
"Sungguh menakjubkan sejarah dari mereka. Baiklah, terima kasih penjelasanmu Rawu," ucap Yudi.
Setelah mengatakan itu, Yudi meletakan kembali buku catatan dan pensil miliknya ke dalam tas.
"Baiklah, kurasa sudah tidak ada lagi yang kita bahas. Ayo kembali, aku ingin beristirahat." ucap Goruru
"Kau benar, badanku masih pegal. Oh iya, apa kami memiliki tempat untuk beristirahat, Raja Goobu." tanya Yudi
"Tentu saja, seorang Goblin akan memandu kalian. Aku juga ingin istirahat, ingatlah besok kita akan mengadakan rapat untuk membahas lebih lanjut tentang pembangunan wilayah ini." ucapnya.
"Baiklah, aku juga mau kembali. Kuharap besok tidak membosankan seperti sekarang." ucap Rawu malas.
"Jadi kau menganggap apa yang sekarang kita bahas membosankan, padahal aku menikmati saat kau menjelaskan tentang sejarah dari wangsa Kunti, wangsa Tuyul dan wangsa Wanara." Ucap Yudi.
Mendengar itu Rawu mendengus, "itu kau yang menikmati sedangkan aku menahan emosi, terutama saat bagian penjelasan tentang sejarah wangsa Wanara." ucapnya ketus.
Tanpa dosa Yudi langsung merespon, "memangnya ada apa kau emosi, Rawu!"
Sang Assasins hendak meledak ketika mendengar apa yang baru disampaikan Yudi. Namun tidak jadi, karena itu akan merepotkan.
"Sudahlah, aku langsung kembali saja. Yang Mulia Raja Goobu, aku permisi. Bila berada di sini lebih lama, takutnya tanganku kelepasan memukul seseorang." ucapnya seraya membalik badan dan melangkah pergi.
Keringat menetes di dahi Rawu melihat sikapnya, terlebih Yudi seakan tidak menyadari kalau yang dimaksud assasin itu adalah dia.
"Ah semoga kau baik baik saja," jawab Goobu.
"Aku juga permisi, Raja Goobu!" ucap Goruru sembari menyusul Rawu.
"Ah iya," respon Goobu.
__ADS_1
Ketika itu Yudi juga hendak melangkah pergi, "nah kalau begitu, aku juga akan-"
"Bisakah Master tetap di sini!" ucap Goobu tiba tiba.
Hal itu tentu membuat Yudi menghentikan ucapan dan tindakannya yang ingin menyusul Goruru dan Rawu.
"Ada apa, Goobu? Kenapa tiba tiba sekali?" tanya Yudi heran.
"Begini Master, sejujurnya aku merasa tidak enak menjadi Raja. Bukan karena aku ingin menghindari tugas yang tidak ada habisnya, namun perasaan bersalah sebab pernah gagal melindungi rakyatku terus menghantui diriku. Hal itu membuatku tidak percaya diri menjadi Raja, karena itulah besok aku berencana menjadikan master sebagai Raja menggantikan diriku." Jelas Goobu mencurahkan isi hatinya.
Mendengar penjelasan yang menggambarkan isi hati bawahannya itu, membuat Yudi bingung menanggapinya bagaimana. Dilihat dari manapun hasil dari kepemimpinan Goobu sangat bagus, dia mengatur wilayah bagi rakyatnya agar tidak terjadi perebutan wilayah antar Wangsa.
Namun perasaan bersalah yang menghantui, itu adalah sesuatu yang dia tidak tahu jawabannya. Namun dia tidak ingin membuat bawahannya itu frustasi.
"Sedari awal aku berencana membuatmu menjadi Raja, tujuannya agar kau bisa menebus kesalahan dirimu itu. Perasaan bersalah yang menghantui dirimu itu, mungkin adalah sisi lain dirimu yang tidak ingin kau menjadi baik." ucap Yudi
"Apa maksudmu, Master?" tanya Goobu heran.
Apa yang di sampaikannya barusan benar benar panjang. Bahkan dirinya sendiri tidak sadar, jika sudah mengatakan hal sebanyak itu. Sedangkan Goobu dengan setia mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Masternya. Lalu Yudi menambahkan.
"Namun hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menerima kesalahan itu dan berusaha mencegah kejadian itu terulang. Bukan di sebut menyerah mereka yang selalu salah, kemudian berulang kali bangkit dari beban kesalahan itu dan belajar memperbaiki. Orang yang menyerah adalah mereka yang melakukan kesalahan, namun terus merenungi kesalahan yang dia perbuat dan tidak pernah berusaha memperbaikinya." terang Yudi
Ketika mendengar apa yang dinasehatkan oleh Yudi, sesuatu yang paling dalam di lubuk hati Goobu merekah. Dia seakan menemukan harapan, ketika sang Master dengan tulus menasehati dirinya.
"Aku berterima kasih atas nasehat yang kau berikan, Master! Beban yang memberatkan pundakku seakan berkurang, tapi apa kau serius tidak ingin mempertimbangkan tawaran dariku untuk menduduki posisi ini, Master?" ucap Goobu.
"Aku lebih senang mengatur sambil melayani, jadi aku sudah cukup dengan statusku sebagai penasehat. Karena itu juga yang ku pinta sebagai syarat, bukan?" ucap Yudi
Goobu mengangguk ketika mendengar itu, "iya Master! Sekali lagi aku berterima kasih atas nasehat dan waktu yang kusita untuk mendengar keluh kesahku." ucapnya
__ADS_1
"Santai saja, jika kau ada masalah jangan sungkan berbagi. Kalau aku bisa membantu akan kuusahakan, namun kalau tidak ya aku paling hanya bisa menasihatimu agar lebih bisa bersabar atas apa yang kau alami." ucap Yudi.
"Siap, Master! Silahkan jika Master ingin beristirahat." ucap Goobu
"Kalau begitu, aku permisi Goobu!" balas Yudi seraya berbalik dan melangkah meninggalkan Goobu.
Seperti yang dikatakan oleh Goobu, saat dia sampai di ambang pintu. Ada seorang Goblin dengan zirah kulit sedang meunggunya, ketika dia sudah mendekat.
Goblin itu menunduk hormat, "Tuan Penasehat! Saya Goka bertugas mengantar anda, harap ikuti hamba untuk menuju tempat yang telah disediakan oleh sang Raja." ucapnya sopan.
Yudi membalas, "terima kasih, tolong pimpin jalannya!" perintah Yudi.
"Baik, Tuan!" balas Goblin itu seraya bangkit dari posisi sebelumnya.
Goblin itu kemudian mulai melangkah dan Yudi mengekorinya, langkah mereka santai tidak lambat ataupun buru buru.
"Jika kau tidak keberatan, bisakah kau sampaikan berapa kepala Suku yang berhasil dipanggil oleh Raja Goobu." tanya Yudi.
Sang pengantar nampak terkejut saat penasehat raja itu menanyai dirinya. Lalu dia menjawab dengan jujur.
"Raja Goobu berhasil mengumpulkan tujuh kepala suku Goblin. Tiap tiap kepala suku waktu itu membawa sekitar seratus lima puluh sampai dua ratus lima puluh Goblin di bawah kepemimpinan mereka." jawab sang pengantar.
Yudi mencubit dagu saat mendengar jawaban Goka, lalu dia mengkalkulasikan jumlah yang telah disebutkan oleh sang Goblin.
"Jika kita ambil minimal maka jumlah Goblin adalah seribu lima puluh Goblin, sedangkan maksimalnya adalah seribu tujuh ratus lima puluh Goblin. Apa kau punya angka yang tepat, jumlah dari Goblin secara keseluruhan, Goka?" tanya Yudi.
"Data dari mereka yang bertugas menghitung jumlah penduduk, memyatakan kalau jumlah pasti dari Wangsa Goblin adalah seribu empat ratus tujuh puluh Goblin yang ada di wilayah ini." Jawab Goka.
Menerima jawaban itu membuat Yudi menganggukan kepala, menganalisis dari jumlah itu membuat dirinya yakin dan berharap akan satu hal.
__ADS_1
"Semoga saat Holocaust nanti kami masih bisa bertahan," gumamnya yang seakan berbisik.
Hal yang dikhawatirkan oleh Yudi itu akan tiba kurang dari satu minggu. Karena itu, malam ini dia akan membuat rincian hal yang harus segera dibuat demi keteraturan wilayah yang di pimpin Goobu.