Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Kebenaran baru


__ADS_3

Di tengah kesenangan dan kegembiraan yang meluap-luap, karena berhasil menghalau Kalabendhu. Sang Penasehat desa sedang menyendiri, sambil memeriksa status desa Amarta yang sudah mendapatkan Level Up.


...Ding!...


[Desa Amarta


Level 1 -> 7 : 59%


Di bangun dengan kegigihan oleh seorang Raja Goblin, wilayah belantara ini sekarang menjadi miliknya. Dan sedang dalam tahap menuju pembangunan yang lebih baik.


Raja : Goobu


Penasehat Desa : Yudi


Panglima Perang : Goruru


Militer : 50 -> 120


Ekonomi : 90 -> 150


Budaya : 45 -> 110


Teknologi : 60 -> 130


Religi : 65 -> 140


Pengembangan desa : 120 -> 200

__ADS_1


Keamanan : 78% -> 85%


Saat ini belum dibentuk sebuah tentara khusus yang menjadi penjaga wilayah. Hanya ada Manusia, Buto, Goblin, dan Wanara yang terorganisir secara suakrela untuk menjaga keamanan desa ini.


Ada banyak bangunan baru


Penduduknya sangat miskin


Para Merchat belum mengenali wilayah ini, sebab belum adanya akses jalan kemari.


Membutuhkan banyak ornamen dan beberapa benda kesenian, untuk menambah daya tarik wisatawan.


Penduduk Lokal masih sedikit memiliki kepercayaan pada dewi, tapi kebanyakan percaya pada dewi Sri.


Dimasa depan akan menjadi Religi resmi dan dibangun sebuah kuil untuk Dewi Sri.


Bahan pangan dan Buah-buahan.


Total populasi 3570 orang


Terdiri dari wangsa manusia, Goblin, Buto, Wanara, Kunti, dan Tuyul.


Biaya operasi pengeluaran


Sumbangan untuk kuil Sri 5% -> 8%


Pengembangan desa 15% -> 19% ]

__ADS_1


Yudi termenung melihat status desa yang menjadi batu pijakan dirinya, untuk menjalankan rencana besar miliknya. Dalam sekejap desa ini sudah meningkat pesat dan langsung menjadi level 7 setelah menghadapi kalabendu pertamanya.


"Perkembangan desa ini begitu pesat, aku berharap kecepatannya terus konstan seperti ini. Agar aku bisa menjalankan semua rencana yang sudah ku buat, untuk mengungkap semua rahasia di dunia ini." Gumam yudi


"Tuan Penasehat, apa yang ada lakukan disini?" Ucap suara dari belakang Yudi.


Penyihir itu melirik ke arah suara berasal dan mendapati sosok yang memanggilnya, merupakan bawahan yang telah mengalahkan Great Skeleton dalam kalabendu kali ini


"Aku sedang mengamati desa yang menjadi tanggung jawab ku, apa itu salah? Lalu bukankah ini Pahlawan kita?" Ucap Yudi.


"Aku merasa tersanjung dengan pujianya. Untuk pertanyaan Anda, tentu saja tidak Tuan Penasehat! Saya hanya penasaran, kenapa anda tidak bergabung dengan yang lainnya untuk merayakan kemenangan kita kali ini?" Balas Sosok Bertudung.


"Aku tidak suka dengan keramaian, tapi aku tidak membenci hal tersebut. Lalu bagaimana dengan kerugian kita akibat peperangan ini?" Jawab Yudi.


"Kita kehilangan sekitar 50 orang dalam Kalabendhu ini, 125 orang terluka loka dan sisanya sehat!" Balas Sosok tersebut.


Ketika mendengar itu, Yudi menundukkan kepala. "Jadi ada korban jiwa ya, tidak kusangka. kupikir kita bisa melewatinya tanpa satu korban jatuh." Ucapnya.


"Hal seperti ini adalah biasa Tuanku, Kalabendhu merupakan momok yang paling mengerikan di dunia ini. Selama ribuan tahun, kita masih belum mengetahui apa dan siapa yang mengendalikan Kalabendhu itu. Meskipun dahulu kami pernah hidup bersandingan dengan para dewa, namun rahasia Kalabendhu masih tampak samar-samar. Mungkin hanya sang Taya saja yang tahu dengan jelas tentang Kalabendhu ini. Ucap Sosok itu panjang lebar.


"Kalian pernah berdampingan dengan para dewa, Shadow?" Tanya Yudi


"Tentu saja, sebab kami adalah bangsa yang lahir setelah para Dewa di ciptakan oleh sang Taya." Jelas Shadow.


"Tolong jelaskan hal ini sepenuhnya!" pinta Yudi setaya menyiapkan kertas dan Pena.


"Sesuai dengan perintah anda Tuan penasehat, saya harap apa yang akan saya jelaskan ini, membuat rasa penasaran anda terpenuhi," Jawab Shadow.

__ADS_1


__ADS_2