
Satu skeleton berhasil menebas bahu Goruru. Sementara Skeleton lain mencoba menebas kepala milik komandan desa Amarta itu.
"Sialan! Tidak akan sempat!" Batinnya
Sebelum pedang karatan itu menebas leher komandan pasukan. Sepasang belati menghadangnya, itu adalah bawahan yang telah diperintahkan Yudi untuk membantu.
Setelah menangkis serangan, sosok itu menyerang dua skeleton yang mengepung Goruru dengan mudah. Lalu tanpa berbalik, dia berkata pada Goruru.
"Mundurlah Panglima, biar urusan ini kami tangani." Ucap sosok bertudung itu.
"Siapa kau?" Tanya Goruru.
"Aku adalah wakil ketua dari pasukan bayangan yang dibentuk oleh Penasehat desa. Saat ini ketuaku sedang membantu menangani [Great skeleton] yang sedang dihadapi oleh pemimpin wangsa Buto dan Wangsa Wanara." Jawabnya
"Pa-pasukan bayangan? Aku tidak pernah mendengar kalau penasehat membentuk hal seperti itu?" Tanya Goruru
"Tentu saja, keberadaan kami dirahasiakan dan bertugas ketika situasi genting. Setidaknya itulah yang bisa kuberitahu, jika Anda bertanya lebih lanjut. Maka Dagger ini akan bersarang di kepala anda. Karena penasehat desa sudah mengijinkan kami bertindak, jika ada yang mencoba mencari tahu lebih dalam tentang kami!" Jawab sosok bertudung.
"Baik, aku tidak akan bertanya lebih jauh. Lalu-"
__ADS_1
Sebelum Goruru rampung mengatakan apa yang ingin dia tanyakan. Sosok itu sudah menghilang dan membuat debu disekitar melayang.
'Ternyata, Yudi membentuk pasukannya sendiri. Apa sebenarnya yang dia rencanakan di masa depan, sepertinya dia akan membuat perubahan besar di benua Jawadwipa ini.' batin Goruru.
Sementara itu, Buto Cakil kewalahan menahan serangan yang dilancarkan oleh musuh di depannya. Perbedaan tinggi dan kekuatan menjadi penyebab hal itu.
Lalu di satu momen, Great Skeleton menebas kuat ke depan. Bermaksud membelah tubuh Buto Cakil, melihat serangan itu Buto Cakil gunakan senjata yang dibuat wangsa Tuyul untuk menangkisnya.
Tubuhnya terdorong dua meter, sebuah keberuntungan karena tubuhnya tidak terkena luka fatal. Kecuali tangannya yang terasa kebas.
'Cih, kekuatan miliknya sangat gila.' batin Buto Cakil.
"Hati-hati Tuan Buta Cakil!" Ucap Widura.
"Aku akan berusaha sebaik mungkin."
"Menyerahlah, Wangsa Buto! Tidakkah kau merasa malu karena sudah dibantu oleh Wangsa Kulit pucat." Ucap Great Skeleton.
Kedua pimpinan wangsa terkejut, dengan apa yang diucapkan oleh Skeleton raksasa itu.
__ADS_1
"Kau bisa bicara?" Kejut Buto Cakil.
"Kebanyakan monster di Tingkat [Besi] sudah bisa bicara walaupun beberapa kata. Karena itu jangan pernah lengah, apalagi terkena hasutannya." Jawab seseorang dengan tudung hitam yang muncul tiba-tiba.
"Siapa kau?" Tanya sang Great Skeleton.
"Kau tidak perlu tahu identitas asliku. Yang jelas, aku adalah ketua dari pasukan bayangan yang melindungi Desa Amarta atas perintah sang Penasehat!" Jawabnya tegas.
"Berarti kau bantuan dari Penasehat desa Yudi?" Tanya Widura
"Bukan bantuan tapi pasukan khusus di bawah perintah sang penasehat. Jika kau mencoba mencari tahu lebih jauh, maka kepalamu akan melayang." Jawab Sosok tersebut dengan tegas.
"Eh!"
"Terserah kau adalah pasukan atau pelindung. Tapi desa ini akan kubuat menjadi puing, sama seperti yang biasa aku hancurkan." Ucap Great Skeleton dengan angkuh
"Huuuh dasar arogan, tidak akan kubiarkan kau berbuat seenaknya." Ucapnya seraya meraih pedang Besar yang bersandar di punggungnya.
Widura dan Buto Cakil terkejut, saat melihat jenis senjata yang digunakan oleh sosok tersebut.
__ADS_1
'Apa dia bisa mengayunkannya?' Batin Widura.
'Seberapa kuat sosok ini?' Batin Buta Cakil.