
Market day memang telah menjadi agenda kegiatan rutin di sekolah Radit setiap tiga bulan sekali. Para siswa diajarkan untuk berniaga sejak dini dengan cara yang benar dan syar'i. Kegiatan ini cukup menyita perhatian, terutama para orang tua. Mereka pun ikutan heboh, malah lebih heboh daripada anaknya dalam mempersiapkan makanan atau minuman apa saja yang akan dijual.
Sesuai janji, hari ini Radit dan Rianti pergi berbelanja bahan-bahan yang akan dibuat untuk market day besok ke mini market. Setelah semuanya lengkap, dibawanya ke meja kasir untuk melakukan pembayaran.
Radit merengek minta dibelikan es krim sundae dan Rianti menuruti kemauannya. Selain itu, dia sendiri juga suka. Radit memilih yang toping coklat, sedangkan Rianti blueberry. Mereka mencari tempat duduk lalu melahap es krim itu sampai habis. Setelah itu, langsung pulang.
Sorenya, Rianti mengajak Radit untuk membuat puding coklat dulu, karena butuh waktu lama untuk membuatnya beku. Sementara yang lainnya bisa dikerjakan besok, sebelum ke sekolah.
Rianti dan Radit bangun sebelum subuh, jam 03.00. Lalu keduanya asyik berkutat di dapur. Membuat bahan isian risoles.
Kehebohan mereka di dapur, tidak luput dari pandangan bundanya yang baru saja bangun.
"Wah, anak-anak Bunda, nih. Tidak hanya yang perempuan, yang laki-laki rajin juga. Pagi-pagi udah pada sibuk saja di dapur, " tegur Bunda Asti.
"Eh, bunda, kan sekarang ada market day. Gilirannya Radit, nih, " jawab Radit, sambil menghampiri hendak memeluknya.
Melihat itu langsung ditahannya,
"Eit, tahan, jangan peluk-peluk Bunda dulu. Lihat tuh tangan kamu kotor, belum dicuci. "
"Eh iya lupa, hehehe..." ujar Radit sambil menepuk jidatnya sendiri.
Akhirnya, Bunda ikut gabung sama kedua anaknya itu setelah cuci tangan.
__ADS_1
Tak lama, terlihat Iskandar, ikut mendekati dapur. Tampaknya ia baru bangun.
"Duh, Bunda ternyata di sini, Toh. Dicariin nggak ada di kamar, " tegur Iskandar.
"Iya, Yah, bantuin anak-anak siapin market day untuk Radit. Biar cepat kelar, " jawab Bunda Asti.
Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 04.20.
'Hm, sebentar lagi Subuh, ' gumam Iskandar.
"Ya sudah, lanjutkan, deh. Ayah mau siap-siap ke masjid. Kamu juga Radit siap-siap shalat di masjid, nanti bisa dilanjutkan lagi, " Iskandar mengingatkan.
"Iya, Ayah. Sebentar lagi beres, kok. Tinggal nanti buat susu Milo pas pulang dari masjid, " jawab Radit.
Melihat Ayahnya sudah rapi, giliran Radit yang masuk kamar mandi, untuk berwudhu. Radit keluar dari kamar sudah tampak rapi dan tampan dengan mengenakan baju jubah anak berwarna abu-abu.
"Aih, ganteng-gantengnya Bunda, sudah rapi saja, nih, " pujinya senang.
Keduanya tersipu malu. Tak lama kemudian terdengar suara adzan. Keduanya pun segera bergegas berangkat ke masjid. Rianti dan bundanya pun bersiap untuk menunaikan ibadah shalat Subuh di kamar masing-masing. Danti yang sudah bangun pun menyusul.
Setelah selesai shalat, Rianti dan Asti kembali ke dapur. Menyusul Danti. Tidak lama berselang, Iskandar dan Radit sudah kembali ke rumah. Setelah mengganti baju jubahnya, dia menyusul ke dapur.
"Susu milonya sudah dibuat, Teh?" tanya Radit
__ADS_1
"Belum, Teteh baru saja selesai shalat, " jawab Rianti.
"Oh, ya sudah. Biar Radit saja yang buat kalau begitu, " ujar Radit.
Radit dibantu Rianti membuat susu milo dan memasukkannya ke tempat minuman khusus yang terdapat keran kecil di bawahnya. Tinggal nanti bisa dituangkan ke gelas khusus susu. Sementara Bunda Asti menyiapkan sarapan pagi.
Setelah semua makanan dan minuman yang akan dibawa ke sekolah Radit rapi. Mereka menikmati sarapan bersama yang telah dihidangkan oleh bunda Asti. Sementara Rianti, hari ini sengaja tidak membuat apapun untuk dititipkan di kantin sekolahnya. Ia memilih fokus membantu adiknya.
Di sekolah Radit
Setelah sampai sekolah, ternyata sudah banyak teman-temannya yang datang. Suasana sekolah tampak meriah dengan stand-stand yang dihias sedemikian rupa hingga menarik. Berupa meja-meja dan bangku kayu yang dijajarkan. Di atas meja itu sudah tertulis nama siswa yang akan menempati stand-stand.
Radit diantar oleh ayah dan bundanya. Rianti dan Danti tidak bisa ikut karena harus sekolah. Mereka langsung menghampiri bangku yang telah disediakan sesuai nama yang tertera. Merapikan meja, lalu menata makanan dan minuman yang dibawanya di atas meja.
Akhirnya acara pun dimulai. Tampak siswa kelas 1 sampai 3 berbaris terlebih dahulu, supaya tertib. Selanjutnya dibiarkan untuk bebas berbelanja apapun yang diinginkan. Dengan budget yang dibatasi pula oleh sekolah. Per anak hanya boleh membawa uang jajan maksimal sebesar Rp 20.000.
Setelah anak-anak selesai belanja, giliran guru dan para orang tua yang belanja. Ternyata lebih heboh orang tuanya. Rasanya mau diborong saja, apalagi saat ingat anak-anak lainnya yang ada di rumah.
Ternyata, dagangan Radit laris manis. Semuanya habis, tak bersisa. Tentu saja membuatnya senang sekali. Seluruh rangkaian acara selesai dan telah rapi kembali, akhirnya semua bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.
Beginilah suasana marked day di sekolah Raihan
Seru, heboh, dan menyenangkan.
__ADS_1