Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Bab 27


__ADS_3

Setelah deklarasinya yang lebih memilih jalur magic daripada seorang penyanyi atau penyair. Yudi segera menunjuk Goruru, "nah kalau begitu, aku mohon kerjasamanya Goruru!" ucapnya dengan wajah kemenangan.


'Sialan! Ternyata benar aku di jebak, niat menjebaknya malah aku yang kena jebak, tunggu saja pembalasanku tuhan penasehat!' batin Goruru.


"Kapan-kapan akan aku ajari bagaimana membuat cerita, supaya orang hanyut dalam cerita yang kita sampaikan!" jawab Goruru dengan grogi.


Ibu sophie yang mengetahui kalau yang bercerita sangat baik itu ternyata adalah Goruru, segera mendekatinya dengan antusias. mata miliknya juga sama berbinar saat dia menanyakan yudi tentang bagaimana dia bercerita di depan anak-anak.


"Wah ternyata dirimu yang pandai bercerita itu, kalau begitu bisa beritahu bagaimana kau bercerita tentang raja goblin yang membuat anak-anak di desamu sangat mengaguminya?"


pelipis Goruru berkedut ketika mendengar permintaan yang diutarakan ibu Sophie, sedangkan Yudi sendiri memberikan acungan jempol. Pertanda dia harus melakukannya, Goruru hanya bisa mendesah untuk selanjutnya berbicara.


"Baiklah akan aku ceritakan bagaimana aku menyampaikan kisah kepahlawanan raja Goobu kepada mereka," Goruru menceritakan apa yang disampaikan kepada anak-anak di desa, untuk menenangkan mereka.


Pada saat itu anak-anak tersebut sangat rapuh, sebab orang tua mereka yang telah berjuang harus meninggal untuk membuat mereka bisa melarikan diri. "Hal itu karena para penjual budak aku tidak akan melupakan dendam ini pada mereka, aku pasti akan membalasnya!" tegas Guru mengakhiri cerita.


Sedangkan tangannya menggenggam erat, pertanda jika dia benar-benar serius untuk membalas dendam. Ibu sophie yang melihat itupun hanya tertegun, dia juga hanya bisa melongo saat Goblin itu menyampaikan dengan lantang apa yang dirasakan nya.


Namun dia juga sedih, sebab goblin yang di depannya ini memilih jalur balas dendam.


"Bukan maksudku untuk menghakimi ataupun membuatmu melupakan apa yang kau rasakan, tapi apakah tidak bisa mengikhlaskan saja yang sudah terjadi?" ucap ibu Sophie.

__ADS_1


Tiba-tiba Goruru menggebrak meja dan matanya melotot. Segara dia bangkit dari tempatnya duduk, "aku tidak akan pernah bisa melupakan dendam ini, perasaan ini dan juga kekesalan ini. Diriku yang tidak berdaya saat mereka datang, aku hanya bisa berlari sambil melihat mereka mati satu persatu disembelih oleh para penjagal budak itu. Apa kau bisa tenang atau bahkan melupakan apa yang sudah dilakukan oleh seorang penjahat, yang telah membunuh keluargamu! Apa kau bisa memakluminya begitu saja!" bentak Goruru.


tak ada jawab untuk pertanyaan itu suasana berubah total, Ibu Sophie jelas menyadari kalau apa yang diucapkan Goruru itu benar, 'aku begitu naif yang berpikir kalau semuanya bisa diatasi dengan memaafkan, kenyataannya kadang orang-orang akan melakukan balas dendam demi kepuasan diri, termasuk diriku.' batin Ibu sophie.


Dia lalu memandang sendu Goruru, "aku minta maaf jika ucapanku barusan, membuatmu marah!" ucapnya.


sedangkan Yudi memandang bolak-balik ke arah ibu sophie dan juga Goruru, lalu dia melakukan merengangkan badan sambil berkata.


"Kenapa kok tiba-tiba jadi seperti ini. Goruru! Ibu sophie hanya menyampaikan kalau balas dendam itu tidak baik, bukan melarang mu untuk tidak balas dendam. Lagipula aku kan berjanji membantumu membalas dendam, lalu ibu Sophie! Aku harap kau belajar suatu hal, tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan jalan diskusi. kadang permasalahan itu bisa diselesaikan dengan cara menghunuskan pedang dan mempertaruhkan nyawa!" saat menerima ucapan tersebut Ibu Sophie menganggukan kepala, dia memahami dengan jelas apa yang sudah disampaikan oleh putra angkatnya tersebut.


"Baiklah, sepertinya urusan kita selesai! Goruru kita beristirahat," ucap Yudi untuk mengakhiri makan malam.


"Terima kasih atas hidangan yang kau berikan, ibu!" tambah Yudi


Melihat perbuatan tersebut, Ibu Sophie bertanya, "Apa yang kau lakukan?"


"Aku benar-benar minta maaf atas ucapan yang keluar dari mulutku," ucap Goruru


"Iya tidak apa-apa, aku juga salah karena berpikir terlalu Naif." jawab ibu Sophie menanggapi apa yang sudah diucapkan oleh Goruru.


Saat melihat kejadian itu Yudi tersenyum, 'sepertinya aku harus memberitahukannya tentang 'itu' pada Goruru.' batin Yudi.

__ADS_1


mereka bertiga akhirnya menuju kamar masing-masing, karena Goobu tidak ada secara tidak langsung Gorurulah yang menempati tempatnya.


Malam itu Goruru tidak bisa tidur, dia terpikir kembali akan sikapnya yang tidak sopan kepada ibu Sophie. "Bagaimana bisa aku mengucapkan kata-kata seperti itu kepadanya, padahal dia mau menerimaku yang seorang Goblin. Dia juga sebenarnya ingin menasehati bahwa jalan balas dendam tidak baik, tapi tidak mudah untuk melupakan apa yang telah mereka lakukan pada rasku," gumam Goruru.


Saat dia memikirkan hal tersebut, tiba-tiba sebuah ketukan terdengar di pintunya beberapa kali. Ketukan itu membuat Goruru menghentikan lamunannya, "iya silakan masuk!" ucapnya untuk mempersilahkan sang pengetuk masuk ke dalam ruangannya.


Saat gagang pintu itu bergerak dan pintunya mulai terbuka, nampaklah Yudi yang sedang berdiri di sana. "Apa yang membuatmu datang kemari tuan penasehat?" tanya Goruru yang penasaran dengan kedatangan Yudi.


"Aku datang kemari hanya untuk memberitahumu sesuatu, Ikuti aku!" ucap Yudi.


Lalu dia mulai berbalik, Goruru yang tidak mengerti hanya mengekor dari belakang. Sebab ingin tahu apa yang hendak disampaikan atau diberitahu oleh penasehat kerajaannya.


setelah melewati beberapa ruangan yang mengarah ke bawah tanah mereka sampai disebuah pintu, Goruru penasaran apa yang ada di balik pintu tersebut. "untuk apa kau membawaku kemari, Yudi?" tanyanya.


Setelah mengikuti perintah yang diberikan, tanpa menoleh dan tidak memberi tanggapan. Yudi meraih gagang pintu dan membuka pintu tersebut, segera Yudi mencari saklar untuk menghidupkan lampu di ruangan tersebu.


Ketika lampu dinyalakan alangkah terkejutnya Goruru saat melihat apa yang ada di dalam ruangan itu, "apa sebenarnya semua ini?" tanya Goruru pada Yudi.


Mendengar pertanyaan itu sang mage menjawab dengan nada rendah, "ini semua adalah barang-barang peninggalan dari anak ibu sophie, kau bilang kalau dia tidak mengerti sama sekali dengan apa yang sudah terjadi padamu. Kenyataannya dia juga sama hanya saja, dia tidak ingin menyampaikannya padamu!" ucap Yudi.


Lalu dia kembali melanjutkan, "Apa yang membuat dia melarangmu membalas dendam, mungkin karena dia tidak mau kau menempuh jalan yang sama dengannya. Awalnya kau berpikir dia naif, Aku juga demikian kurada dua dia juga berpikir dirinya sama seperti yang kita pikirkan. Tapi pada kenyataannya ruangan ini, didedikasikan untuk menyimpan sisa dari mayat yang telah membunuh putranya." ucap Yudi panjang lebar

__ADS_1


"Aku pikir dia orang yang ramah, namun nyatanya dia juga pendendam sepertiku. Kalau begitu, apa alasan dia menghalangiku untuk balas dendam!" Tanya Goruru


"Ini hanya dugaanku saja, sepertinya ibu Sophie tidak ingin kau mengalami hal yang sama sepertinya." Jawab Yudi dengan mata sendu.


__ADS_2