
Setelah mendengar perintah itu dari Goruru, para kelompok yang dulu pernah menjadi lawannya segera kembali untuk membawa anggota keluarganya. Tentu itu dilakukan untuk menjamin keselamatan dari keluarga mereka, karena jika tidak begitu keluarga mereka akan terancam.
Memberitahu lokasi dari Prasasti Yupa, merupakan sebuah hal tabu bagi penduduk kerajaan ini. Undang-undang itu sudah berlaku sejak ratusan tahun lalu,para petyinggi kerajaan tidak ingin ada orang yang membongkar rahasia itu.
Jika rahasia itu sampai terbongkar, maka stabilitasi kerajaan ini akan runtuh alibi mereka. Para penduduj yang merasa berhutang budi, karena sudah terlindung dari Holocaust hanya menurut saja. Bagi mereka selama dapat hidup dan makan sertq minum itu cukup.
Memang tidak ada yang menyalahkan pemikiran itu, semua orang mengharapkan hidup aman dan perut kenyang. Apalagi dunia ini dipenuhi monster berkeliaran dimana-mana. Tentu kehidupan nyaman adalah impian semua orang.
Manusia ataupun seluruh Ras yang ada dibenua ini selalu mencari kenikmatan dan membenci penderitaan, dasar sifat itulah yang cenderung membuat mereka hancur.
Kini tersisa Yudi dan Goruru yang menunggu kedatangan mereka bersama 10 Goblin lainnya, buah dari kesabaran biasanya sangat besar itulah yang diyakini Yudi.
"Apa mereka akan kemari lagi?" Tanya Goruru.
"Kemungkinan begitu Goruru, ketika manusia mengetahui ada tempat yang jauh lebih baik dari saat ini mereka berada. Keinginan untuk ke sana sangat besar, itu adalah sifat alami semua manusia dan mungkin seluruh Ras." Jawab Yudi.
"Bah kurasa itu ada benarnya, kami juga pindah dari tempat kami sebelumnya ke alas pati demi mencari penghidupan yang nyaman. Situasi dunia tempat kita dilahirkan sangat buruk, bahkan untuk makan dan istirahat kita harus selalu waspada. Belum lagi Holocaust yang selalu muncul setiap bulannya." balas Goruru.
"Karena itulah kita membutuhkan pengetahuan tentang Rajah tersebut, setelah urusan Rajah ini kutemukan. Maka kita bisa fokus untuk membangun ulang desa, dan menghadapi Holocaust. Setelah itu aku akan menjemput Ibu Sophie" ucap Yudi.
"Rencana yang bagus, tapi aku penasaran. Apa sebenarnya yang kau rencanakan. Terlepas dari membangun desa kami dan membamtu membalas dendam pada Guild perdagangan. Apa motivasimu sesungguhnya?" tanya Goruru.
Yudi menyipitkan mata saat mendengar pertanyaan itu, "tujuan utamaku adalah melawan Holocaust, aku ingin menguaknya. Siapa dalang dibalik bencana itu, apakah memang para dewa dan dewi yang mengaturnya. Atau itu perbuatan bodoh seseorang yang mengira dirinya bijaksana, atau memang itu adalah fenomena dunia ini. Aku ingin mengetahuinya." Ucap Yudi.
__ADS_1
"Jika itu semua adalah perbuatan dewa atau dewi, aku akan bertanya mengapa mereka menciptakannya. Jika itu perbuatan orang bodoh yang mengira dirinya bijak, aku akan memgutuknya dan memghancurkan ciptaannya itu sampai tak bersisa. Dan jika ini adalah fenomena belaka dari dunia, akan aku cari cara untuk mengakhirinya." tambah Yudi dengan nada penuh keyakinan.
Goruru tidak berkata apa-apa, saat mendengar seluruh alasan Yudi atau mungkin dia menyebutnya rencana besar milik pemuda itu. Namun saat memperhatikan, begitu rapuh dan kecilnya pemuda itu dia tersenyum masam.
"Tubuh kecilmu ternyata memiliki niat yang besar, apa hal itu tidak mengganggumu?" tanya Goruru atau lebih tepat ejeknya halus.
Yudi malah menanggapinya dengan senyum, seakan hal tersebut pasti bisa dia lakukan. "Kalau aku sendiri memang tidak mungkin, tapi aku punya Goobu, Buta Cakil, Luuin dan terutama kau, Goruru yang akan membantuku kan?" ucapnya.
Pernyataan yang dilontarkan Yudi membuat Goblin itu mematung sesaat, tidak pernah dia duga kalau orang di depannya ini. Memiliki pemikiran yang demikian luas.
Jawaban yang disampaikan Yudi, seakan menjawab ejekan dirinya, dan jika dia menampik apa yang diucapkan pemuda itu. Sama saja dia meragukan dirinya sendiri, karena termasuk bagian dalam rencana besar itu.
"Aku benar-benar mengagumi caramu membalasnya, terima kasih!" ucap Goruru.
"Eh untuk apa," tanya Yudi heran.
Karena sang Goblin tidak ingin dia memikirkannya, jadi Mage itu mengangkat bahu. Memaksa seseorang menceritakan apa yang dirahasiakan itu perbuatan tidak baik, karena dia mencoba mengabaikannya.
Setelah itu kelompok yang disuruh Goruru kembali dan mereka membawa keluarganya, serta memanggil Rawu yang tidak lupa membawa keluarganya juga.
"Oi sebenarnya apa yang kalian cari itu bisa mengundang bahaya, tapi kalau jaminannya adalah keluargaku selamat maka dengan senang hati aku ikut," ucap Rawu.
Dia sudah mengetahui rencana Yudi, untuk mengetahui rahasia dari prasasti Yupa. Memang dia dulu pernah diperintah mencari prasasti itu, namun tidak pernah dia temukan karena sang Merchant tidak memberinya petunjuk.
__ADS_1
"Baguslah, kalau kau bersedia ikut Rawu. Lalu Goba bawa lima orang Goblin dan bawa benda ini sebagai jaminan kalau mereka dibawah naunganku." ucap Goruru memberi perintah dan menyerahkan tanda jabatannya sebagai jaminan.
Lalu Yudi juga menyerahkan kalung dari ibu sophie, "bawa ini juga sebagai penjamin, aku takut Goobu masih ragu. Katakan kalau ini juga keputusanku, lalu bawa cincin parsial ini, di dalamnya ada bahan-bahan untuk membangun desa serta bahan makanan." ucap Yudi.
Goba menerima barang yang diserahkan Yudi padanya, kemudian dia menatap ke arah para wanita dan anak-anak yang menjadi keluarga dari kelompok itu.
"Semuanya jangan takut, aku akan mengawal kalian sampai ke desa para Goblin bersama kawan-kawanku!" ucapnya.
"Tidak adil kalau hanya kau yang menjaga mereka, Reka bawa 4 orang dan kawal juga sampai ke desa Goblin. Pastikan kau juga membantu pembangunan desa itu, selama aku tidak ada kau bertanggung jawan penuh menjaga mereka. Aku mempercayakan anak dan istriku."
Reka segera menunduk saat mendengar perintah Rawu, "saya siap melaksanakan apa yang kau tugaskan, ketua!" ucapnya.
"Nah Ranti dan Mira! Ayah akan menjalankan tugas dulu, setelah selesai kita akan bertemu lagi untuk bermain bersama." ucap Rawu.
Mira merangkul Ayahnya erat, "janji kalau ini yang terakhir ya, habis itu kita akan selalu bersama dan ayah tidak perlu pergi jauh lagi." pintanya.
"Iya, ayah janji," jawab Rawu.
"Suamiku hati-hati, pulanglah dengan selamat!" ucap Ranti.
"Iya, aku pasti akan kembali. Kau juga pastikan selalu menemani Mira." balas Rawu.
Mereka yang tidak ikut mengawal juga memberi salam perpisahan, seperti yang dilakukan oleh Rawu. Setelah semuanya selesai, barulah Goba dan Reka berjalan untuk pergi ke desa para Goblin di Alas Pati.
__ADS_1
Setelah mereka menjauh, Yudi kemudian mengintrupsi. "Baiklah, secepatnya kita berangkat. Ada hal yang harus kita temukan." ucapnya seraya memamerkan gulungan peta yang diberikan Luuin.
Mereka pun mulai bergerak menuju arah yang ditunjukkan peta tersebut, tujuan Yudi menemukan rahasia Rajah itu. Lalu menerapkannya pada desa Goblin. Sekaligus mencari tahu apa maksud dari ramalan itu.