Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Bab 26


__ADS_3

"Harusnya aku tidak perlu mempertanyakan bagaimana caranya dia membalas dendam, karena sudah tahu dari buku diarynya. Namun melihat dari sisi psikologis yang dia tunjukan, ketika mendengar kata balas dendam itu meyiratlan kalau dia menyesala. Karena telah melakukan hal tersebut, tapi aku tidak mungkin mengabaikan perbuatan Guild perdagangan. Mereka telah membunuh rakyat dari temanku, tapi aku memiliki cara yang lebih efektif." ucap yudi sambil tersenyum


Lalu beranjak dari tempat dirinya berdiri, sementara Goruru termenung beberapa lama setelah selesai membaca buku diary dari ibu sophie, dia benar-benar tidak menduga kalau ibu sophie memiliki sifat seperti yang dituliskan di buku diary itu


Goruru mengingat kembali wajah ibu sophie yang lembut, saat makan malam tadi dia sangat menikmati berbicara padanya. Wajahnya begitu hangat dan santun, namun dia memiliki kepribadian lain yang dia sama sekali tidak bisa dibayangkan.


"Dia 180 derajat berbeda dari apa yang ditulis di buku ini, apa mungkin dia melebih lebihkannya supaya orang bersimpati saat membac buku ini. Sial! aku tidak tahu buku ini benar atau salah, tapi jelas sekali kalau ini adalah tulisan tangannya. Jadi tidak mungkin dia berbohong saat menulis buku ini," gumam guru


"Pantas aja di bagian akhir buku ini, dia menulis frasa yang menggambarkan hatinya yang remuk setelah menyelesaikan dendamnya. Lalu jalan apa yang harus aku pilih melepaskan atau melakukan! Gumam Goruru mempertimbangkan keputusannya.


Seiring waktu berlalu malam terus beranjak pergi, ketiga orang itu pun larut dalam pikirannya masing-masing. seorang telah menentukan tekadnya, seorang yang lain sedang mempertimbangkan keputusannya, dan satu orang lagi sedang meratap. Takut apabila kejadian yang dialami oleh nya terulang, tapi itulah takdir tidak ada yang tahu apa dan bagaimana kejadian selanjutnya


Lalu pagi menyapa mereka dengan indah, matahari menampakan sinarnya dan mengecup lembut mata mereka. segera Yudi bangkit dan membersihkan tubuhnya, ketika dia sudah membersihkan seluruh tubuh.


Dia langsung menuju ke ruang makan di mana ibu, sophie sudah selesai menyiapkan sarapan pagi. Tak lupa pula Goruru menyusul dengan pakaian yang sama seperti biasa, dia mendekat ke arah dapur "selamat pagi! apa tidur kalian nyaman?" tanya ibu sophie


"Tentu saja, ibu sendiri bagaimana. apakah ibu tidur dengan nyaman? tanya Yudi


"Terima kasih pada dewata! aku bisa tidur dengan nyaman," jawab Ibu Sophie


"Kalau begitu baguslah!" sembur Goruru.


Mereka bertiga menikmati makanan yang tersaji, setelah selesai Yudi menyampaikan niatnya.

__ADS_1


"semalam aku sudah memikirkan apa yang harus kulakukan dan keputusanku adalah, aku akan tetap membalas dendam teman-temanku. Tapi aku akan menggunakan metode lain, supaya aku tidak berakhir sepertimu ibu!" ucap Yudi


mendengar pernyataan itu ibu sophie tersenyum, dia merasa puas dengan jawaban yang diberikan oleh Yudi.


"kalau itu adalah jalan yang kau pilih, aku hanya bisa mendoakan semoga dalam meniti nya kau tidak salah melangkah. setidaknya aku sudah memenuhi tanggung jawab ku untuk mengingatkan padamu, bahwa jalan balas dendam adalah salah. Tapi kalau kau punya solusi agar balas dendam tidak akan membuatmu berada pada jalur yang membuatmu menyesal, semoga dewata agung melancarkan niatmu. pesan ibu sophie sambil memberikan doa pada yudi yang hendak pergi.


kemudian Goruru yang menyimak langsung beranjak dari kursinya, "aku juga akan melakukan hal yang sama, memang balas dendam adalah perbuatan yang salah. tapi aku akan menggantinya menjadi sebuah peringatan, agar orang itu tidak mengulangi kesalahan nya."


"Aku juga mendoakan! Semoga kau diberikan ketabahan dan kelancaran dalam maksudmu itu." ucap ibu sophie seraya mendoakan Goruru pula.


Selepas meminta izin doa-doa dari ibu sophie Yudi dan guru segera pergi dari tempat itu, saat berada di perjalanan keduanya terdiam tidak ada yang mau memulai pembicaraan.


Goruru yang masih bimbang akan pilihannya bertanya pada Yudi, "rencana apa yang kau pilih? Apa kau akan menghentikan aku juga supaya tidak balas dendam?" tanya Goruru.


Goruru jelas mengetahui apa yang menjadi keinginan dari penasehat rajanya itu, namun yang masih dia tidak tahu apa sebenarnya rencana sejati miliknya.


"Aku hanya berharap semoga kematian teman-temanku tidaklah sia-sia, berapa kali pun aku ingin melupakan kejadian waktu itu. Sangat sulit sampai aku tidak tahu harus mengungkapkannya." gumam Goruru dengan wajah sendu.


"Kalau kau berpikir aku tidak akan membalas dendam maka itu salah, aku malah berniat untuk menghancurkan mereka!" ucap Yudi dengan mata tajam.


Mendengar perkataan itu Goruru terkejut, dia tidak menyangka kalau penasehat rajanya ini. Malah memiliki rencana yang lebih gila darinya, "aku pikir kita hanya memberi mereka pelajaran, supaya mereka tidak mengulangi lagi perbuatan itu!" Jawab Goruru.


"Kau terlalu naif! Aku tahu seperti apa ras ku itu. Jika mereka sudah memiliki tabiat untuk membunuh, maka mereka tidak akan mengubahnya dengan mudah. Contohnya orang yang kau penggal saat itu, karena itulah aku akan mengambil satu sikap penting. Daripada memotong sedikit ranting supaya pohon itu tidak mengganggu jalan, lebih baik aku cabut pohon itu hingga ke akar-akarnya. sehingga orang-orang tidak akan terganggu lagi oleh pohon itu," ucap yudi dengan nada tinggi.

__ADS_1


Mendadak ada sebuah angin dingin yang menjalar di punggung Goruru, saat mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Yudi. Ketika itu dirinya yang tertegun langsung berkata, "kau berencana untuk melakukan pembunuhan massal?" tanya Goruru dengan wajah shock.


"Iya!" jawab mantap Yudi tanpa keraguan, "seperti mereka yang telah membantai rasmu, maka dengan cara itu pula Guild Perdagangan Budak akan kumusnahkan. kecuali mereka mau menyerahkan diri, lalu orang-orang yang telah menyerahkan diri itu akan ku ampuni!"


jelas Yudi


"Berarti dia bersungguh-sungguh kau hanya akan menghancurkan pentolan-pentolan dari Guild tersebut!" Ucap Goruru, "aku rasa peribahasa yang cocok untuk maksudmu itu bukanlah yang tadi, tapi menjadi seperti ini 'cara terbaik untuk menghadapi ular adalah memenggal kepalanya' itu menurutku" ujar Goruru.


"Wah itu bagus sekali, aku jadi memiliki satu peribahasa baru," ucap Yudi antusias


Lalu kita akan ke mana Tuan Penasehat!" Tanya Goruru.


"Tentu saja, kita akan mencari hal-hal yang dibutuhkan oleh desa. Apalagi sekarang bangsa Buto juga bergabung!" Jawab Yudi


Mendengar ucapan tersebut Goruru menganggukkan kepala, dia ingin sekali cepat pulang untuk melihat seberapa pesat perkembangan dari desa milik tuanya. "Apa Raja Goobu berhasil, membujuk para goblin lainnya untuk bersatu!" gumam Goruru tanpa di dengar Yudi.


Namun tiba-tiba dia teringat akan sesuatu, yaitu Yudi menyerahkan sebuah surat kepada Tonu. seorang yang menjadi utusan dari kerajaan sebelah, yang sedang mencari Ginseng Morbula dan Jahe Musculias 'kira-kira apa isi pesan yang ditulis oleh nya,' batinku roro sambil melirik kepada penasehat rajanya itu


Sedangkan Yudi matanya ke sana kemari, untuk melihat-lihat toko paman Luuin berada. Sekilas dia mendapati pandangan Goruru yang terus menatap ke arahnya.


'Kali ini apalagi yang dia pikirkan tentangku?' tanyanya dalam hati


Hai teman-teman terima kasih telah mendukung dan Like Karya ini ya. Author harap ceritanya gak bosenin dan bisa buat kalian terhibur. Terua bersabar ya untuk melihat kelanjutannya, tenang aja Novel ini akan up setiap hari kok jika tidak ada masalah. Mohon doanya juga ya, terima kasih sudah mampir!

__ADS_1


__ADS_2