Romansa Putih Abu

Romansa Putih Abu
Kompetisi Perancang Busana Muslim


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua kompetisi HUT Kota B, yaitu merancang busana muslim, dengan tema bebas, diserahkan kepada kreasi masing-masing. Satu kelompok terdiri dari lima orang perwakilan dari setiap sekolah. Kali ini Iralah yang memimpin kompetisi. Dia dipilih karena kemampuannya yang selalu kreatif menciptakan ide-ide busana muslimah. Apalagi setelah memiliki butik kecil di rumahnya.


Pagi ini, tepat pukul 07.00 semua peserta telah berkumpul di tempat penyelenggaraan lomba. Masih di tempat yang sama seperti kemarin saat lomba tata boga.


Kali ini, lapangan disetting sedemikian rupa. Terdapat stand-stand tempat para peserta yang akan mengikuti kompetisi hari ini. Sementara para penonton dan pendukung berada di bangku penonton. Dan para juri berada paling depan.


Kompetisi kali ini diikuti oleh 50 peserta dari 50 sekolah.


Tepat pukul 08.00 Kompetisi pun dibuka oleh MC, kali ini dengan orang yang berbeda dengan kemarin.


"Assalamualaikum, apa kabar adik-adik? Sudah siapkah berkompetisi hari ini?" sapanya sambil menatap semua peserta.


Para peserta pun berteriak, "Siap!"


"Alhamdulillah, senangnya melihat kalian begitu semangat. Semoga bertahan hingga akhir, ya. Kompetisi ini sama seperti lomba yang lain. Dari 50 peserta akan dipilih 25 untuk mengikuti babak penyisihan pertama, pekan depan. Lalu selanjutnya akan dipilih 10 peserta yang berhak mengikuti babak semi final. Terakhir, akan dipilih 5 peserta yang berhak mengikuti babak final, sebagai penentuan siapa yang akan keluar sebagai pemenang ketiga, kedua, dan pertama. Yang akan mendapatkan piala bergilir Walikota Cup dan medali perunggu, perak dan emas, " papar sang MC.


Sejenak MC mengatur napasnya, lalu melanjutkan, "Baik, untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai kompetisi ini. Waktu kalian 3 jam dari sekarang. Oke, siap. Kita hitung mundur, tiga... dua... satu... Mulai!" seru MC memberi aba-aba bahwa kompetisi dimulai.


Mendengar itu, para peserta mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Begitupun dengan tim dari SMA Cendekia. Ira dan tim mulai sibuk mengerjakan busana muslimah yang telah mereka rancang sebelumnya. Dari mulai membuat pola, memotong kain, sampai menjahit. Semuanya saling bahu membahu menampilkan busana yang terbaik. Dilengkapi dengan aksesorisnya.


Tiga jam berlalu, akhirnya waktu yang telah ditentukan panitia berakhir. MC pun meminta para peserta untuk menghentikan aktifitasnya. Mendengar itu, seketika semua berhenti. Suasana jadi agak hening dan tegang. Semua tampak selesai dengan rancangan busana masing-masing.

__ADS_1


"Alhamdulillah, akhirnya selesai sudah waktunya. Kalian telah menyelesaikan kompetisi hari ini. Terima kasih untuk semangatnya. Kalian keren-keren, " puji sang MC kepada para peserta, sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Baik, sekarang, silakan kalian presentasinya busana masing-masing. Sebutkan temanya dan alasan apa yang membuat kalian memutuskan untuk merancang busana itu. Masing-masing diberi waktu lima belas menit. Oke?" ujar MC.


Kemudian satu per satu para peserta mempresentasikan karya masing-masing. Hingga tiba giliran tim Ira yang maju ke depan. Ira sendiri yang maju menjelaskan tema busana mereka. Sementara busana-busananya diperagakan oleh keempat teman-temannya.


Dengan lugas, Ira memulai presentasinya,


"Assalamualaikum, pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kesempatannya sehingga saya bisa berdiri di sini untuk mempresentasikan karya kami. Tema kami adalah busana musim hujan dan kemarau. Mengapa kami mengambil tema ini? Semua disesuaikan dengan musim yang ada di Indonesia, yaitu musim hujan dan kemarau. Kami mengambil sampel masing-masing enam model. Semuanya simpel, sederhana namun tetap elegan. Dengan menggunakan bahan pilihan yang dapat menyerap keringan, terutama untuk busana musim panas seperti sekarang ini. Inilah model busana musim panas atau kemarau kalau di Indonesia.




"Kami berharap bisa memberikan solusi atau alternatif busana yang dapat dikenakan sesuai musimnya. Agar tidak ada lagi yang mengeluh tidak mau mengenakan busana muslimah hanya karena alasan perbedaan musim ini. Lebih dari itu, mengenakan busana muslimah syar'i itu wajib bagi setiap muslimah. Bukan pilihan. Bukan pula karena mengikuti trend saat ini yang memang sudah banyak yang hijrah dan mau berhijab syar'i seperti ini."


"Jadi, apapun kondisinya jangan sampai melepaskan busana ini. Dan perkara musim, kami punya solusinya. Beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia hanya memiliki dua musim, tidak seperti di negara lain yang memiliki empat musim. Jika hal itu terjadi di Indonesia, pasti kami akan membuat sample empat busana yang sesuai dengan keempat musim itu. Inilah busana hasil rancangan kami. Semoga bermanfaat dan disukai."


Ira terus menguraikan busana rancangan mereka dengan lugas dan semangat. Termasuk bahan yang digunakan untuk setiap musim. Dilengkapi dengan tips singkat agar tetap nyaman berbusana di setiap musim. Semua yang mendengarnya tampak terpukau. Bagi yang baru mendengar, menjadi ilmu baru untuk mereka. Dan bagi yang belum mengenakan hijab tampak termotivasi ingin segera memakainya. Tepat lima belas menit berlalu, akhirnya Ira selesai mempresentasikan karya timnya dan kembali ke standnya bersama Yunia dan Rita.


Tak terasa, satu jam berlalu akhirnya mereka selesai mempresentasikan karya masing-masing. Tak lama, berkumandang adzan shalat Zuhur. Akhirnya, MC membubarkan sejenak untuk shalat Zuhur dan makan siang.

__ADS_1


Sekitar pukul 13.30, semua berkumpul untuk diumumkan hasil keputusan juri hari ini. MC segera tampil ke depan.


"Assalamualaikum, gimana nih Adik-Adik. Siap mendengarkan keputusan juri? Kok, saya jadi ikutan deg-degan, ya. Karya kalian keren-keren, jadi bingung, pengen diborong, deh, " tanya MC dengan heboh.


"Baik, kami persilakan kepada perwakilan dari juri untuk maju dan mengumumkan hasilnya. "


"Ehm, test... test... Assalamualaikum, Adik-Adikku yang keren-keren. Benar kata Mbak MC tadi, karya kalian memang keren-keren, konsepnya juga oke-oke. Bisa dilihat dari cara kalian mempresentasikan karyanya. Walaupun masih ada yang sedikit malu-malu ketika menjelaskan, bahkan ada yang sampai gemetaran, grogi, ya? Tapi tidak apa-apa, kalian tetap hebat. Semua telah berusaha keras. Terima kasih untuk itu. Kami tetap bangga pada kalian, anak-anak muda berprestasi. Semoga suatu saat nanti, kalian bisa tetap maju dan semangat seperti saat ini. Aamiin."


Sang perwakilan juri menghela nafasnya sejenak lalu melanjutkan membacakan hasilnya. Ternyata SMA Cendekia pun bertahan, dan berhak mengikuti ke babak selanjutnya, yaitu penyisihan kedua yang akan digelar pekan depan.


Setelah juri selesai mengumumkan hasilnya dan kembali ke tempat duduknya. MC pun kembali maju ke depan,


"Alhamdulillah, hasilnya sudah dibacakan tadi. Terima kasih untuk para juri yang telah meluangkan waktunya menilai hasil karya kalian. Selamat untuk yang masih bertahan. Jangan sombong, tetap napak, ya. Dan untuk yang tersisih, jangan sedih, kecewa, dan putus asa, ya. Kesempatan kalian masih panjang. Jangan menyerah sampai di sini. Ingat, kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Di mana ada usaha pasti ada jalan. Dan usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Insya Allah. Aamiin."


MC melanjutkan,


"Nah, untuk yang masih bertahan dan akan ikut ke babak penyisihan kedua, bersiaplah lebih baik lagi. Semoga kalian bisa lebih meningkatkan kemampuan lagi. Tema busana, tetap bebas. Persiapkan pula presentasi terbaik kalian seperti hari ini. Sampai jumpa pekan depan."


"Seluruh rangkaian acara hari ini telah selesai dengan penuh ketertiban. Salut untuk kalian semua, termasuk para pendukung peserta. Baik, sekian hari ini saya pamit mundur. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan di hati Anda. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh."


Akhirnya, satu persatu semuanya bubar. Kembali ke rumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2