Romansa Putih Abu

Romansa Putih Abu
Syukuran Empat Bulanan


__ADS_3

Setelah mendengar penuturan Daffa tentang rencana syukuran empat bulanan dan juga beberapa kesuksesan yang diraihnya setahun terakhir ini, Wirawan bertanya, "Kapan kira-kira mau diadakan acara itu?"


"Dua minggu lagi, hari Ahad, pas usia kandungan Rima menginjak empat bulan, Bi," jawab Daffa.


"Berarti harus kita persiapkan dari sekarang, " ujar Linda. Daffa membenarkan.


Lalu menoleh ke arah adik perempuannya, Ira, yang masih asyik dengan camilannya.


"Ra, kamu siap, kan? Bilang ke teman-temanmu, ya," Daffa mengingatkan.


"Iya, tenang saja, besok kita obrolin, " sahut Ira.


Besoknya, saat istirahat Ira mengajak ketiga sahabatnya, Rianti, Wulan, dan Sania ke kantin. Sambil menyantap makanan yang dipesan, Ira mulai mengutarakan rencana acara syukuran itu.


"Teman-teman, sebentar lagi kan usia kandungan Kak Rima mau memasuki empat bulan, rencana mau diadakan acara syukuran. A Daffa minta bantuan kita lagi untuk jadi EO di acara itu. Kalian bisa, kan?" ujar Ira sambil menanyakan kesanggupan mereka.


"Kapan acaranya, Ra?" tanya Rianti.


"Dua minggu lagi, hari Ahad, pas banget memasuki usia empat bulan kandungan Kak Rima. Sekalian syukuran yang lainnya juga, sih. Merayakan kelulusan kuliah A Daffa, terus usahanya yang dirintis sejak dua tahun lalu mulai sukses, proyek yang sedang dijalankan saat ini juga terbilang sukses. Ceritanya, kepingin berbagi kebahagiaan saja, dengan mengundang anak yatim yang ada di dekat tempat tinggal kami, " terang Ira menjelaskan maksud dibalik rencana itu.


"Eh, hari Ahad, acaranya, ya? Tapi kan kita ada kajian pagi, gimana, tuh?" ucap Sania mengingatkan jadwal rutin mereka.


"Nanti aku akan minta diganti hari saja ke Kak Lisa. Atau dimajukan ke hari Sabtu, semoga saja dia bisa. Biar aku yang hubungi Kak Lisa, " jawab Ira.


"Oke, baiklah," sahut Sania.

__ADS_1


"Terus apa yang perlu kita bantu?" tanya Wulan sambil menopang dagunya dengan sebelah tangannya.


"Aku minta bantuan, hampir sama. Untuk Rianti kateringnya, Sania merias, dan Wulan fotografinya, kalau aku akan siapkan pakaian, " jawab Ira.


"Oke, siap!" jawab ketiganya.


Selanjutnya mereka membicarakan hal teknis lainnya, seperti konsep acara, dan lainnya, mengingat waktu mereka tidak banyak.


Di tengah perbincangan itu, Ira juga menyampaikan keinginan terpendamnya sejak dulu tentang berbisnis di dunia Wedding Organizer atau Event Organizer. Apalagi sejak bertemu dan mengenal dekat ketiga sahabatnya, dan melihat potensi mereka yang diharapkan dapat saling mendukung dan bekerjasama, maka keinginan itu semakin kuat. Bisa dilihat saat pernikahan kakak sulungnya beberapa bulan lalu, yang dianggap sukses. Apalagi setelah kemarin Daffa menjanjikan akan membantu mempromosikan ke teman-temannya atau kenalannya jika mereka akan mengadakan berbagai kegiatan. Seraya berharap, dari situ bisa jadi batu loncatan untuk usaha mereka ke depannya. Tentunya, dengan catatan tidak mengganggu waktu belajar mereka.


Ternyata ketiga sahabatnya pun memiliki keinginan yang sama. Kekompakan mereka pun akan semakin terjalin dan teruji.


***


Hari ini, sesuai rencana acara syukuran empat bulanan bagi pasangan muda, Daffa Wirawan Adiguna dan Rima Susanti tengah berlangsung. Rumah keluarga Wirawan kini berubah menjadi cantik dengan taburan hiasan berupa aneka bunga yang begitu mencerahkan mata siapapun yang memandang. Meski sederhana, namun cantik.


Di teras luar dan samping juga disediakan tenda untuk para tamu undangan. Dibuat secara terpisah. Teras depan untuk para tamu laki-laki, sedangkan teras samping untuk para tamu wanita. Lengkap dengan meja prasmanan yang disediakan untuk menyimpan berbagai hidangan.


Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh sahabat sekaligus rekan kerja Daffa, yang bernama Abrar. Suaranya begitu merdu di telinga para tamu, membuat semuanya ikut terbawa suasana syahdu di pagi yang cerah itu, seolah alam pun ikut merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan khususnya untuk Daffa dan Rima.


Selanjutnya diisi oleh tausyiah yang disampaikan oleh Hisyam,


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, Bismillahirrahmanirrahim, Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta'inu wanastaghfiruhu wana'udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a'maalina. Man yahdillah falaa mudhillalahu wamin yudhillhu falaa haadiyalahu. Asyhadu anna muhammdan abduhuu warosuluh.


"Alhamdulillah, di pagi yang cerah ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa kita curahkan kepada Baginda tercinta kita, Nabi Muhammad Saw, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia di jalan Allah."

__ADS_1


"Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada keluarga Bapak Daffa dan Ibu Rima yang telah mengundang saya untuk mengisi tausyiah di acara syukuran empat bulanan kehamilan istrinya. Tidak lupa pula, saya ucapkan selamat atas kehamilannya, semoga segalanya dimudahkan dan dilancarkan hingga proses persalinan nanti. Aamiin Ya Rabbal 'alamin."


"Al-Qur’an telah menyatakan dengan rinci proses penciptaan manusia mempunyai dua tahapan yang berbeda, yaitu:


Pertama, disebut dengan tahapan primordial. Manusia pertama, Adam a.s. diciptakan dari al-tin (tanah), al-turob (tanah debu), min shal (tanah liat), min hamain masnun (tanah lumpur hitam yang busuk) yang dibentuk Allah dengan seindah-indahnya, kemudian Allah meniupkan ruh dari-Nya ke dalamA diri (manusia) tersebut (Q.S, Al An’aam (6):2, Al Hijr (15):26,28,29, Al Mu’minuun (23):12, Al Ruum (30):20, Ar Rahman (55):4).


Kedua, disebut dengan tahapan biologi. Penciptaan manusia selanjutnya adalah melalui proses biologi yang dapat dipahami secara sains-empirik. Di dalam proses ini, manusia diciptakan dari inti sari tanah yang dijadikan air mani (nuthfah) yang tersimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian nuthfah itu dijadikan darah beku (‘alaqah) yang menggantung dalam rahim. Darah beku tersebut kemudian dijadikan-Nya segumpal daging (mudghah) dan kemudian dibalut dengan tulang belulang lalu kepadanya ditiupkan ruh (Q.S, Al Mu’minuun (23):12-14). Hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim menyatakan bahwa ruh dihembuskan Allah swt. ke dalam janin setelah ia mengalami perkembangan 40 hari nuthfah, 40 hari ‘alaqah dan 40 hari mudghah."


"Begitulah proses penciptaan manusia, segala puji bagi Allah yang Maha Menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dibandingkan dengan makhluk yang lain. Satu-satunya kelebihan manusia yang tidak dipunyai oleh makhluk lain adalah akal. Dengan akal ini, manusia dapat membedakan mana yang benar dan salah. Dengannya pula, kita bisa mengenal Sang Rabb, kita dapat memahami bagaimana seharusnya menapaki hidup ini, dengan berbekal petunjuk berupa Al Qur'an dan Sunnah, yang disampaikan melalui lisan Rasulullah SAW. Ibarat sebuah komputer, akal itu seperti CPU, tempat kita berpikir, tempat berkumpulnya berbagai informasi yang kita terima selama hidup kita, lalu data informasi itu kita olah di dalam otak, hingga dari sanalah membentuk sebuah pola pikir dan pola sikap sesuai dengan data yang telah kita terima selama hidup kita. Jika kita muslim, tentu pola pikir dan pola sikap kita itu haruslah sesuai dengan arah dan pandangan Islam."


"Karena itu, amat penting bagi para calon orang tua, dan orang tua pada umumnya untuk menanamkan pola pikir dan pola sikap Islami sejak dini, hingga kelak dapat membentuk karakter khas sebagai seorang muslim atau muslimah yang shalih dan shalihah. Bahkan bisa dimulai sejak masih dalam kandungan. Seperti membacakan ayat suci Al Quran, berzikir, banyak berdoa, mengucapkan kalimat thayyibah. Karena organ pertama yang berfungsi saat masih dalam kandungan itu adalah telinga."


"Telah menceritakan kepada kami Hajib bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Harb dari Az Zubaidi dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Seorang bayi tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi."


"Lalu, apa saja, nih yang harus kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini. Mari kita bercermin pada nasihat Lukman kepada anaknya yang diabadikan dalam Al Qur'an. Nasihat luqman kepada anaknya antara lain adalah tidak menyekutukan Allah dengan lainnya. Allah akan memberikan balasan atas semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia, menyeru kepada manusia berbuat baik dan meninggalkan semua yang dilarang Allah."


"Semua itu sebagai bekal bagi anak dalam menjalani hidup ini. Mengantarkan dan mengarahkan anak agar selalu berada di jalan Allah. Hingga kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah pula, menjadi anak yang sholih dan shalihah. Itulah tugas pertama dan utama kita sebagai orang tua. Jadi, mulai sekarang, biasakanlah kebiasaan baik untuk anak."


"Hal ini, bisa menjadi cara kita bersyukur terhadapnya nikmat Allah, salah satunya dengan kehadiran anak dalam rumah tangga. Mereka bisa menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya, bisa juga menjadi investasi di dunia dan akhirat yang kelak akan mengangkat derajat kita di hadapan Allah. Namun, jangan lupa, anak juga bisa menjadi cobaan, ujian, bahkan fitnah bagi kedua orang tuanya manakala mereka tidak dididik sebagaimana semestinya. Seperti yang saya sampaikan tadi. Semoga kita semua senantiasa dimudahkan dalam mendidik anak-anak kita dalam mengarungi hidup ini. Aamiin Ya Rabbal'alamin."


"Baik, semua telah saya sampaikan, maka saksikanlah, Ya Allah. Mengingat waktu yang disediakan pun telah habis, saya akan menyudahi tausyiah ini. Semoga apa yang saya sampaikan dapat dipahami. Ambillah pendapat saya yang benar itu semata-mata datang dari Allah, dan jika ada kekurangan atau salah ucap, maafkanlah saya. Sesungguhnya saya ini fakir di jalan Allah. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh."


Terdengar jawaban salam dari semua yang hadir. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan sembako dan alat tulis untuk anak-anak yatim yang hadir. Wajah-wajah cerah nan ceria begitu terpancar dari wajah anak-anak itu. Sejenak dapat sedikit melupakan kesempitan hidup, sepeninggal ayah mereka.


Selanjutnya, para tamu dipersilakan untuk menyantap aneka hidangan yang tersedia. Daffa dan Rima pun terlihat bahagia dan puas melihat acara mereka berlangsung dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2