
Satu bulan terakhir ini, SMA Cendekia disibukkan dengan berbagai persiapan dan latihan dalam menghadapi kompetisi tingkat SMA, dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kota B yang konon telah berusia 500 lebih. Kompetisi ini cukup bergengsi karena bisa sebagai ajang unjuk prestasi dan kebolehan yang dimiliki para pelajar di kota ini, selain ingin mengharumkan nama sekolah mereka. Memperebutkan piala bergilir Walikota Cup. Berbagai kompetisi digelar.
Kompetisi ini begitu disambut dengan antusias oleh para pelajar maupun masyarakat. Tak terkecuali dengan SMA Cendekia. Apalagi tiga tahun berturut-turut SMA Cendekia telah menyabet piala sebagai juara umum. Karena itulah mereka terus berjuang mempertahankan piala tersebut, agar tetap berada di sekolah mereka.
Begitupun dengan keempat sahabat, Rianti, Ira, Wulan, dan Sania, yang juga ikut dalam kompetisi ini. Walaupun berbeda-beda. Rianti ikut kompetisi tata boga, Ira ikut lomba merancang busana muslim, Wulan ikut lomba fotografi, sedangkan Sania ikut kompetisi panahan. Bagi mereka, inilah kompetisi perdana yang diikuti. Tentu menjadi momen spesial yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Dan hari ini adalah hari perdana kompetisi itu digelar. Yuk, kita ikuti jalannya kompetisi!
Di hari pertama ini adalah giliran Rianti dan tim yang akan mengikuti kompetisi tata boga. Pukul 06.00 pagi semua peserta telah berkumpul di tempat yang akan dilangsungkan kompetisi tersebut. Karena kompetisi akan berlangsung pukul 08.00. Yaitu di Gelanggang Olah Raga, lapangan sepakbola. Lapangan yang sangat luas ini disulap oleh panitia penyelenggara menjadi stand-stand berupa dapur tempat para pelajar berkompetisi. Setiap stand mewakili sekolah. Terdapat 50 sekolah yang mengikutinya.
Sementara para penonton yang ingin menyaksikan jalannya kompetisi, duduk di tempat duduk yang biasa digunakan untuk menonton pertandingan bola. Diatur sedemikian rupa. Khusus para pendukung yang mewakili sekolah, yang terdiri dari para guru, orang tua, dan teman-temannya, duduk di belakang stand masing-masing sekolah. Jadi, mereka bisa leluasa memberi semangat kepada teman-teman yang sedang berkompetisi. Sedangkan para juri duduk di deretan paling depan.
Dua jam berlalu, akhirnya pembukaan kompetisi pun dibuka dengan sambutan dari Walikota. Selanjutnya MC acara membacakan rangkaian acara yang akan digelar hari ini. Tak lupa menjelaskan aturan main kompetisi ini.
"Assalamualaikum, salam semangat untuk para pelajar yang akan mengikuti kompetisi tata boga. Hari ini adalah merupakan babak penyisihan pertama, dari 50 sekolah yang terdaftar sebagai peserta kompetisi akan dipilih 25 sekolah untuk mengikuti babak penyisihan kedua, yang akan digelar pekan depan. Selanjutnya akan dipilih 10 untuk mengikuti babak semifinal, yang akan digelar pekan depannya lagi. Lalu dari 10 sekolah akan dipilih 5 sekolah yang akan mengikuti babak final, dan penentuan siapakah yang akan menjadi pemenang pertama, kedua, dan ketiga. Dan untuk hari ini, peserta akan ditantang membuat dan menghias tumpeng. Gunakan kreativitas kalian. Hiaslah seindah dan semenarik mungkin, karena hal itulah yang dinilai oleh para juri, selain cita rasa masakan kalian. Kekompakan kalian pun akan dinilai. Waktu kalian adalah tiga jam dari sekarang, setelah ada aba-aba dari saya. Bagaimana, siap?" tanya MC kepada para peserta.
Dengan semangat, mereka menjawab, "Siap!"
"Alhamdulillah, baiklah mari kita mulai kompetisi ini. Kita hitung mundur dari lima sampai satu sekarang, ya. Lima... empat... tiga... dua... satu... mulai, " seru MC dari balik microphonnya dengan semangat.
Mendengar aba-aba itu, para peserta pun bergegas sibuk memulai aktivitas mereka. Begitu pun Rianti dan kawan-kawan yang terdiri dari lima orang dalam satu kelompok. Dengan kompak, mereka menjalankan tugas masing-masing, sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya. Tidak ada yang saling mengandalkan. Apalagi berpangku tangan. Rianti tampak sibuk membuat nasi tumpeng, yang merupakan campuran beras putih dan ketan putih yang diberi bumbu kuning. Sementara keempat temannya lainnya bertugas membuat lauknya. Ada yang bertugas menyiapkan ayam goreng serundeng, urap sayuran, empal gepuk daging, telur balado, tempe dan tahu bacem, bihun goreng, perkedel kentang, lengkap dengan sambal dan lalapan, dan lainnya.
Meski memiliki tugas masing-masing, namun semua saling membantu dan memudahkan pekerjaan teman-temannya. Seperti Rianti, sambil menunggu nasi matang, dia membantu Andini yang bertugas membuat ayam goreng serundeng. Begitu pula teman-teman yang lain saling membantu, supaya tumpeng mereka bisa cepat selesai. Dan menghiasnya bersama-sama.
Setelah dua jam lebih lima belas menit akhirnya semuanya selesai. Nasi dan lauknya telah siap, tinggal menghiasnya. Dengan hati-hati Rianti meletakkan nasi yang telah dicetak membentuk kerucut bertingkah tiga. Setelah itu barulah lauk dan lainnya dimasukkan dengan hati-hati dan rapi. belum lagi lalapan yang dihias sedemikian rupa menjadi sangat menarik. Dibuat mirip seperti miniatur taman yang indah.
__ADS_1
Tak terasa, waktu yang disediakan oleh panitia akan berakhir.
"Ayo, segera selesaikan. Waktunya tinggal lima belas menit lagi, " MC mengingatkan.
Bermacam-macam reaksi para peserta ketika mendengar peringatan itu. Ada yang terlihat kalang kabut, panik, karena masih sibuk menghias tumpeng yang setengah jadi. Sementara Rianti dan kawan-kawan tinggal proses finishing. Dengan tetap tenang, mereka menyelesaikannya.
Belum lagi teriakan para pendukung yang terus memberi semangat kepada teman-teman mereka. Terdengar suara Wulan, Ira, Sania, yang begitu heboh memberikan semangat kepada Rianti, apalagi saat melihat hasilnya yang tinggal finishing saja.
Tepat ketika MC kembali mengingatkan waktu mereka 10 menit lagi barulah Rianti dan kawan-kawan selesai dengan tumpeng mereka. Dan baru bisa bernafas dengan lega.
"Baik, kita hitung mundur dari sepuluh ya, waktunya hampir habis. Sepuluh... sembilan, delapan... tujuh... enam... lima... empat... tiga... dua... satu. Yup, semuanya selesai. Tidak ada lagi yang bekerja!" seru MC dengan hebohnya.
Mendengar itu, seketika semua menghentikan aktifitasnya. Terlihat semuanya telah selesai menghias tumpeng.
Mendengar itu, para juri yang terdiri dari 25 koki terbaik di kota B pun maju, berkeliling mencicipi dan menilai hasil karya para peserta.
Satu jam kemudian, akhirnya para juri selesai menjalankan tugasnya dan kembali ke tempat. Dan beristirahat sebentar. Tak lama terdengar suara kumandang adzan Zuhur.
Sang MC pun bersuara, "Baik, karena sudah waktunya shalat Zuhur, kita beristirahat dulu untuk melaksanakan ibadah shalat. Setelah itu, kita kembali lagi berkumpul di sini pukul 13.30. Kita beri kesempatan para juri untuk berdiskusi, siapa kira-kira yang akan tetap bertahan dan berhak mengikuti babak penyisihan kedua berikutnya, pekan depan di hari, jam dan tempat yang sama, dan siapa juga yang akan tersisihkan. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Dan kita akan dengarkan bagaimana keputusan para juri nanti, pukul 13.30."
Akhirnya, semua tampak bubar meninggalkan lapangan menuju masjid besar yang terletak tidak jauh dari situ.
Satu jam kemudian semuanya telah kembali ke lapangan. Mereka tampak tidak sabar ingin mendengar keputusan juri. Apalagi para peserta yang harap cemas menanti nasib mereka.
Akhirnya, tepat pukul 13.30, sang MC kembali berdiri di depan dan memulai kembali memimpin acara.
__ADS_1
"Assalamualaikum, bagaimana semua peserta, siap mendengarkan keputusan juri? Deg-degan pastinya, ya? Ingat, apapun hasilnya kalian tetaplah yang terbaik, kalian telah berusaha semaksimal mungkin. Namun yang namanya kompetisi pasti akan selalu ada yang menang dan kalah. Bukan berarti yang tidak bertahan hari ini tidak baik, ya. Jadi, jangan kecewa dan patah semangat, ya. Dan yang tetap bertahan hari ini tidak boleh besar kepala. Tetap rendah hati. Baik, kami persilakan untuk perwakilan juri membacakan keputusannya."
Satu orang perwakilan juri maju ke depan dan mengumumkan hasilnya,
" Assalamu'alaikum, Adik-Adik pelajar SMA se kota B. Senang rasanya melihat cara kerja kalian, begitu bersemangat, kreatif, kompak. Mengingatkan masa remaja saya dulu. Kami bangga melihatnya. Dan senang mendapat kesempatan menjadi juri pada kompetisi tahun ini."
Sang juri tampak mengatur nafasnya sambil menatap para peserta satu per satu. Melihat itu, ketegangan pun semakin terasa mencekam.
"Hm, sebenarnya kami bingung memilih siapa saja yang tetap bertahan dan siapa pula yang akan tersisih karena semuanya keren-keren, cita rasa masakan kalian juga yummy. Baik, saya akan membacakan hasilnya."
Sang juri membacakan hasilnya. Dan ternyata SMA Cendekia termasuk yang bertahan. Artinya mereka akan mengikuti kompetisi kembali di babak berikutnya, yaitu babak penyisihan kedua. Yang akan berlangsung kembali pekan depan. Sebagaimana yang telah diumumkan oleh MC tadi.
Rianti dan kawan-kawan pun merasa senang mendengarnya. Semua bertepuk tangan.
"Alhamdulillah, akhirnya keluar juga keputusan juri. Selamat untuk yang masih bertahan mengikuti ke babak berikutnya di pekan depan. Dan untuk yang tersisih jangan sedih, kecewa dan putus asa, ya. Masih ada kesempatan bagi kalian untuk menjadi yang lebih baik lagi. Baik, untuk para peserta yang tetap bertahan, saya akan mengumumkan tema lomba pekan depan, agar kalian mempersiapkannya dari sekarang. Temanya adalah aneka kuliner khas kota B. Silakan kalian rencanakan dan siapkan dari sekarang bersama teman kelompoknya masing-masing."
Sejenak menghela nafasnya, lalu melanjutkan,
"Tak terasa waktu telah berlalu, seluruh rangkaian acara pun telah selesai. Terima kasih untuk para juri yang telah menyediakan waktunya menilai kemampuan para peserta. Terima kasih juga untuk adik-adik peserta yang keren-keren semangatnya. Dan para pendukung yang telah memberi semangat kepada peserta dari awal sampai akhir. Baik, acara kita tutup dengan pembacaan doa. Setelah itu dipersilakan kepada para penonton, pendukung dan semua yang ada di sini untuk mencicipi tumpeng-tumpeng ini bersama-sama. Saya sebagai MC pamit mundur, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan selama membawakan acara ini. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Semua terdengar menjawab salam sang MC.
Inilah tumpeng hasil buatan Tim Rianti
__ADS_1