Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
chapter 53


__ADS_3

Setelah mendapat pertanyaan seperti itu, Gabai segera mengajak Yudi untuk mengikuti dirinya.


"Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu, tuan penasehat!"


Sesuatu untuk diriku pikir Yudi, dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan hadiah tiba-tiba seperti ini.


"Setelah mendengarkan semua penjelasan ku, kau pasti nya bisa menangkap maksud tujuan diriku!" ujar Gabai.


"Aku sejujurnya tidak tahu kenapa kau mengundangku datang kemari, tapi cerita yang baru kau sampaikan itu menarik. Makanya aku mencatat semua, karena aku mudah sekali lupa pada sesuatu." jawab Yudi.


"Kalau begitu, apa saja yang sudah kau catat dalam buku itu?" tanya Gabai.


"Banyak hal, diantaranya sejarah kerajaan Kutai. Kisah para Goblin, dan yang lainnya. Lalu terakhir adalah sejarah bangsamu yaitu Tuyul." balas Yudi.


Gabai tertawa ketika mendengar penjelasan itu, dia merasa gembira karena apa yang sudah di ceritakan pada Tuan penasehat ditulis olehnya.


"Ahaha para Mpu terdahuluku juga menyuruh untuk menyimpan sesuatu yang penting dalam buku. Mereka bilang buku bisa menjadi penghubung antara masa lalu, masa kini dan masa depan."


Seiring obrolan ringan terjadi, mereka menuju ke sebuah jubah merah yang tergantung rapi. Jubah itu begitu berkilau dan sedap di pandang, mau bagaimana pun mendeskripsikannya maka kata 'kualitas terbaik' adalah hal pertama yang terlintas.


'Bukankah baju itu sangat bagus, aku yang amatir saja bisa tahu kalau efeknya sangat menakjubkan.' pikirnya.


Gabai lalu membalik tubuhnya dan menatap Yudi, wajahnya menampakkan senyum.


"Karena telah kujelaskan sebelumnya tentang kemampuan Ras kami, yang mampu membuat item hanya digunakan oleh class atau tittle tertentu. Maka terpikirkan olehku untuk menciptakan sesuatu untukmu juga, Tuan Penasehat." ucapnya


Yudi menaikan alis, masih belum memahami sepenuhnya apa yang hendak di sampaikan oleh pemimpin wangsa Tuyul itu.


"Class dirimu adalah Mage, tadinya aku ingin membuatkan tongkat sihir dan sebagainya. Namun niat itu aku batalkan, karena terpikirkan olehku hal terpenting dari seorang Mage adalah pakaian yang mampu melindungi."


"Ja-jangan bilang kalau jubah ini untukku?" tanya Yudi penasaran.


Gabai menyunggingkan bibirnya sebagai respon dari pertanyaan tersebut.


"Tentu saja, silakan di identifikasi jubah yang telah kuciptakan, Tuan Penasehat!" pinta Gabai.


Yudi terdiam untuk sesaat karenat terkejut, lalu dia meneguk liurnya sendiri karena gugup dengan perintah tiba-tiba pemimpin wangsa Tuyul itu yang menyuruh untuk mengidentifikasi jubah tersebut.


"Apa kau serius? Membuatkan Item tersebut untukku?" tanya Yudi memastikan.


"Iya, sekarang coba identifikasi saja!" perintah Gabai seraya tersenyum.

__ADS_1


Yudi menurut, dia melangkah mendekati jubah yang dibuat Gabai. Masih ada rasa tidak percaya jika jubah yang berkilauan itu untuknya, segera dia mengidentifikasi item tersebut.


"Identifikasi!"


Ding!


Red Robe for Mage


Dibuat oleh pemimpin wangsa Tuyul karena menghormati sang Mage, bahan yang digunakan adalah kain tenun yang dibuat dari kempompong ulat hutan hijau legendaris.


Membuat jubah tersebut ringan dan nyaman di gunakan. Juga memiliki ketahanan yang kuat dan tidak mudah rusak. Mampu menambah kekuatan baik fisik dan sihir oada penggunanya


+ 9% Mana per 5 detik


+ 5% Mana point


+ 250 Defense Point


+ 238 All magic resistensi terhadap elemen Air, Tanah dan Angin


+ 120 Magic Attack


Pembuat : Gabai dari Wangsa Tuyul.


"Kau serius memberikan jubah ini untukku Gabai?" tanya Yudi


"Tentu saja, kalau tidak mana mungkin aku mengundangmu kemari, tuan penasehat." balas Gabai.


"Tapi ini berlebihan, aku rasa tidak perlu!" ucap Yudi


Gabai tersenyum lalu mengambil jubah yang tergantung itu, dia melipatnya dan memberikannya pada Yudi.


"Aku sudah susah payah membuatnya untukmu, tolong jangan ditolak. Aku kan sudah membuat zirah juga untuk Tuan Goobu, jadi tidak masalah. Sebentar lagi Kalabendhu akan tiba, jadi aku menyiapkan jubah ini untukmu," ucapnya memohon.


Melihat Gabai yang memohon seperti itu, Yudi menerima nya meski merasa tidak layak untuk menggunakan item buatan tangan pemimpin Tuyul itu.


"Aku merasa terhormat atas apa yang sudah kau buat untukku, sebenarnya aku merasa tidak layak atas pemberianmu ini, Tuan Gabai." ucap Yudi


"Apa yang anda katakan, kau adalah seorang penasehat. Jika hanya Raja saja yang tampak mulia dan gagah, maka akan menciptakan gosip yang tidak baik. Terutama pada kerajaan yang akan menjalin kerja sama dengan kita nantinya." balas Gabai.


Mendengar ucapan Tuyul itu, Yudi seakan disambar petir. Dia tidak bisa menampik apa yang diucapkan oleh Gabai, jika dirinya yang merupakan Penasehat memiliki penampilan yang kurang menyakinkan. Bagaimana wilayah ini yang akan disegani, sedangkan impiannya adalah menjalin kerja sama dengan kerajaan yang ada di sekitar.

__ADS_1


"Ternyata aku terlalu naif," gumamnya


"Eh, apa yang kau katakan?" sambar Gabai


"Ah tidak, aku hanya terpikir ucapanmu barusan, bagaimana kerajaan akan memandang kita jika aku menggunakan barang kualitas sembarangan, aku terima dengan senang hati pemberian darimu Tuan Gabai dan kuucapkan Terima kasih atas jubah yang telah kau buat ini." ucap Yudi.


"Nah begitukan lebih baik," sambung Gabai.


Setelah itu Yudi menaruh barang tersebut di cincin spatial miliknya, pemimpin Tuyul itu jiga memberi beberapa benda pada Yudi sebagai tambahan diantaranya.


Mage of Glave


Dibuat dari bahan yang kuat dan tahan air, merupakan hasil samakan dari kulit kijang Hutan hujan. Habitat mereka sangat sulit di cari sebab sudah tergerus oleh beberapa peradaban, faktor yang mempercepat kepunahan mereka juga adalah Kalabendhu.


Ketahanan : 200/200


Penyerapan serangan : 120/120


Efek Khusus : +2% serangan


Pengguna harus seorang Mage.


"Rusa hutan hujan itu sudah langka, mereka biasanya sering terlihat saat musim penghujan tiba untuk musim kawin. Tapi beberapa tahun belakang jumlah yang muncul berkurang, semoa barang ini juga bisa membantu." kata Gabai


"Kau memberiku banyak sekali, padahal kita belum terlalu mengenal." ucap Yudi ragu.


Hal yang diucapkan Yudi benar, awalnya dia hanya ingin membangun Desa bersama Goobu dan Goblin lainnya. Adapun penambahan wangsa lain memang masuk dalam rencananya, tapi itu mengambil waktu tiga sampai lima tahun mendatang.


Namun secara mengejutkan hal tersebut terjadi begitu cepat, sejak dia meninggalkan Goobu untuk membangun ulang desanya. Beberapa wangsa bergabung untuk membantu membangun desa, Sudah tentu Yudi terkejut dengan sikap yang ditampakan oleh pemimpin wangsa tuyul itu.


"Apa kau meragukan kesetiaan kami, tuan penasehat?" kata Gabai


"Aku tidak memiliki pemikiran seperti itu, sejujurnya aku senang saat melihat semua barang yang kau berikan. Tapi ini begitu tiba-tiba, aku jadi tidak tahu harus meresponnya seperti apa?" ucap Yudi.


Gabai kembali tersenyum saat mendengar ucapan Yudi itu.


"Kalau begitu, cukup terima saja! Tuan Penasehat! Aku mewakili yang lain, tulus ingin bekerja sama dalam membangun sebuah temoat yang kau sebut rumah itu. Jika petinggi dari tujuh kerajaan Agung mendengar mimpimu mereka mungkin akan menertawakannya, tapi saat mendengar ucapan itu darimu saat pidato pertamamu di pertemuan tersebut.


Sesuatu di hatiku tergerak untuk membantumu mewujudkan apa yang kau cita-citakan. Lalu kami para Tuyul hanya bisa membuat senjata dan armor, hal yang bisa kami lakukan adalah membuat senjata.


Jadi tolong untuk ke depannya jangan pernah tolak apa yang sudah kami buatkan untukmu, Tuan penasehat!" ucap Gabai mengakhiri jawabannya.

__ADS_1


__ADS_2