Romansa Putih Abu

Romansa Putih Abu
Meminta Bantuan Danu


__ADS_3

Setelah mengetahui kemana Samiri dan Romi, asistennya pergi selama tiga hari ini, Rina langsung mengirim pesan kepada Sania. Yang langsung dibaca oleh Sania.


Rina: "Assalamualaikum, Sania, hari ini Samiri dan asistennya akan pergi ke kota kalian. Ada yang bisa mengikuti mereka tidak? Aku curiga kepergian mereka ada kaitannya dengan kami yang sedang menjalani masa karantina di sini."


Sania: "Wa'alaikumussalam, oh gitu, baiklah makasih infonya. Insya Allah akan kudiskusikan dulu dengan yang lain."


Rina: "Oke."


Sania: "Gimana kabar kalian di sana. Baik-baik saja, kan?"


Rina: "Kami baik-baik saja di sini. Hanya saja penjagaan di sini lebih ketat, apalagi selama Samiri dan asistennya pergi. Belum lagi mereka telah memasang CCTV di setiap sudut ruangan termasuk kamar kami. Hanya kamar mandi saja yang tidak dipasang CCTV. Tapi tenang saja, aku sudah mengacaukan sistem CCTV dari pusatnya langsung supaya tidak bisa mengakses ke kamar-kamar kami. Jadi, hanya dikamar saja yang masih aman.


Sania: "Ya Allah, kalau begitu kalian harus berhati-hati. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan. Oh, iya, apa sudah dikasih tahu yang lain tentang kejahatan Samiri?"


Rina: "Ya, aku sudah memberitahu mereka tentang rencana jahat Samiri terhadap kami. Alhamdulillah, mereka percaya, dan mau bekerjasama untuk membongkar kejahatannya selama ini. Ada hal yang lebih mengejutkan, ternyata yang ikut karantina di sini bukan hanya dari desa kita dan desa Handi, tapi ada juga dari desa yang lain."


Wulan: "Benarkah? Wah, berarti benar kejahatan sudah merambah ke mana-mana, nih. Kita harus bisa segera membongkarnya."


Rina: "Ya, kamu benar. Kita harus bergerak cepat. Tapi kita juga harus mulai melibatkan kepolisian. Jangan sampai bergerak sendiri."

__ADS_1


Sania: "Baiklah, akan kudiskusikan dengan yang lain, ya.


Rina: "Oke."


Wulan: "Eh, iya, terus gimana dengan kamu sendiri? Benarkah kamu benar-benar mau terima lamaran Samiri untuk menjadi istri keempatnya?"


Rina: "Tentu saja tidak mau. Aku hanya berpura-pura saja menerimanya agar lebih mudah buatku bergerak di sini. Aku hanya mengikuti permainannya saja."


Sania: "Oh, syukurlah, dikira kamu benar memang mau menerimanya jadi calon suami kamu."


Rina: "Ih, tidak mau lah. Usianya saja sudah seperti ayahku."


Rina: "Ya, tentu saja."


Sania: "Kalau ada apa-apa segera hubungi kami, ya. Kami di sini tetap memantau dari sini."


Rina: Oke, Insya Allah. Suduh dulu, ya. Assalamualaikum."


Wulan: " Wa'alaikumussalam!"

__ADS_1


Tidak lama kemudian, pesan yang disampaikan oleh Rina tadi segera didiskusikan bersama sahabat-sahabatnya yang lain.


"Ehm, begini saja, sepertinya kita bisa minta bantuan Danu untuk mengikuti mereka. Hal kaya gini juga bagian kerjaannya dia, nih," ujar Wulan memberi saran.


"Ya, sudah. Segera hubungi saja Danu," titah Rianti.


Wulan menuruti perintah Rianti. Segera diangkatnya ponsel yang masih ada ditangannya. Lalu menghubungi Danu untuk meminta bantuannya untuk menyelidiki Samiri dan Romi pergi. Saudara kembarnya pun menyanggupinya.


Setelah mendengar cerita dari Wulan tempo hari tentang kasus yang terjadi di desa sekita villa milik Sania, laki-laki itu merasa khawatir terhadap saudari kembarnya dan para sahabatnya juga yang masih berlibur. Takut terjadi apa-apa dengan mereka. Hingga berpikir ingin menyusul mereka, untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, rencananya itu sepertinya harus ditunda dulu setelah mendengar informasi bahwa Samiri pergi ke kota mereka.


Setelah mendapatkan info tentang keberadaan Samiri dan Romi, Danu pun segera meluncurkan mobilnya menuju tempat tersebut. Dengan ditemani oleh Rizal, sahabatnya sejak masa SMP, yang juga seorang hacker dan sering mendampingi Danu ketika akan menyelidiki suatu kasus. Atas permintaan pihak kepolisian.


Ada yang masih ingat? Siapakah Rizal itu?🤔


Ya, Rizal adalah teman sekelas Sania dan para sahabatnya, bahkan ketua kelas mereka di kelasnya. Juga, teman Rianti dan Andin yang sama-sama aktif di unit kegiatan tata boga.


Danu dan Rizal bersahabat sejak SMP karena satu sekolah, selalu sekelas selama tiga tahun, teman sebangku pula. Hanya di SMA saja mereka terpisah kelas. Bertetangga. Rizal di kelas X A, sedangkan Danu di kelas X B. Bahkan Rizallah yang mengajari Danu menjadi seorang hacker. Sudah dua tahun belakangan inilah keduanya sering dilibatkan untuk memecahkan kasus rumit yang dihadapi oleh kepolisian.


Sedangkan Wulan mulai aktif di dunia perhackeran setelah pernah tanpa sengaja memergoki keduanya sedang asyik berselancar di dunia maya. Ternyata keduanya sedang menyelidiki suatu kasus kejahatan. Sejak itu pula, Wulan pun ikut bergabung bersama mereka. Tepatnya dua tahun lalu. Saat mereka masih duduk di bangku kelas dua SMP.

__ADS_1


__ADS_2