
"Bukankah itu sebuah kelancangan karena bersikap tidak hormat pada seorang Penguasa Mayapada ini?" Tanya Shadow.
"Itu jika dia mengetahui identitas diriku!" Balas Ki Semar.
Shadow membisu ketika Ki Semar membalas seperti itu. Lalu dia kembali bertanya.
"Apa maksud anda, bocah itu tidak mengenalimu sebagai Penguasa Mayapada ini?" Tanya Shadow.
Ki Semar anggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan Shadow itu. Dia juga heran kenapa bocah itu tidak mengenal dirinya.
"Sungguh aneh jika dia tidak mengenal anda, Tuanku!" Ucap Shadow.
"Aku juga berpikir demikian, karena Saat aku bertemu dengannya pertama kali. Matanya menatap diriku dengan hormat, namun bukan sebagai penguasa Mayapada. Dia memandang diriku dengan hormat sebagai orang tua." Ucap Ki Semar.
Shadow terdiam saat mendengar Rajanya berkata seperti itu. Dia bisa merasakan terdapat kerinduan mendalam dari kata kata yang diucapkan Ki Semar itu.
__ADS_1
'Kini aku mengerti kenapa diperintahkan untuk menjaga Anak muda itu.' Batin Shadow.
"Shadow! Teruslah berada di sampingnya, jika dia dalam kesulitan bantulah. Kalau ada pihak yang mencoba melukai dirinya dan kau tidak sanggup melawan. Lekas laporkan hal itu kepadaku." Ucap Ki Semar.
Shadow segera menjura dan menjawab, "sendiko dawuh, Gusti Prabu!"
Ketika Ki Semar hendak pergi, masih ada yang mengganjal di hati Shadow. Penguasa Karangka Dempel itu sunggingkan bibir dan berkata.
"Apa masih ada yang ingin kau tanyakan, Shadow?"
Sudut bibir Ki Semar melengkung, saat mendengar pertanyaan Shadow itu. Lalu dia menjawab pertanyaan Shadow.
"Aku memang mengetahui dirinya, tapi bukan melalui Skill milikku melainkan kalung yang dia kenakan!" Jawab Ki Semar.
"Kalung yang dia kenakan?" Beo Shadow.
__ADS_1
"Iya, kalung itu adalah pemberian yang kuberi pada seorang wanita di masa lalu saat dia sedang menuntut balas kematian putranya." Jawab Ki Semar.
"Oh aku ingat, tapi apa hubungannya kalung tersebut, dengan anda yang mengetahui Yudi?" Tanya Shadow lagi.
"Sebelum aku berpisah dengannya, aku membual kalau tidak akan ada satupun orang yang tidak mengenal diriku. Lalu dia berjanji akan menemukan seseorang yang tidak akan mengenal diriku. Jadi aku memberikan kalung tersebut sambil berpesan, jika anak tersebut ketemu berikan kalung tersebut padanya supaya aku bisa mengenal kalau dia adalah orang yang dimaksud olehmu. Dan ketika aku menemuinya untuk pertama kali, ternyata memang pemuda itu tidak mengenal diriku sama sekali." Jelas Ki Semar.
Shadow jelas tidak percaya, kalau Rajanya pernah bertaruh seperti itu dengan wanita tersebut.
"Sekarang, tenanglah diriku ini karena sudah mengetahui semua dengan jelas. Lalu bagaimana menurut anda tentang masa depan Pemuda itu, Tuanku?" Tanya Shadow penasaran.
"Inilah yang aku cemaskan, Shadow!" Balas Ki Semar.
"Memangnya kenapa, Tuan? Apa di masa depan dia akan mati?" Tanya Shadow panik.
"Kematian merupakan suatu kepastian, bahkan karena keinginan untuk melawan kematian itulah Kalabendhu tercipta. Kau pasti mengerti apa dan siapa yang kubahas ini, bukan?" Jawab Ki Semar.
__ADS_1
"Saya mengerti, Tuan! Tidak pernah saya sangka, kalau Kalabendhu ini merupakan salah satu dari tiga bencana besar yang dibuat untuk menghancurkan Benua atau mungkin saja dunia ini. Entah siapa yang membisikkan Aditya Puyuh di gunung kembar tersebut, sehingga melakukan hal mengerikan seperti ini." Balas Shadow dingin.