Romansa Putih Abu

Romansa Putih Abu
Rancang Busana Perdana


__ADS_3

Ira dan teman-temannya terlihat sedang sibuk mengerjakan sesuatu di ruangan unit Tata Busana sebagai kegiatan pertamanya semenjak dia memutuskan untuk bergabung di unit ini. Para seniornya ingin mengetahui daya kreativitas adik-adik junior baru. Yaitu belajar merancang busana, sebagai pelajaran awal dari kegiatan tata busana. Temanya bebas. Lalu diberi waktu selama 1 jam untuk membuat sketsa baju sesuai rancangan masing-masing.


Berbagai reaksi pun timbul. Ada yang langsung mendapat ide, ada juga yang agak lama karena merasa belum ada ide apapun.


'Ah, aku mau mendesain gaun pengantin muslimah, yang modern, elegan, modis, namun tidak berlebihan,' gumam Ira dalam hati.


Sejenak ia tampak menerawang, mencoba merancang dalam khayalannya dulu seperti apa wujud gaun pengantin muslimah itu sebelum dituangkan di kertas khusus untuk desain yang telah disediakan oleh seniornya. Tak lama kemudian akhirnya Ira mulai menggambarkan sketsa setelah mendapatkan ide utuh dengan menggunakan pensil khusus untuk menggambar. Semua perlengkapan memang sudah disediakan, jadi mereka tinggal mengerjakan saja tugasnya masing-masing.


Beberapa senior tampak berkeliling melihat pekerjaan adik-adik juniornya. Sambil sesekali bertanya-tanya tentang rancangan busana yang mau atau sedang dibuat. Rima, Sang Koordinator Unit Tata Busana tampak mendekati Ira, agak lama berhenti di belakangnya.



"Apa yang mau kamu buat?" tanya Rima.


Ira terlihat sedikit terkejut mendengar teguran itu, sedikit menoleh ke arah Rima, menghentikan aktifitasnya sejenak. Namun akhirnya dijawab juga, "Emh, rencananya sih, gaun pengantin muslimah, Kak."


"Wow, gaun pengantin? Sambil merancang masa depan juga rupanya, ya? Memangnya ada rencana mau nikah cepat?" goda Rima.


"Ah, tidak, Kak. Masih lama, lah. Tiba-tiba terlintas begitu saja, " terangnya malu-malu, wajahnya tampak bersemu merah. Membuat teman-teman lainnya tersenyum mendengar obrolan keduanya.


"Oh, dikira ada rencana mau nikah muda, " goda Rima lagi.

__ADS_1


"Masih lama, lah, Kak. Belum kepikiran, " jawabnya. Wajahnya jadi makin memerah. Membuat Rima jadi tergelak.


"Lucu juga kamu. Oh iya, siapa nama kamu?" tanya Rima saat menyadari ia belum tahu nama adik juniornya itu.


"Namaku Irawati Wirawan Adiguna, panggil saja Ira, " jawab Ira.


"Oke, baiklah, Ira, lanjutkan pekerjaan kamu. Saya mau lihat hasilnya nanti. Jadi penasaran seperti apa sih konsep gaun pengantin muslimah versinya kamu, " ujar Rima, sambil menepuk pelan bahu Ira, dan lanjut melihat pekerjaan juniornya yang lain.


"Baik, " jawab Ira.


Ira pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


Satu jam kemudian, Rima mengingatkan waktu yang sudah disediakan telah berakhir. Seketika semua langsung menghentikan kesibukan mereka.


"Gimana, sudah selesai semua? Atau waktu yang saya berikan masih kurang lama? Ada kesulitan kah?" tanya Rima.


"Sudah, Kak, " jawab mereka serempak.


"Baiklah. Saya dan teman-teman juga dari tadi sudah melihat sebagian desain kalian. Nah, setelah itu, saya minta kalian mempresentasikan hasil desain masing-masing. Saya ingin tahu konsep utuhnya seperti apa. Gimana, siap?" ujar Rima.


"Siap, Kak!" jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Baik, saya kasih waktu untuk kalian mempresentasikan desainnya masing-masing 15 menit per orang, " ujar Rima lagi.


Satu per satu semua mempresentasikan hasil desain mereka di hadapan teman-teman dan para seniornya. Tibalah giliran Ira.


"Assalamualaikum, saya mau mempresentasikan hasil desain saya, yaitu gaun pengantin muslimah. Mengapa saya mengambil ini? Pertama, saya memang suka gaun-gaun pengantin. Sengaja konsepnya pengantin muslimah, karena busana seperti ini sudah tidak asing lagi seiring dengan semakin banyaknya para muslimah yang mengenakan hijab. Sehingga busana seperti ini semakin digandrungi. Termasuk gaun pengantin. Konsepnya adalah gaun pengantin muslimah yang modern, elegan, modis, tapi tidak terlalu berlebihan, " urai Ira panjang lebar.


Semua mendengarkan dengan serius. Yang bertanya,



"Apa yang dimaksud dengan tidak berlebihan?" tanya Siska, seniornya yang lain, yang menjabat sebagai wakil Koordinator unit Tata Busana.


"Maksudnya, tetap tidak melanggar batasan aurat. Seperti tidak tabaruj. Begitu, Kak," jawab Ira.


"Oh, I see, " jawab Siska sambil manggut-manggut.


Setelah semua selesai melakukan presentasi, akhirnya kegiatan ditutup.


"Baik, semua sudah selesai dengan hasil desainnya masing-masing, kami juga sudah mendengar konsep utuhnya dari kalian. Artinya konsep kalian telah matang. Saya bangga sama teman-teman telah berhasil mengerjakannya sampai selesai. Minggu depan, tinggal prakteknya. Kita buat desain ini sampai jadi. Siap?" ujar Rima.


"Siap, Kak!" jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Baiklah, siapkan perlengkapan kalian masing-masing untuk minggu depan, sesuai keperluan dan desain yang sudah dibuat tadi. hari ini sampai di sini dulu. Terima kasih untuk semuanya. Bereskan kembali ruangan ini sampai bersih sebelum keluar dan bubar. Sampai ketemu lagi minggu depan, ya. Assalamualaikum," titahnya sambil melangkah keluar, diikuti teman-temannya.


Setelah ruangan Kembali bersih dan rapi, akhirnya semua pulang ke rumah masing-masing. Mulai memikirkan apa-apa saja yang dibutuhkan.


__ADS_2