Romansa Putih Abu

Romansa Putih Abu
Barbequean


__ADS_3

Bi Arum yang sedang sibuk di dapur menyiapkan menu makan siang, segera berlari tergopoh-gopoh ke arah ruang tengah, ketika mendengar suara ramai. Ira yang melihat itu langsung bertanya ketika Bi Arum sudah dekat dengan mereka.


"Ada apa, Non? Kok, ramai betul? Sampai Non teriak-teriak?" tanya Bi Arum.


"Tidak ada apa-apa, Bi. Ini, ternyata Andin itu keponakan Mang Supri, ya?" tanya Sania.


"Ya Allah, dikira ada apa, " sahut Bibi, lega.


"Iya, Non. Non kenal sama Andin?" tanya Bi Arum balik.


Sania pun menjelaskan bagaimana mereka bisa saling mengenal. Tidak hanya dengan Sania saja, para sahabatnya pun mengenal baik Andin sebagai teman sekelas mereka.


"Masya Allah, begitu rupanya. Ternyata mereka teman-teman sekelas kamu juga, Ndin?" tanya Bi Arum lagi, ingin meyakinkan.


Andin membenarkan penjelasan Sania tadi. Membuat Bi Arum terlihat senang. Kehadiran mereka membuat Villa ini terasa hangat dan ceria. Setelah selama tiga tahun ini terasa sepi. Suasana persahabatan rasa saudara begitu kental.


Kemudian, Bi Arum pamit ingin melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda tadi. Andini, Sania, dan Rianti pun membantu Bi Arum memasak, agar cepat selesai. Sementara Ira, Wulan, Vania, dan Rina pergi berbelanja ke supermarket terdekat. Hendak membeli beberapa bahan makanan untuk barbeque an nanti malam.


"Mang Asep, antar kami ke supermarket terdekat, yuk! Mau belanja, nih, " ajak Tania kepada Mang Asep, supir keluarga sekaligus salah satu bodyguard yang bertugas menjaga putri dari majikannya dan sahabatnya.


"Oh, baik, Non. Sebentar saya ambil mobilnya dulu, ya. Non-Non tunggu di sini saja, ya, " jawab Mang Asep.


"Iya, Mang, " sahut Tania.


Mang Asep segera bergegas berjalan menuju mobil dan masuk ke dalamnya. Lalu lelaki paruh baya itu mulai menyalakan mesin mobil dan mengendarainya. Mendekati nona mudanya dan lainnya.


Tania, Ira, dan Rina pun bergegas masuk ke dalam mobil. Mang Asep kembali menjalankan mesin mobil dengan kecepatan sedang. Di belakang mereka menyusul pula dua orang bodyguard


yang merupakan anak buah Mang Asep, dengan mengendarai mobil yang lain.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, akhirnya mereka pun sampai. Mang Asep dan dua orang bodyguard itu mengikuti gadis-gadis itu.


Ira, Wulan, Tania, tampak asyik memilih bahan makanan yang akan mereka nikmati nanti malam. Sesuai list daftar belanjaan yang ditulis pada secarik kertas. Seperti sosis, daging sebagai bahan membuat steak, aneka bakso, mulai dari bakso ayam, sapi, udang, sampai ikan, dan lainnya. Beserta perlengkapan lainnya. Lengkap dengan bumbunya. Tak lupa pula membeli buah-buahan untuk dibuat salad, dan camilan lainnya yang mendukung. Untuk jagung manis sebagai tambahan bahan bakaran sudah disediakan oleh Mang Supri. Diambil dari kebun.


Sementara Rina hanya mengikuti mereka saja. Karena gadis itu tidak tahu apa rencana mereka.


Setelah semua bahan belanja masuk ke troli belanjaan, mereka membawanya ke kasir untuk pembayaran. Belanjaan tadi di bawa oleh Mang Asep.


Setelah itu, mereka memutuskan untuk kembali ke Villa. Namun, sebelum itu keempat remaja belia itu tampak meneteskan air liur ketika melihat sebuah counter yang menjual es krim. Tepat di seberang meja kasir.


Akhirnya, mereka memutuskan untuk membelinya dan menikmati di sana, sambil beristirahat dan duduk di bangku-bangku panjang yang tersedia di sekitar counter itu. Setelah itu, barulah mereka benar-benar kembali ke Villa.


Setelah sampai di Villa, waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 siang. Menu makan siang pun sudah siap dan telah tertata rapi di meja makan, yang mengarah ke arah kolam renang.


"Girls, menu makan siangnya telah siap. Gimana, mau makan siang sekarang atau nanti setelah shalat Zuhur, " tanya Sania


"Shalat dulu saja, lah. Tanggung sebentar lagi Adzan. Lagipula belum terlalu lapar, setelah makan singkong tadi, " jawab Rianti.


Semua masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan bersiap shalat Zuhur. Begitu pula, para lelaki yang terdiri dari Mang Asep, Mang Supri, dan para bodyguard bersiap pergi ke masjid yang dekat dengan Villa untuk shalat Zuhur berjamaah. Sementara para gadis shalat berjamaah di mushalla Villa, yang ada di lantai satu, dekat ruang tengah.


Desain Mushalla ini tampak unik dan cukup luas, kira-kira bisa menampung sekitar 50 orangan. Dilengkapi dengan perpustakaan mini, tempat menyimpan buku-buku, mushab Al Qur'an, lemari kaca berukuran tiga pintu untuk menyimpan peralatan shalat. Semua tergantung dengan rapi.


Selesai shalat Zuhur, semua bersiap untuk menyantap makan siang. Beriringan mereka berjalan menuju meja makan dan terlihatlah berbagai menu makan siang yang mengundang selera, dan membuat perut mereka mulai berdemo, meminta jatah. Ada ayam bakar, gurame asam manis, tahu dan tempe goreng, cah kangkung, karedok, lengkap lalapan, sambal terasi, dan kerupuk udang.


"Hm, yummy! Jadi lapar, " Wulan menanggapi makanan itu dengan mata berbinar sambil mengelus perutnya.


"Ayo, kita makan!" ajak Sania.


Para gadis segera bergegas menarik kursi untuk mereka duduki. Mengambil makanan mereka sendiri-sendiri, lalu menikmatinya dengan lahap.

__ADS_1


Para lelaki pun tak kalah lahap walaupun mereka hanya makan di teras depan, yang disediakan secara terpisah.


Selesai makan siang, Bi Arum, Rina, dan Andin segera membereskan meja makan, baik yang di dalam maupun yang di teras sampai rapi kembali. Piring kotor bekas mereka makan pun dibawa ke tempat cucian piring untuk dibersihkan. Begitu pula peralatan masak.


Para gadis kini berkumpul di sekitar kolam renang. Duduk-duduk di bangku panjang. Rencananya, memang mereka mau renang, setelah beristirahat sebentar. Desain kolam ruang ini dibuat aman dan bebas untuk wanita yang ingin berenang. Indoor.


***


Dua jam sudah mereka asyik berenang. Ternyata semua bisa berenang. Apalagi Tania yang memang hobi olah raga satu ini. Bahkan ikut bergabung di sebuah klub renang khusus muslimah di luar sekolah.


Akhirnya satu per satu mulai naik dari kolam dan beristirahat sejenak. Minuman berupa juz buah dan camilan sudah tersedia di meja dekat bangku-bangku panjang. Mereka menikmatinya juga sambil bercanda ria.


Tidak terasa, terdengar suara adzan tanda masuk waktu shalat Ashar dari masjid. Semua bergegas ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan shalat Ashar berjamaah.


Selesai shalat, mulailah mempersiapkan bahan-bahan untuk barbeque an. Rianti dan Andin memotong-motong daging bagian sirloin yang akan dibuat steak, dan mempersiapkan bumbu-bumbunya. Untuk dimarinasi agar bumbu-bumbu tersebut meresap ke dalam daging. Ira, Wulan, dan Sania memotong buah-buahan yang akan dibuat salad. Vania, Rani, Bi Arum menusukkan sosis, aneka bakso, fish roll, otak-otak, nugget, dan lainnya dengan tusukan sate, yang akan dibakar nanti.


Sedangkan Mang Asep dan Mang Supri mulai membersihkan jagung manis dan membumbuinya dengan mentega, saus barbeque, dan saos sambal, agar meresap. Tinggal dibakar.


Lalu bagaimana dengan para bodyguard, apakah mereka hanya diam mengawasi kesibukan tersebut? Oh tentu saja tidak ada yang menganggur.🤭


Mereka diserahi tugas untuk menyiapkan bahan sate ayam bumbu kacang tanah. Mereka memotong daging ayam fillet bagian paha dalam bentuk dadu, mengiris kulit untuk menambah rasa gurih pada sate, lalu menusukkannya ke tusukan sate, selang-seling antara daging dan kulit. Dalam satu tusukan ada lima potongan ayam dan kulit. Tak lupa, mereka juga membuat acar mentimun dan wortel sebagai pelengkap sate.


Lengkap sudah semua mengerjakan tugasnya masing-masing. Tinggal menunggu dibakar ba'da shalat Maghrib nanti.


Setelah selesai shalat Maghrib, mereka kembali disibukkan dengan bakar-membakar bahan makanan yang sejak sore tadi telah disiapkan. Para gadis mengurusi perdagingan, sosis, bakso dan kawan-kawannya. Sedangkan para lelaki mengurusi jagung dan sate ayam.


Setelah semua siap dan selesai shalat Isya, mereka pun menikmatinya dengan lahap. Ada yang memakannya dengan nasi atau lontong sebagai lauk, ada juga yang tidak. Hanya digadokan saja, seperti camilan. Karena tanpa nasi atau lontong pun sudah cukup kenyang.


Suasana malam itu penuh keakraban dan kebersamaan. Semuanya tampak menikmati liburan mereka di tahun ini. Anggaplah semua itu sebagai syukuran kecil-kecilan atas prestasi sekolah yang telah mereka raih di sekolah. Berharap ke depannya mereka tetap bersemangat dalam meningkatkan diri menjadi lebih baik lagi.

__ADS_1


Malam kian larut, semuanya kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Mengumpulkan tenaga yang telah terkuras hari ini. Agar esok hari dapat kembali bersenang-senang.


__ADS_2