Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Chapter 41


__ADS_3

"Ada apa baginda memanggil hamba." tanya Tonu saat dirinya sampai dihadapan Raja Rekatama.


"Ada sebuah hadiah yang belum aku berikan padamu." ucap sang Raja.


Tonu pikir dia sudah mendapatkan balasan, dari usahanya mencari bahan bahan yang Diinginkan oleh sang Raja. Rumah dan kekayaan yang diberikan padanya, lebih dari kata cukup untuk kehidupan dirinya.


"Kalau boleh tahu, hadiah apa itu." tanya Tonu kembali.


"Aku ingin memberimu hadiah lagi, katakanlah apa yang kau inginkan. Jika itu bisa ku kabulkan maka akan kuberikan, ucapkan saja keinginanmu, Tonu." balas sang Raja.


"Maaf baginda, hamba merasa terhormat mendengar apa yang sudah anda tawarkan. Tapi hadiah yang telah anda berikan lebih dari cukup baginda. Jadi hamba tidak perlu meminta lagi." jawab Tonu seraya menunduk.


"Sudah jangan malu malu, kali ini aku serius ingin memberi hadiah lagi padamu, Tonu." ucap sang Raja.


Mendengar perintah itu sudah di ulang sebanyak dua kali, membuat Tonu tidak enak hati jika harus mengelak lagi. Takut jika dirinya menyinggung perasaan Raja Rekatama.


"Hamba mengerti, tapi bisakah anda berikan alasan. Kenapa bersikeras memberi lagi hadiah pada hamba." ucap Tonu.


"Hadiah pertama karena kau sudah membawa bahan bahan itu kepadaku, walau harus ada korban jiwa dalam pencariannya. Hadiah itu kuberikan sebagai bayaran karena kau memenuhi harapanku. Lalu kali ini aku memberikannya murni atas rasa syukur, karena putriku yaitu Ambalika sudah membaik dan sekarang dalam masa pemulihan," jelas panjang Raja Rekatama.


Tonu segera merendahkan kepala, ketika mendengar apa yang diucapkan Raja Rekatama.


"Hamba ikut bersyukur, atas kabar yang telah di diberitakan oleh baginda. Kabar ini saja cukup bagi hamba sebagai hadiah, karena saya juga mengharapkan kesembuhan untuk Tuan Putri Ambalika." ucap Tonu seraya menghaturkan sembah.


"Terima kasih atas ucapanmu itu, aku merasa gembira Putriku memiliki banyak orang yang mencintainya." kata Raja Rekatama sambil tersenyum.


Dia begitu senang karena putrinya sangat dicintai dan disayangi oleh seluruh rakyatnya.


"Karena itu aku memerintahkan dirimu, untuk mengucapkan apa yang kau inginkan sebagai rasa syukur ini." perintah sang Raja.

__ADS_1


Tonu kehabisan akal untuk menghindar lagi, tiga perintah di awal adalah jumlah yang bisa dia tolerir. Sebenarnya dia sudah mengatakan keinginannya, namun entah bagaimana itu tidak dihitung oleh sang Raja sebagai sebuah keinginan.


Lalu dia mengambil kesempatan ini, untuk menyerahkan surat yang di titipkan oleh Yudi padanya. Buru buru dia haturkan hormat.


"Jika baginda memaksa, maka baiklah saya memiliki permintaan." ucap Tonu.


"Hah baguslah, lekas ucapkan apa yang kau inginkan. Kalau itu masih dalam tahap bisa kuberikan, maka akan ku kabulkan." respon sang Raja.


Tonu tersenyum sambil tangannya mengambil surat yang dititipkan Yudi. Sang Raja keheranan dengan apa yang akan dilakukan oleh Tonu.


"Tidak perlu khawatir baginda, permintaan dariku tidak muluk. Cukup terima ini saja dan hamba tidak ingin, anda memaksa saya untuk menyebutkan keinginan lagi." ucap Tonu sambil menyodorkan surat dari Yudi.


Raja Rekatama terkejut ketika Tonu memberikan surat itu padanya, rasa heran mendorongnya untuk memastikan.


"Surat ini untukku?" tanya sang Raja seraya menunjuk dirinya.


Tonu mengangguk sambil tersenyum, "iya baginda ini untuk anda, terimalah!" ucapnya.


Emosi dirinya diaduk seiring membaca, wajahnya diawal tersenyum namun saat di pertengahan surat dia melebarkan mata. Tonu melihat perubahan wajah dari Rajanya itu, lalu saat membaca tiga paragraf terakhir emosinya memuncak.


"Sialan! Jadi kejadian yang dialami oleh Putriku adalah ulah Guild Perdagangan Budak. Tidak bisa dimaafkan." ucapnya seraya berdiri dengan muka merah padam.


Tonu mengigil ketika mendengar rajanya memaki, setelah membaca surat yang diberikan olehnya.


'Jadi Yudi memberi informasi kalau Putri Ambalika telah diracun oleh Guild Perdagangan Budak. Sungguh hebat dia bisa mengetahui itu,' batinnya.


"Tonu, lagi lagi kau memberi informasi berharga, aku berterima kasih. Dayang! Bawa kemari apa yang ku pesan." perintah sang Raja.


Lalu Dayang kerajaan datang menghadap, dengan sebuah kantung yang dibawa menggunakan nampan. Raja Rekatama mengambil kantung itu dan mendekati Tonu.

__ADS_1


"Aku memberimu ini, jangan ditolak pemberian kali ini. Hal sama juga akan kuberikan pada keluarga Toni. Lalu terima kasih atas surat yang kau berikan, sekarang kau boleh pulang kembali." ucap sang Raja seraya menyerahkan kantung hitam yang berisi banyak koin emas.


Tonu tidak berani menolak, sebab sudah diberi ultimatum untuk tidak menolaknya. Meskipun enggan, namun karena menghormati keinginan Raja Rekatama. Dia menerima hadiah tersebut.


"Hamba yang harusnya berterima kasih karena Yang Mulia begitu murah hati pada diriku, harapanku hal ini tidak berhenti pada diriku atau Toni saja. Tapi menyebar ke seluruh rakyat tuanku. Semoga Yang Mulia selalu di karunia berkah oleh Dewa Sadono dan Dewi Sri. Lalu menjadi seorang Raja seperti Raja Sri Mahapunggung yang Legendaris, yang namanya tersohor ke pelosok benua Jawadwipa." ucap syukur dan doa Tonu untuk sang Raja.


Mendengar apa yang diucapkan Tonu, membuat sang Raja begitu gembira. Apalagi di doakan agar dia memiliki karakter seperti Raja Legendaris Sri Mahapunggung yang merupakan titisan sang Dewa Sadono.


Di masa lalu yang sangat jauh Dewa Sadono dan Dewi Sri, pernah menjelma ke Benua Jawadwipa. Para Cendekiawan, Pujangga, dan Sejarawan sudah menuangkan semuanya ke dalam sebua buku kuno yang legendaris.


Buku itu di tulis dengan aksara Pegon yang merupakan sastra tertinggi bagi manusia saat itu. Ada tiga bahasa di dunia ini, Aksara Sansekerta milik para dewa lalu Aksara Pallawa sebagai hadiah dari dewa untuk manusia.


Ketiga adalah aksara Pegon yang merupakan aksara serapan dari aksara Pallawa. Bisa dibilang akar dari Aksara ini adalah Sansekerta.


Hal ini untuk membantu mereka yang kemampuan [Reading] dan [Learning] mereka hanya berada di tahap Beginner saja. Dengan kata lain akasara Pegon adalah aksara sehari hari dari makhluk yang ada di dunia ini.


"Doamu itu begitu menghibur diriku, silakan kembali pada keluargamu, Tonu!" ucap Raja Rekatama seraya mempersilahkan Tonu kembali pulang.


"Doa terbaik selalu hamba berikan untuk anda dan keluarga kerajaan. Kalau begitu hamba mohon pamit!" ucap Tonu seraya mengundurkan diri.


Ketika Tonu sudah pergi, Raja Rekatama segera memanggil Senopatinya.


"Senopati!" panggilnya.


Senopati kerajaan Girisetra segera menghaturkan sembah, ketika Raja Rekatama memanggilnya.


"Daulat Gusti Prabu." ucapnya.


"Perketat penjagaan di jalur yang biasa dilalui para Merchant. Jika kau mendapati para Merchant atau apapun yang berhubungan dengan Guild Perdagangan Budak tahan mereka. Jebloskan semuanya ke penjara, kau mengerti!" perintahnya dengan nada geram

__ADS_1


"Sendiko dawuh, Gusti Prabu." respon sang Senopati kemudian mengundurkan diri.


"Permasalahan ini tidak bisa dianggap remeh, aku akan membalas apa yang telah kalian lakukan pada putriku. Lalu Red Mage Yudi, aku akan mengirim seorang utusan dan bantuan untukmu." gumamnya.


__ADS_2