Gaboo.


Kedua Tuyul itu pun memberikan arahan, agar mengubah bijih besi itu menjadi lempengan seperti yang dibuat oleh Gabai.


Dengan patuh para bawahannya melakukan, apa yang telah diarahkan oleh Gabai dan Gaboo untuk membuat lempengan besi.


Tenda itu kini lebih riuh lagi dengan suara dentingan besi yang beradu. Lalu di tenda lain yang diisi para Kunti, kini sedang mengevaluasi kinerja dari Rajah yang mereka pasang.

__ADS_1


"Apa kalian menemukan kelemahan dari Rajah yang kita pasang?" Tanya Widura.


"Kami telah melakukan beberapa pengecekan dan hasil yang didapat. Rajah ini sempurna menangani berbagai serangan baik itu darat ataupun udara. Namun masalahnya, ada pada Jangkauan yang ingin kita lindungi." Jawab Wakilnya.


Widura termenung saat mendengar jawaban yang di sampaikan bawahnya itu. Teknik Rajah yang mengikuti Filsafat sedulur papat limo pancer sudah sempurna. Namun masalahnya ada pada luas wilayah yang ingin dilindungi.


"Apa itu artinya jika kita memperluas jangkauan wilayah yang akan dilindungi. Rajah ini akan sangat mudah ditembus, Sanjaya?" Tanya Widura.


"Benar, Yang Mulia! Namun hamba memiliki satu Blue Print yang menunjukkan hasil yang kebih memuaskan dari yang kita miliki sekarang!"Ucap Sanjaya.


"Coba kau jelaskan, apa yang telah kau lakukan sehingga hasilnya lebih memuaskan, Sanjaya?" Tanya Widura.


"Baik, Hamba akan sampaikan! Desain Rajah milik kita ini memiliki 5 Core dan untuk mencapai hasil maksimal maka bentuk penyesuaian yang paling tepat adalah yang kita gunakan sekarang yang terinspirasi dari filsafat Sedulur papat limo pancer. Namun kelemahannya adalah jumlah yang akan kita lindungi jadi terbatas."


"Hamba lalu berniat mencetak ulang Rumusannya, sehingga Titik Core yang di tengah di hilangkan dan bentuk yang akan kita punya adalah Segilima. Inspirasi ini saya ambil dari dasar hukum desa Amarta yaitu Pancasila yang dicetuskan oleh Penasehat desa."


"Lalu hasil yang di dapat sungguh menakjubkan, tidak hanya itu menjadi kuat namun Energi dari Aksara Rajah juga tetap stabil. Meskipun jarak Core satu dengan yang lainnya makin menjauh." Jawab Sanjaya

__ADS_1


__ADS_2