
Mimpi buruk itu sangat kejam 10.000 undead sudah siap menumpas Desa Amarta, waktu Hitung mundur dari sistem dunia akhirnya menunjukkan nol dan 2 Skeleton general segera Meraung memerintahkan ke-10.000 Undead untuk menyerang Desa Amarta.
Penduduk desa Amarta menggigil mendengar teriakan monster itu, kejadian ini bahkan tidak pernah diduga oleh siapapun. Kecerobohan atau bisa dibilang kepercayaan diri yang terlalu tinggi dari penasehat Desa Yudi, membuat kekacauan merasa tersinggung sehingga mengirim 10.000 Undead dengan dikomando oleh dua skeleton Jendral untuk menantang pasukan terbaik yang dimiliki oleh Yudi.
"Mereka datang!" teriak salah satu ras tuyul yang ditugaskan untuk memata-matai.
"Ayo Semuanya, bersiap jangan gentar!" ucap Buto Cakil.
Lalu sahutan-sahutan penyemangat itu terus dikobarkan oleh pemimpin masing-masing ras, benturan terjadi Ras Tuyul, Wanara, Kunti, Buto, Manusia dan Goblin bersatu untuk melawan Undead yang dikirim oleh kekacauan.
Dentingan pedang, suara daging yang terkoyak, suara baju besi yang tertusuk, jeritan-jeritan sakit dan pilu mewarnai medan pertempuran.
Bagi para Undead ketika mereka mati, mereka akan berubah menjadi kepulauan asap dan meninggalkan kristal sihir. Namun bagi makhluk lain tentu sangat menyedihkan, para Undead bisa dipanggil kembali oleh kekacauan sesuka hati sedangkan bagi mereka yang hidup.Ketika mereka kehilangan nyawa, mereka akan mati atau menghilang dari dunia ini.
Yudi sebagai penasehat desa sedang mengamati jalannya pertempuran, sedangkan raja Goobu terus di sisinya untuk memberikan dukungan moral bagi mereka yang berjuang melawan 10.000 Undead.
__ADS_1
"Bagaimana situasinya? tanya sang Raja.
Sudah satu setengah jam pertempuran berlalu dan nampak pasukan yang dimiliki oleh desa Amarta, masih cukup untuk menahan gempuran 10.000 Undead yang dikirim kekacauan.
"Untuk sekarang, kita masih bisa bertahan yang mulia. Jika keadaan ini terus bertahan, maka kemungkinan Desa Amarta bisa lolos dari kehancuran. Namun yang paling menyulitkan adalah mengatasi-"
"Dua Skeleton Jendral!" sahut Shadow yang tiba-tiba muncul di samping Yudi.
"Ya kau benar!" balas Yudi
"Serahkan dua Jenderal Skeleton itu padaku, aku akan menghabisinya. Sisanya kau harus memandu mereka agar terus bertahan menghadapi 10.000 Undead." tawar Shadow.
"Apa kau yakin bisa menghadapinya, Shadow?" Tanya Yudi.
"Jika aku diberi kesempatan tentu saja, lagi pula aku belum mengeluarkan kekuatanku sama sekali." Balas Shadow
__ADS_1
'Kau belum mengeluarkan kekuatan sama sekali, lalu kekuatanmu kau sebut apa?' batin Yudi.
'Seberapa kuat orang yang ditemukan oleh Yudi ini,' batin Raja Goblin.
"Jika kau bisa mengatasinya, Aku menyerahkan dua Jenderal Skeleton itu padamu. Sekarang aku bisa fokus untuk mengatasi 10.000 Undead tersebut, satu pesanku jangan mati Shadow." ucap Yudi dengan tegas.
Mendengar itu Shadow hanya terdiam, namun dari balik topengnya dia memberikan senyum simpul dan hanya mengangguk sebagai jawaban untuk Yudi.
Sebelum menghilang menjadi kepulauan asap, untuk menghadapi dua Jenderal skeleton. Setelah itu Yudi pun maju menyerang menggunakan sihir miliknya Fireball, Fireburn, dan Fireshot.
Sang Mage terus mengirimkan sihirnya pada para Undead yang ada di sekitarnya, tidak jarang sihirnya itu menyelamatkan beberapa pasukan yang hampir ditebas oleh para Undead.
"Aku mengandalkanmu, Shadow." ucap Yudi dalam hati.
Sementara itu orang yang diharapkan sudah berdiri di hadapan dua Jenderal skeleton, ketika melihat kedatangan Shadow keduanya langsung Meraung keras. Seakan mengintimidasi Shadow yang datang dengan sendiri tanpa satupun pasukan.
__ADS_1
"Kenapa kalian para monster suka sekali berteriak tidak jelas, tapi sudahlah demi memenuhi perintah dari orang yang dipercayakan Ki Semar. Aku akan mengirim kalian pada kekacauan yang mengutus kalian," ucap Shadow sembari mengeluarkan aura ungu yang sangat menekan