Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Masih Meragukan kemampuannya sendiri


__ADS_3

Yudi termenung sambil melihat jubah yang baru diberikan Gabai dari wangsa Tuyul itu. Pemberian tersebut bukanlah sekedar hadiah belaka, di dalamnya tersimpan sebuah harapan yang besar.


"Apa aku layak untuk ini, memang ini sangat bagus. Rencana yang sudah kususun berjalan lancar dan tanpa hambatan, itu juga bagus, tapi entah bagaimana aku merasa kalau ini semua begitu tiba-tiba."


"Apa yang kau khawatirkan, Master?" tanya seseorang yang datang tiba-tiba.


Yudi tidak perlu menoleh, untuk tahu siapa yang telah menginstrupsi dirinya ketika sedang melamun. Karena telinganya akrab dengan sapaan terakhir, untuk memanggil dirinya itu.


"Apa kau merasa ini janggal Goobu?" tanya Yudi.


"Janggal apanya Master?"


"Iyah, seperti bagaimana tiba-tiba beberapa wangsa kemudian bermunculan dan mengajak kerja sama. Aku sebenarnya senang ketika itu terjadi, karena rencana kita untuk melawan Kalabendhu semakin besar peluangnya. Tapi entah bagaimana, ada sesuatu yang aku ragukan pada diriku sendiri untuk membimbing mereka."


"Latar belakang diriku juga biasa-biasa saja, tapi aku merasa takut jika tidak bisa menjadi hal yang diharapkan oleh mereka." Jelas Yudi.


Goobu mendadak tersenyum saat Yudi menatapnya, pancaran mata Goblin Lord itu menghangat ketika melihat Masternya yang sedang gundah.


"Hal itu pun berlaku padaku, saat kau memaksa untuk membangun desa Goblin dan seenaknya menjadikan diriku pemimpin kembali." ucap Goobu


Mengingat kejadian itu, Yudi memasang wajah tidak enak. Dia merasa mungkin ini adalah karma sebab memaksa orang lain memegang peran yang tidak diinginkan oleh nya.


"Tapi entah bagaimana semuanya berjalan lancar, juga ada banyak hal yang bisa aku dapatkan ketika menjadi pemimpin Goblin kembali." ucap Goobu seraya tersenyum.


"Contoh nyatanya aku bisa melihat anak-anak tersenyum seperti biasa nya. Membuat kaumku tersenyum kembali sambil membangun desa, melihat beberapa Wangsa akhirnya mengakui kami sebagai monster yang beradab. Lalu yang paling penting adalah mencoba membalas harapan dan kepercayaan dari rakyatku yang gugur, demi menyelamatkan diriku beserta yang lainnya." jelas Goobu lagi


"Ketika aku menyerah dan takut dengan apa yang kupegang, aku mengulang-ulang itu semua supaya tidak ragu dengan jalan yang telah kutempuh. Semua hal baik selalu datang dengan mendengar keputusanmu, Master!" ucap Goobu mengakhiri.


"Aku rasa itu juga berlaku bagi semuanya, meskipun mereka dan dirimu baru mengenal beberapa saat. Namun sosok seperti dirimu yang mau menerima dan memberikan harapan pada mereka itu sangat langka."


"Dulu sekali ada seorang Raja berasal dari salah satu Kerajaan Agung memiliki semangat sepertimu. dia memiliki kekuatan yang besar dan kepercayaan dari Rakyatnya, tidak peduli sesulit apapun dia selalu mementingkan rakyatnya."


"Namun raja yang baik dan bijaksana itu menghembuskan napas terakhirnya, ketika melawan Kalabendhu tingkat tinggi. Saat itu sistem dunia entah bagaimana memunculkan banyak sekali monster untuk menghancurkan kerajaan miliknya."

__ADS_1


"Seluruh rakyat begitu sedih dengan apa yang dialami oleh raja mereka, harapan yang selama ini menjadi lentera hati kini sudah tiada. Beberapa orang ada yang putus asa dan melakukan bunuh diri demi menyusul sang Raja, beberapa yang bertahan akhirnya menyatukan kekuatan lalu mendirikan sebuah kerajaan Agung yang baru dengan nama kerajaan Galuh."


"kalau aku boleh tahu siapa nama dari raja yang kau ceritakan itu Goobu?" tanya Yudi pada sang Goblin.


"Yah kalau aku tidak salah ingat dari leluhurku, namanya Sri Baduga Maharaja. Aku tahu nama asli beliau dari nenekku, dikatakan pada masa pemerintahannya kerajaan kuno Pajajaran. Berada dalam masa Gemah Ripa Loh Jinawi, sebuah masa di mana ketentraman, keamanan dan kedamaian, berada di tengah-tengah kekacauan, kengerian dan ketakutan. Selepas beliau pergi, kini sisa-sisa kerajaan itu adalah kerajaan agung Galuh yang sekarang kita kenal."


Yudi termenung ketika mendengar apa yang baru disampaikan oleh Goblin tersebut, setelah beberapa saat akhirnya dia mendapatkan sebuah pencerahan.


'Apapun yang akan terjadi, aku akan memikul tanggung jawab yang telah aku minta sebagai penasehat kerajaan goblin ini. Semuanya percaya padaku dan aku tidak ingin mengecewakan kepercayaan mereka, sebab nilai dari kepercayaan adalah sebuah nyawa.' ucapnya dalam hati.


"Baiklah, sepertinya aku mendapatkan keteguhan kembali.Terima kasih sudah mau membantuku Goobu."


"Sama-sama, master! Jika ada lagi yang kau butuhkan katakan saja!"


"Untuk sekarang tidak ada, aku ingin kau kembali!" perintah Yudi.


"Kalau begitu aku permisi, oh iya aku hampir kelupaan. Besok kita akan mengadakan rapat militer, karena kalabendhu akan datang dalam waktu 2 hari lagi. Kita harus bersiap-siap!"


"Kau benar, pastikan Rawu dan semuanya hadir dalam rapat ini." ucap Yudi


"Haha ayolah Goobu! saat seperti ini engkau adalah tuannya, sedangkan aku adalah bawahan."


"itu ditolak, bagaimanapun engkau tetaplah masterku. Sebab engkaulah yang telah menyelamatkan hidupku-"


"Oh ya sudah jangan kita bahas lagi, silahkan kau kembali." perintah Yudi dangan wajah kecut.


"Baik master," jawab Goobu.


"Astaga aku tidak bisa percaya dengan Goobu, padahal posisinya lebih tinggi dariku. Tapi dia masih tetap saja. Biarkanlah yang paling penting adalah menyiapkan strategi untuk melawan kalabendhu, yang sudah siap melibas. atas nama keluargaku dan seluruh orang-orang di desaku, akan ku lawan Kalabendhu dan siapapun yang berada dibalik peristiwa ini."


Sementara itu sang Goblin yang dulu merupakan bawaan dari pasukan kerajaan yang dulu di pimpin oleh Goobu, sekarang sedang termenung.


"Hanya tinggal menunggu hitungan hari, malapetaka itu akan tiba. Aku sudah menyiapkan semua yang ku bisa demi kedatangannya." ucapnya lantang.

__ADS_1


Lalu matanya melirik pada Zirah perak yang berkilau, hadiah itu dikirimkan padanya saat petang oleh perwakilan dari Wangsa Tuyul.


"Aku tidak pernah menduga akan mendapat hadiah seperti ini, bangsa Tuyul bisa disamakan dengan bangsa Kurcaci."


Seluruh bangsa di benua ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, namun jika seseorang melihatnya dengan pikiran terbuka. Apabila seluruh Wangsa bisa bersatu maka bisa dipastikan, tidak akan ada yang bisa melawan kekuatan besar itu.


Sebab kelemahan suatu bangsa akan ditutupi oleh keunggulan bangsa lain begitupun sebaliknya, hanya ada beberapa raja legendaris yang mampu melihat semua potensi itu. malangnya semua sudah pergi ke ke nirwana, sebab malapetaka yang selalu datang setiap 3 bulan sekali itu.


Sampai sekarang aku masih tidak meyangka, dengan armor tempaan mereka ini.


"Identifikasi!"


[Ding!]


[The Silver Commander Armor Set


Dibuat dengan bahan dari bijih perak murni, membutuhkan Skill Blacksmith tingkat Intermediate untuk bisa mengolahnya. Selain itu bahan Perak murni mudah sekali menguap, jika ditempa dengan suhu melebihi titik lelehnya.


Tidak diragukan lagi, ini adalah mahakarya dari seorang Blacksmith. Sebuah keberuntungan besar saat benda ini berhasil dibuat, tidak hanya itu bersama zirah ini terselip sebuah doa agar pemakainya selalu memperoleh kemenangan dalam menghadapi musuhnya.


+350 Poin Defense


+270 Poin Magic Defense


+125 Poin Agillity


+200 Poin Strength


+260 Poin Vitality


+90 Poin Luck


Ketahanan 300/300

__ADS_1


Spesifikasi : Dikhususkan untuk seorang Komandan pasukan.]


"Ah melihat statusnya saja, sudah membuat aku merasa ini sepeti mimpi."


__ADS_2