
"Jika kau memiliki solusinya maka tidak perlu bagiku, untuk meragukan apa yang akan kau rencanakan." ucap Goruru.
"Terima kasih atas pengertiannya, lalu Raja Goobu. Itu saja informasi yang kuberikan, detailnya akan kujelaskan saat peremuan dengan ketua masing masing Wangsa." ucap Yudi
"Aku mengerti, kalian sampaikan pada semuanya. Kalau esok akan diadakan pertemuan penting dan diharapkan, bahwa ketua masing masing wangsa harus hadir. Kalian paham!" ucap Goobu.
"Baik Baginda," jawab mereka serentak.
"Kalau begitu silahkan kembali pada tugas kalian!" perintahnya lagi.
Semuanya menghaturkan hormat dan perlahan keluar dari ruangan itu. Lalu segera Yudi dan Goruru mendekati Raja Goobu.
"Akhirnya, laporan mereka selesai. Sudah seminggu lebih aku mengemban tanggung jawab ini." keluh Goobu.
Yudi dan Goruru melekukkan sudut bibir saat sang Raja Goblin, mengutarakan keluh kesahnya. Perihal mengatur kekuasaan yang telah dibangunnya.
"Setidaknya, kau membangun wilayah ini dengan baik. Kulihat juga tata kota serta yang lainnya rapi. Aku malah berpikir kehadiranku sebagai penasehat tidak dipelukan." ucap Yudi
"Kau benar, serahkan pada Raja Goobu maka semua masalah selesai. Kita hanya perlu menuruti saja perintahnya." sambung Goruru.
Mendengar keduanya berkata seperti itu, Goobu mendecih sebab cara mereka menyampaikan seakan melemparkan semua pada dirinya.
"Jangan pernah berpikir kalau kalian akan lolos dari tugas, Tuan Yudi akan kutetapkan Sebagai penasehat utama. Lalu Goruru, kau akan kutunjuk sebagai Panglima Perang wilayah ini. Kalian akan kulantik besok saat perkumpulan dengan ketua seluruh Wangsa. Huft, Inilah kenapa aku tidak mau menjadi Raja lagi. Kepalaku sakit karena mengatur semuanya, jadi kalian harus membantu. Apa kalian paham!" tegasnya
Baik Yudi dan Goruru hanya tersenyum kikuk, ketika mendengar perkataan Goobu itu. Mereka merasakan kalau ucapan panjang sang Raja adalah luapan kejengkelan bukan sebuah perintah.
__ADS_1
"Wah! Wah! Sepertinya ada sesuatu yang menarik terjadi di sini?" ucap sebuah suara saat ketiganya sedang berdiskusi serius, atau lebih tepatnya Goobu sedang meluapkan kejengkelannya.
Ketiganya melirik arah datangnya suara dan di dapati seorang bertubuh kecil dengan jubah coklat. Dia mengenakan pelindung kulit coklat dan beberapa bilah belati tersemat di pinggangnya.
"Rawu! Sedang apa kau kemari?" ucap Yudi.
"Oi ayolah kita adalah teman yang dipertemukan dalam peperangan, tidak bisakah kalian menyambutku sedikit. Meskipun aku berada di pihak yang melawan kalian, tapi sekarang aku sepenuhnya berada dipihak kalian." ucapnya
Dia berjalan mendekati mereka, ketika sudah dekat dia menghaturkan hormat dengan menundukkan tubuhnya.
"Salam hormat hamba, Yang Mulia Raja Goobu! Semoga umur panjang dan kemakmuran serta kesejahteraan dilimpahkan oleh Dewi Sri untukmu dan untuk wilayah kekuasaanmu." ucapnya lagi seraya mengangkat tubuhnya dan memberi senyum hangat.
Goobu ketika mendapat doa tersebut, segera mengangguk dan menimpali.
"Terima kasih atas doa yang kau berikan padaku dan juga wilayahku. Aku senang akhirnya ada orang yang bisa sedikit meringankan beban pikiran. Sedangkan yang lain malah menambahnya." ucapnya dengan nada bersyukur dan ketika mengatakan kalimat terakhir matanya melirik pada Yudi dan Goruru.
"Apa aku datang di saat yang tidak tepat?" ucapnya gugup.
Yudi dan Goruru menghilangkan aura pada tatapannya, lalu beralih dengan tangan bersedekap.
"Tidak juga, hanya saja bisa bisanya kau mengambil air bersih di genangan air keruh. Akan kuingat ini, Rawu!"bucap Yudi
"Kau benar, Yudi! Kita sudah mendapat reputasi buruk, itu semua karena kedatangannya yang sok polos dan membual dengan berkata mendoakan sang Raja." tambah Goruru.
Kini giliran Goobu yang sweatdrop ketika mendengar keduanya mengatakan itu. Sedangkan Rawu, makin merasa bingung dengan situasi yang dihadapinya.
__ADS_1
'Apa mereka berdua belum makan, sehingga bersikap seperti itu?' batinnya.
"Sudah lupakan saja, aku juga bercanda jangan diambil serius. Lalu bagaimana cerita kalian? Kenapa bisa lama sekali?" tanya Goobu.
Ketika sang Raja Goblin sudah berkata seperti itu, keadaan normal kembali. Lalu Yudi, Goruru, dan Rawu menjelaskan detil apa yang dilakukan mereka sebelum bertolak untuk kembali.
"Kami sebenarnya sedikit lagi mendekati Prasasti Yupa itu. Hanya hutuh dua ribu langkah lagi, lalu rahasia yang ada di dalamnya akan kita kuasai. Namun, Tuan penasehat meminta agar itu dibatalkan. Sebab khawatir jika di sana ada lebih banyak penjaga dan kami akan mati konyol." ucap Goruru
"Kehati hatian Tuan Penasehat, benar benar tidak bisa di tentang. Kondisi kami yang buruk setelah disergap juga faktor pendukung, kenapa kami menyetujui untuk membatalkannya." tambah Rawu.
Raja Goobu menganggukan kepala, ketika mendengar laporan akhir dari Rawu.
"Jadi tujuan kalian adalah menguak apa yang ada dalam Prasasti Yupa, peninggalan Raja Legendaris Mulawarman. Beruntung kalian membatalkan niat itu, kurasa Yudi punya alasan selain prasangka itu. Apa kau bisa menjelaskannya, sebelum aku memberitahu sesuatu?" ucap Goobu.
Mendengar tanggapan Raja Goobu mmebuat mereka penasaran, segera Yudi mengangguk untuk menjawab pertanyaan itu. Walau dalam hati ada rasa penasaran, tentang sesuatu yang diketahui oleh Goobu.
"Saat itu, aku memiliki semacam firasat kalau kami meneruskan pencarian itu. Maka kami akan binasa, sebab yang menyerang kami saja levelnya berjarak enam level dari kami. Murni sebuah keberuntungan kami bisa selamat, saat disergap mereka. Saat itu aku berpikir, kalau untuk menyergap kami saja levelnya sudah berada dua puluhan. Maka pasti yang menjaga prasasti Yupa di atas itu levelnya." Jelas Yudi menjawab pertanyaan Goobu.
"Kata hatimu telah menyelamatkan kalian semua, sangat jarang orang yang mendengar apa yang diucapkan kata hatinya. Sebab pikirannya dipenuhi dengan ego dan kepongahan. Namun hasil dari tidak mengikuti kata hati, biasanya berakibat fatal. Karena itu jagalah selalu telingamu untuk mendengar apa yang terbesit dari hati kecilmu, Tuan Yudi!" respon Goobu ketika mendengar penjelasan Yudi itu.
Kemudian dia berdehem dan melanjutkan, "adapun yang kuketahui adalah pihak kerajaan Kutai sudah membuat sebuah pasukan khusus yang diberi nama Sakapitu, yang tugasnya adalah menjaga agar rahasia dari Prasasti Yupa itu tidak dicuri oleh seorang pun. Dan kalian tahu, rata rata yang menjaganya berada di level tiga puluh atau empat puluh. Kalian benar benar beruntung, karena tidak melanjutkan pencarian itu." ucap Goobu.
Serentak Goruru dan Rawu kaget saat tahu kalau Prasasti itu di jaga oleh seseorang, sedangkan Yudi malah mengingat kembali saran yang diberikan oleh Luuin. Saat menyerahkan Peta tersebut.
["Berhati hatilah, kemungkinan ada tentara yang ditugaskan untuk menjaga Prasasti Yupa agar rahasianya tidak diambil oleh orang asing."]
__ADS_1
'Apa yang diucapkan Luuin ternyata benar, tapi aku jadi penasaran dengan masa lalu Luuin.' ucap Yudi dalam hati.
jika kalian bisa beri saran, tolong beri saran nama untuk ketua bagi Wangsa Kunti, Wangsa Tuyul dan Wangsa Wanara.