Romansa Putih Abu

Romansa Putih Abu
Hari Pertama Sekolah 1


__ADS_3


Rumah Rianti


"Rianti, ayo bangun! Shalat Subuh dulu, Sayang!" Asti, Bunda Rianti, mencoba membangunkan Rianti dengan cara menggoyangkan lengannya dengan lembut.


"Emh..." hanya begitu respon Rianti tapi matanya tetap terpejam. Rasanya, enggan membuka matanya sedikit pun.


Semalam, Rianti sibuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan semangat. Karena besok adalah hari pertama ia menjadi murid SMA, sudah bukan anak SMP lagi. Ada rasa senang, bangga, namun deg-degan, apa yang akan terjadi besok. Semuanya itu membuatnya tidak bisa tidur. Ia baru terlelap setelah jarum jam menunjukkan pukul 02.00. Jadi, rasanya masih mengantuk.


"Rianti...!" kembali Asti menggoyang tubuhnya. Kali ini mulai agak keras. Berharap Rianti benar-benar bangun. Diulanginya lagi goyangan Asti demi membangunkan putrinya


"Iya... iya..., bentar atuh, Bunda. Masih ngantuk, nih," gerutu Rianti.


"Eh, nih anak susah benar dibanguninnya, sih? Ayo, shalat Subuh dulu! Kamu lupa, hari ini kan pertama kali kamu masuk sekolah, loh?" Asti mengomeli Rianti. Dengan gemas, Asti berjalan cepat ke dapur, mengambil mangkok dan diisi air, lalu memercikkan air itu ke wajah Rianti.


"Kya... Bunda... Bunda...! Iya... Iya..." Rianti berteriak, gelagapan menerima serangan percikan air di wajahnya. Menggoyangkan wajahnya ke kiri dan ke kanan dengan maksud menghindari air. Langsung duduk sambil mengucek matanya, dan mengusap wajahnya yang basah.


"Habisnya, susah banget dibangunin. Apa perlu Bunda seret? Sudah gede, sudah SMA kok masih saja kaya gini," omel Asti kesal.


"Iya, maaf Bunda. Rianti baru tidur tadi jam 2 an. Jadinya berat banget ini mata," Rianti menjelaskan dengan suara serak, khas orang baru bangun tidur.

__ADS_1


"Kenapa? Nggak bisa tidur?" tanya Asti, suaranya mulai melunak, sambil duduk di sisi ranjang milik Rianti.


"Iya, nggak tau ini mata susah banget meremnya. Keingetan besok hari pertama masuk sekolah baru," Rianti kembali menjelaskan sambil menurunkan kedua kakinya ke tepi ranjangnya.


"Deuh segitunya, yang baru masuk SMA. Biasa saja, deh. Sama saja seperti kamu masih SMP kemarin. Cuma beda tempat sekolah saja," Asti merasa geli dengan alasan putrinya tadi.


Rianti ikut ketawa.


"Ayo, cepetan mandi dan wudhu! Nanti juga pasti ngantuknya hilang. Jadi segar lagi. Bunda mau masak dulu buat sarapan. Jangan lupa, rapikan dulu tempat tidurmu sebelum keluar dari kamar, ya," Asti kembali mengingatkan sambil menambah perintahnya yang lain setelah menunaikan shalat Subuh. Rianti cuma mengangguk. Asti melangkahkan kakinya keluar kamar menuju dapur.


Rianti mulai menjejakkan kakinya ke lantai, dan melangkah menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Lanjut shalat subuh. Setelah shalat Subuh, ia bereskan tempat tidur sampai rapi. Hal ini memang sudah dibiasakan sejak kecil. Bundanya selalu mengajarinya untuk menjaga kebersihan dan kerapian, minimal dimulai dari kamarnya sendiri. Sejak punya kamar sendiri, kebersihan dan kerapian kamarnya adalah tanggung jawabnya sendiri. Bukan orang lain.



Hm, sip lah lengkap semua, nggak ada yang lupa, gumam Rianti.


Setelah yakin semuanya sudah ada dalam tasnya, Rianti beranjak mengambil handuk dan mandi. Karena hari ini baru hari pertama, ia masih mengenakan baju seragam sekolah SMP-nya dulu. Setidaknya selama satu atau dua minggu ke depan masih seperti itu. Masih masa orientasi siswa-siswi baru.


Setelah mandi dan mengenakan seragam, Rianti keluar kamar sambil membawa tas sekolahnya untuk sarapan. Menghemat waktu dan tenaga, biar tidak bolak-balik ke kamar hanya untuk ambil tas saja. Jadi, langsung berangkat. Begitu pikirnya.


Rianti berjalan menuju ruang makan keluarga. Ternyata, semua sudah ada di sana. Termasuk adik-adiknya. Danti yang masih duduk di kelas dua SMP dan Radit yang duduk di kelas empat SD. Rianti pun segera bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Wah ... wah... putri ayah sudah besar ternyata, ya. Sudah SMA saja, nggak kerasa, ya Bun, " ujar Iskandar, ayahnya, menyambut Rianti dengan pandangan hangat dan kasih sayang sambil melirik istrinya. Rianti pun tersenyum lebar. Lalu menarik kursi kosong dan duduk di sana.


"Nah, sudah kumpul semua. Ayo, kita sarapan! Nanti Ayah antar ke sekolah semuanya," titah Iskandar.


Akhirnya, semua sarapan. Setelah selesai sarapan, Iskandar mengantarkan anak-anaknya ke sekolah seperti biasa dengan mengunakan mobil. Setelah itu, barulah berangkat ke kantor.


****


Emh, Author mau memperkenalkan juga keluarganya Rianti, ya.



Iskandar Syahreza/Iskandar (Ayah Rianti)



Asti Lestarianingsih/Asti (Bunda Rianti)



Ridanti Iskandar/Danti (Adik kedua Rianti)

__ADS_1



Raditya Iskandar/Radit (Adik Bungsu Rianti)


__ADS_2