Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Chapter 35


__ADS_3

"Baik yang mulia! Seperti yang kita ketahui, jumlah wangsa yang ada saat ini. Di wilayah kita ada enam, yang mana rinciannya sebagai berikut. Wangsa Goblin, Wangsa Manusia, Wangsa Buto, Wangsa Tuyul, Wangsa Kunti dan Wangsa Wanara. Masing masing dari Wangsa menawarkan bantuan yang mereka bisa untuk membangun tempat ini." ucap Sang pelapor.


Yudi mengerutkan kening, saat mendengar laporan itu. Jumlah Wangsa yang berdiam di wilayah Goobu saat ini lumayan banyak, untuk mengatur mereka diperlukan sebuah dasar pemerintahan.


"Maaf Yang Mulia, aku memiliki usul yang mungkin bisa membantu! Tapi sebelum itu, apa ada hal lain yang ingin kau laporkan lagi?" tanya Yudi.


"Ada, ini mengenai pasokan pangan yang dikonsumsi oleh kita semua. Hamba tidak tahu dari mana menjelaskan, tapi yang jelas masalah ini cukup pelik. Hutan ini memang subur, tapi untuk memberi makan kita semua yang ada di sini bisa menjadi masalah. Memang untuk beberapa bulan ke depan kita akan aman. Namun, setelah itu kita akan kewalahan karena pasokan pangan. Belum lagi, dua bulan dari sekarang musim kemarau akan tiba. Itu adalah bencana bagi seluruh Wangsa, karena saat itu akan sulit bagi kita menemukan makanan. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan untuk sekarang, silakan jika Tuan penasehat ingin memberikan penyelesaiannya." ucap sang pelapor setelah menjelaskan detil permasalahan, yang di masa depan akan dihadapi oleh wilayah ini.


Yudi mengangguk saat dirinya mendapat restu oleh sang pelapor, lalu dia kemudian meminta restu juga pada Goobu. Sebuah anggukan dari Goobu menandakan kalau dia diijinkan mengutarakan pendapatnya.


"Sebagaimana yang dijelaskan panjang lebar oleh pengamat kita, wilayah ini memang subur dan berlimpah ruah. Namun jika kita tidak mengendalikan diri, maka akan menjadi malapetaka untuk kita. Sebelum aku mengutarakan solusi untuk ini, apa ada yang bisa menjelaskan tawaran apa aja yang diajukan oleh masing masing wangsa selain Goblin, Manusia, dan Buto. Sehingga bisa diterima!" ucap Yudi pada mereka.


Salah seorang berdiri dan menghaturkan hormat, "ijinkan hamba memberikan detil apa yang ditanyakan anda. Para Tuyul menawarkan untuk menjadi pandai besi, para Kunti akan membantu mencari buah-buahan dan hewan buruan dan para Wanara menawarkan tenaga mereka, untuk membangun pagar dan berjaga-jaga di sekitaran wilayah ini." ucapnya.


"Hm tawaran yang bagus, lalu Raja Goobu! Bagaimana status dari wilayah ini sendiri." tanya Yudi pada sang Raja Goblin.


"Ah mengenai itu, silahkan lihat sendiri statusnya." balasnya seraya memberikan status wilayah yang dibangun.


...Ding!...


[Desa tanpa nama


Level 1


Di bangun dengan kegigihan oleh seorang Raja Goblin, wilayah belantara ini sekarang menjadi miliknya.


Militer : 50


Ekonomi : 90


Budaya : 45


Teknologi : 60

__ADS_1


Religi : 65


Pengembangan desa : 120


Keamanan : 78%


Saat ini belum dibentuk sebuah tentara khusus yang menjadi penjaga wilayah. Hanya ada Manusia, Buto, Goblin, dan Wanara yang terorganisir secara suakrela untuk menjaga keamanan desa ini.


Ada banyak bangunan baru


Penduduknya sangat miskin


Para Merchat belum mengenali wilayah ini, sebab belum adanya akses jalan kemari.


Membutuhkan banyak ornamen dan beberapa benda kesenian, untuk menambah daya tarik wisatawan.


Penduduk Lokal masih sedikit memiliki kepercayaan pada dewi, tapi kebanyakan percaya pada dewi Sri.


Dimasa depan akan menjadi Religi resmi dan dibangun sebuah kuil untuk Dewi Sri.


Bahan pangan dan Buah-buahan.


Total populasi 3570 orang


Terdiri dari wangsa manusia, Goblin, Buto, Wanara, Kunti, dan Tuyul.


Biaya operasi pengeluaran


Sumbangan untuk kuil Sri 5%


Pengembangan desa 15% ]


Saat Yudi melihat daftar statistik wilayah yang dibangun Goobu. Dia merasa puas sebab itu melebihi ekspetasinya, setelahnya dia pun mengutarakan pendapat.

__ADS_1


"Status tempat ini lumayan bagus, kesejahteraan juga terjamin. Cuman banyak yang harus di perbaiki." ucap Yudi.


"Karena itulah kau dibutuhkan, Penasehat! Aku sangat yakin kau akan mengatur wilayah ini dengan baik," ucap Goobu.


Yudi menunduk hormat saat kalimat itu diucapkan Goobu.


"Aku senang dengan kepercayaan yang diberikan olehmu, Yang Mulia! Lalu mengenai apa yang dikhawatirkan oleh tuan pelapor. Aku sudah menyimpulkan gagasan penting, pertama kita akan mengumpulkan bahan makanan. Untuk itu pembangunan sebuah lumbung harus segera dimulai. Mengingat musim kemarau akan tiba dua bulan lagi. Lalu kita juga harus membangun sebuah waduk, untuk mencegah kita kekurangan air bersih. Hal ini tentunya harus mendapatkan persetujuan dari seluruh pemimpin tiap Wangsa. Karena itu, aku meminta agar esok diadakan rapat besar yang dihadiri oleh ketua masing masing Wangsa, apa itu bisa dilakukan yang Mulia?" ucapnya menyelesaikan penjelasan dari rencana yang dia miliki.


Orang orang yang hadir di sana terkagum kagum, akan begitu cepat sang Mage membuat rencananya. Mereka di sana bahkan tidak ada satupun yang memikirkan untuk membangun sebuah lumbung, untuk persediaan makanan atau membangun waduk untuk persediaan air bersih.


'Rencana miliknya sangat bagus.'


'Padahal dia hanya diberitahu statistik desa ini, juga sedikit informasi dari apa yang dihadapi. Tapi dia sudah memikirkan, untuk menyiapkan tempat menimbun makanan.'


Disaat semua kagum akan rencana itu, Goruru yang selalu kritis menyela.


"Aku setuju dengan apa yang di utarakan oleh Tuan Penasehat. Tapi bagaimana kita bisa membuat makanan itu tahan lama? Sedangkan, kita tidak memiliki teknologi untuk mengawetkan makanan. Kalau kita hanya fokus mengumpulkan tanpa tahu bagaimana mempertahankan kesegarannya. Maka sama saja kita mengumpulkan sampah, yang artinya semua usaha kita jadi sia sia." ucapnya meminta penjelasan.


Apa yang ditanyakan Goruru itu bukanlah tanpa alasan, di dunia ini setiap benda dan makanan serta minuman atau lainnya. Memiliki yang namanaya Durability atau batas akhir barang itu bisa digunakan.


Untuk bahan pokok atau sebuah rumah biasanya Durability dihitung berdasarkan putaran waktu. Contohnya hari, minggu, bulan dan tahun.


Adapun untuk senjata dan armor biasanya Durability dihitung, berdasarkan berapa kali benda itu digunakan.


Dengan kata lain jika benda benda yang Durability habis, maka benda itu akan menjadi busuk atau rusak bagi makanan dan bangunan.


Lalu bagi Durability senjata yang habis, maka senjata itu akan rusak dan tidak bisa digunakan lagi kecuali diperbaiki.


Khusus air Durabilitynya adalah Unlimited atau tidak ada batas waktu, karena itu merupakan hal paling pokok dalam dunia ini.


Mendengar pertanyaan itu sudut bibir Yudi melengkung. Dia tidak menyangka kalau Goruru benar benar begitu teliti tentang permasalahan itu.


'Hal yang biasanya dianggap sepele dan sering dilupakan, namun kau menyorotnya lebih. Jelas pertanyaan ini benar benar penting, karena itu juga menjadi masalah jika tidak diperhatikan.' batin Yudi.

__ADS_1


"Ah sebuah gagasan yang bagus, Tuan Goruru. Pertanyaan anda memang bagus, itu juga akan menjadi masalah jika tidak ditangani dengan baik. Namun aku juga punya solusinya, jika aku tidak memiliki solusi untuk masalah itu. Mana mungkin aku meminta kita mengumpulkan bahan makanan, bukan!" balas Yudi pada pertanyaan Goruru.


__ADS_2