
Belum ada reaksi sejak Yudi mengucapkan secara sempurna, lima poin dari Pancasila yang telah dibuatnya selama dua jam itu.
"Ahahahaha!"
Mendadak semua orang tertawa, Yudi tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Apa mungkin Pancasila yang telah dibuat oleh nya itu terlalu tinggi.
Dunia ini keras dan juga kejam, hukum tertinggi di sini adalah Hukum Rimba. Dalam hukum itu tersirat sebuah frasa, yang kuat akan menguasai segalanya. Sedangkan yang lemah akan menjadi keset bagi yang kuat.
'Aku ingin hukum itu tidak berlaku di sini, wilayah yang ku bangun dengan Goobu sebagai pijakannya. Bukanlah wilayah yang menganut hukum Rimba, jadi apa yang terjadi sebenarnya.' batinnya bingung.
Pemimpin Kunti yang menyadari wajah dari calon penasehat itu kebingungan, karena mereka tertawa segera menjelaskan.
"Ahaha, bukan maksud kami untuk menyinggung dirimu yang telah membuat Pancasila itu, tapi yang menggelitik diriku adalah kau menyebutkannya salah. Harusnya yang pertama itu Kaping Pisan bukan Pindho. Astaga, aku tidak tahu ada orang yang memiliki kosa kata aksara Pegon cukup buruk." jelasnya sambil mengelap air mata yang menetes.
Lalu pemimpin Tuyul juga menambah.
"Aku juga sependapat, dilihat dari mana pun seluruh poin yang kau buat itu sudah bagus. Aku Gabai, menyetujui kalau itu dijadikan sebagai dasar hukum di tempat ini. Bagaimana dengan yang lain." ucapnya.
Pemimpin Wanara yang sudah selesai tertawa juga ikut merespon.
"Tentu saja aku menerimanya, Aku Asuman. Menyetujui apa yang sudah kau buat untuk dijadikan sebagai dasar hukum di desa ini." ucapnya.
"Aku juga setuju," ucap seorang Buto.
"Demikian kami juga." ucap seorang Tuyul.
Nada seperti itu terulang satu sampai beberapa kali, itu karena para penduduk menyetujui apa yang telah dibuat Yudi. Mendengar sudah begitu riuh mereka menerima, Rawu hanya menyentil sedikit.
"Ya ampun, kalau seperti ini kejadiannya. Kurasa kita tidak perlu mengkritik. Bukan maksudku untuk mengejek, tapi Tuan Yudi. kau memiliki ide yang bagus, kuharap di masa depan bisa melihat kebijakan hebat apa lagi yang akan kau buat." ucapnya santai.
'Tuan Yudi sudah membuktikan kelayakannya sebagai seorang penasehat, sekarang adalah kesempatan yang bagus untuk mengangkatnya menjadi penasehat desa ini.' batin Goobu.
Sang Goblin Lord menggerakan tangannya dan itu membuat keriuhan menjadi sunyi. Mereka terkejut dengan sikap yang mendadak dilakukan oleh Goruru.
Segera Goblin Lord Goobu bangkit dari kursi nya, membuat jubah yang dikenakan berkibar. Dia merentangkan tangannya dengan perkasa dan berseru.
"Mulai hari ini, desaku memiliki dasar hukum bernama Pancasila yang dibuat oleh Tuan Yudi, lalu ini juga mengukuhkannya secara sah menjadi seorang penasehat di sini. Siapaun yang memiliki keraguan atas keputusanku, segera tekan tombol tidak setuju dan bila kalian ingin agar Tuan Yudi menjadi penasehat tekan tombol Tidak setuju!" teriaknya.
Sebuah jendela muncul di depan mata semua orang dan berisi pesan
[Penobatan seorang Penasehat
__ADS_1
Di setiap pemerintahan baik itu dalam bentuk Dukuh, Dusun, Desa bahkan sekelas Kerajaan Agung. Harus memiliki seorang penasehat yang tugasnya membantu sang Raja untuk mengambil keputusan agar negeri dan rakyat yang dipimpinnya bisa hidup dengan layak.
Sekarang pemimpin kalian yaitu Raja Goobu yang berstatus Sebagai Goblin Lord, meminta kalian untuk memutuskan apakah kandidat yang ditunjuknya layak atau tidak menjadi seorang penasehat di tempatmu.
Pilihan ada di tangan kalian, ingatlah kalau masa depan tergantung bagaimana kalian mempercayai orang yang telah ditunjuk.
Setuju/Tidak setuju.]
Ketika semuanya membaca dengan detail informasi yang diberikan oleh Hint tersebut, mereka saling melirik satu sama lain. Namun ada beberapa orang yang begitu bersemangat.
"Aku setuiu!" ucap Seorang manusia
"Aku juga!" seru Wangsa Kunti
"Menciptakan hukum untuk mengatur itu sangat sulit, kami juga menyetujuinya," ucap wangsa Buto seraya menekan kotak setuju di panel tersebut.
Itulah keributan yang terjadi setelah Goobu memberikan pengumuman, dia ingin agar Yudi tidak dipilih sepihak olehnya saja. Melainkan oleh rakyatnya juga, tapi ada maksud tersembunyi dari tindakan tersebut.
'Aku ingin melihat apa mereka akan mempercayai dirimu sepenuhnya, Master!' batin Goobu.
Jika panel yang muncul pada semua orang adalah voting untuk menyetujui atau tidak dia menjadi penasehat desa ini. Maka yang muncul di depan Yudi isinya berbeda.
Goblin Lord desa, memberikan pilihan bebas pada rakyatnya atas jabatan yang akan diberikan padamu. Keputusan ini merupakan bentuk dari kepercayaannya pada rakyatnya, untuk melihat apakah mereka sependapat dengan dirinya.
Jika hasil ini 51% menyetujuinya maka kau akan otomatis dipromosi sebagai penasehat. Dengan Tittlemu, maka kau bisa memiliki akses untuk mengatur pembangunan ekonomi yang ada di tempat ini.
Statistik [Penasehat] akan diberikan jika kau berhasil mendapat nilai yang sudah tertera.
Hasil sementara 42% menyetujui dan terus meningkat.]
'Tittle ini adalah pondasi utama, untuk menjalankan semua rencana yang telah ku susun. Aku harap ini berjalan lancar.' batin Yudi.
Angka terus meningkat bersamaan dengan teriakan dukungan dari mereka yang hadir, lalu lima menit berlalu angkanya naik sungguh fantastis. Yudi bahkan tertegun dengan hasil yang ditunjukkan [System Dunia].
[Pemberitahuan
Kamu telah mendapat 100% suara menyetujui untuk dirimu menjadi penasehat, dengan ini maka sudah dikonfirmasi kalau dirimu akan di promosi menjadi penasehat.]
Sebuah cahaya menyelimuti tubuh Yudi, membuat semua yang hadir menutupinya dengan apa yang mereka punya. Ketika cahaya itu redup, tidak ada yang berubah dari tubuhnya.
Kecuali di atas kepalanya muncul sebuah notifikasi <>, membuat semua yang melihat bersorak.
__ADS_1
"[System Dunia] sudah meresmikannya." gumam seseorang
"Yeeeeaaaahhhhh." teriak senang mereka menggema.
Yudi sedikit bingung untuk menanggapi apa yang telah mereka lakukan, gelombang kegembiraan karena dirinya sudah di promosi menjadi penasehat membuat dia salah tingkah.
'Aku memang berkata ingin jadi [Penasehat] tapi tidak terpikirkan akan menjadi heboh seperti ini.' batinnya
"Selamat untuk promosi anda, Tuan Yudi." ucap Widura
"Aku menghaturkan hormat padamu, Tuan Penasehat." ucap Gabai.
"Tolong bimbing kami dalam kebijaksanaanmu, tuan Penasehat!" ucap Asuman.
"Kami menawarkan tenaga kami, jika kau membutuhkannya jangan sungkan untuk mengatakannya." Tuan Penasehat! ucap Buto Cakil.
"Panjang umur untuk anda, Tuan Yudi! Semoga ke depan kami diberkahi dalam pengawasan dirimu." ucap Rawu.
"Selamat atas penobatan Tuan Yudi, semoga kita diberikan kejayaan atas pengangkatannya." ucap Goruru.
"Selamat atas Penobatannya!" Seru mereka semua semarak.
Tepuk tangan dan sorak sorai begitu menggema, lalu giliran Goobu yang memberikan penetapan secara simbolis. Seorang pelayan datang dengan sebuah mahkota yang terbua dari kain yang dipintal berwarna merah.
"Kemarilah, Tuan Yudi! Biar ku berikan peresmian secara simbolis dariku." ucapnya.
Yudi mendekati Goobu dan menunduk, Goblin Lord segera meletakan mahkota itu di kepala dan tepuk tangan kian meriah. Setelah menerima mahkota itu, Yudi menunduk dan sedikit mengundurkan diri.
Dia lalu menatap wajah-wajah yang akan mendukung dirinya menjalan rencana yang dia buat. Wangsanya sendiri manusia, Buto, Goblin, Kunti, Tuyul dan Wanara.
"Aku ucapkan terima kasih atas kepercayaan kalian, jabatan ini amatlah sulit dipundak kecilku ini. Karena itu, aku sangat mengharapkan bantuan kalian ke depannya. Semoga kita bisa meciptakan apa yang telah impikan selama ini. Teriaknya.
'Holocaust, ini adalah langkah awal diriku untuk menghadapimu. Berikanlah pasukan terbaikmu, maka aku akan menghadapinya dengan pasukan terbaik yang akan ku latih. Jadi persiapkan dirimu, Holocaust.' batinnya.
Author Note: Hai semuanya, terima kasih ya. Atas bantuan dari kalian, novel ini akhirnya bisa dapet kontrak dari Noveltoon. Ini merupakan tugas berat untukku, menjaga amanah yang kalian berikan.
Sungguh, lulusnya kontrak ini berkat kalian membaca, memfollow, Like dan komen ceritaku. Aku tidak bisa memberikan balasan yang sepadan untuk bantuan kalian.
Karena itu, aku akan berusaha memberikan apa yang aku bisa untuk kalian. Agar bisa menikmati cerita ini, semoga kalian gak bosen mampir ke ceritaku ya.
...Salam hangat!...
__ADS_1