Romansa Putih Abu

Romansa Putih Abu
Masa Orientasi Siswa Baru 1


__ADS_3


Selama seminggu ke depan, siswa baru SMA Cendekia akan menjalani masa orientasi. Selama itu, mereka akan didampingi oleh dua orang kakak kelas mereka, yang bertanggungjawab dalam membimbing adik-adik kelas mereka.


Saat sedang asyik mengobrol, dua orang siswa kelas tiga masuk ke kelas mereka. Sejenak suasana kelas yang tadinya tampak ramai menjadi sepi. Setelah mengucapkan salam, keduanya memperkenalkan diri di depan kelas. Nama mereka, Deni Setiawan dan Ikbal Mahendra. Lalu, menjelaskan bahwa merekalah yang akan mendampingi kelas 1 A selama masa orientasi, seminggu ke depan.


Kegiatan hari ini adalah pengenalan lingkungan sekolah. Kepsek memperkenalkan sarana dan fasilitas apa saja yang disediakan di sekolah sebagai penunjang proses belajar mengajar di sekolah ini.


Siswa-siswi baru diajak berkeliling secara bergiliran dengan didampingi para wali kelasnya masing-masing. Supaya tidak menumpuk di satu tempat. Setelah semuanya berkeliling, akhirnya mereka kembali ke kelas masing-masing. Begitu pula kelas 1 A.


Mulai dari laboratorium komputer



Laboratorium bahasa



Perpustakaan



Berbagai fasilitas olahraga

__ADS_1



"Wah, ternyata cukup lengkap juga fasilitasnya. Nggak heran sekolah ini jadi favorit," puji Rianti dan Ira secara bersamaan sambil berdecak kagum, menyadari hal itu keduanya jadi tergelak sambil saling tatap.


"Aku jadi penasaran, ekskul di sini ada apa saja, ya? Emh, jadwalnya besok, ya?" tanya Ira, sambil melihat lagi lembaran jadwal kegiatan selama masa orientasi.


"Iya," jawab Rianti sambil mengganggukkan kepala, ikut melirik lembaran yang ada di tangan Ira.


Deni menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan tiga hari ke depan, yaitu pengenalan unit kegiatan sekolah atau ekskul yang bisa diikuti.


"Di sekolah ini ada kegiatan apa saja, Kak?" tanya Wulan.


Deni menjawab, "Ada Pramuka, PMR, Paskibra, marching band, rohis, mading, pencak silat, karate, taekwondo, basket, voli, tata boga, berkuda, renang dan panahan, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, besok saja kalian ikuti, ya. Nanti masing-masing perwakilan unit kegiatan ini akan menjelaskannya lebih detil. Jadi, kalian bisa lebih puas bertanya."


"Ya, benar, kebetulan saya sendiri adalah Ketua Koordinator Panahan Ikhwan. Kenapa? Kamu Tertarik?" jawab Deni.


"Ya, Kak, saya tertarik, " jawab Sania.


"Baiklah, untuk lebih detilnya akan dijelaskan besok saja, ya. Bersama dengan teman-teman kamu lainnya, " jawab Deni, lalu mengalihkan pandangannya arah lain. Sambil melanjutkan penjelasannya. Bergantian dengan Ikbal, temannya.


Sania menggangguk.


Ternyata, seisi kelas tampak memperhatikan Sania. Dengan penampilannya yang tampak lain dari yang lain. Satu-satunya gadis di kelas itu yang memakai cadar, cukup menarik perhatian. Bahkan di sekolah itu. Namun pihak sekolah tidak mempermasalahkannya, selama tidak bertentangan dengan aturan sekolah dan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Lagipula, yang terpenting cadar tidak bertentangan dengan aturan agama. Jadi, mereka tidak punya alasan untuk tidak menerimanya. Apalagi, ternyata Sania termasuk anak yang cerdas, bisa dilihat dari nilai-nilai di rapor SMP-nya. Berprestasi pula.

__ADS_1


Merasa diperhatikan oleh teman-teman sekelasnya, Sania berusaha untuk tidak mempedulikannya. Ia sudah terbiasa menghadapi tatapan aneh seperti itu. Ia sadar, mengenakan cadar itu belum umum di masyarakat, meskipun kini sudah semakin banyak para muslimah yang memutuskan untuk berhijab. Ia hanya cukup menunjukkan bahwa dirinya sama seperti yang lain saudara sesama muslim juga. Tetap bersikap baik dan ramah kepada siapapun. Sehingga harapannya lambat lain akan terkikislah kesan angkuh, misterius, sulit didekati, dan lainnya.


Seperti yang tadi dilakukan Sania kepada Rianti, Ira dan Wulan, saat menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan, Sania malah berinisiatif duluan mengajak mereka berkenalan. Lalu dengan cepat mereka berempat langsung akrab, seperti sudah lama kenal saja. Saat tadi berkeliling melihat-lihat lingkungan sekolah, mereka pun tampak berjalan beriringan. Sampai kembali ke kelas.


Sepertinya, Sania ingin menunjukkan bahwa dengan berpenampilan seperti itu tidak membuatnya menjadi kaku, memilih teman, ia pun sama ingin tetap bergaul dengan teman-temannya. Ditambah lagi, memang sifatnya yang supel, mudah menyesuaikan diri, membuatnya tidak pernah merasa kesulitan dalam bergaul. Anaknya cukup asyik, ternyata. Tidak seperti kesan yang tampak dari penampilannya.


****


Keesokan harinya


Sesuai dengan jadwal, hari ini acaranya adalah pengenalan unit kegiatan sekolah. Semua tampak antusias mengikuti rangkaian acara itu. Mereka berkumpul di lapangan.


Secara bergantian, masing-masing wakil dari setiap unit tampil menjelaskan dan memperkenalkan kegiatan masing-masing, ditambahkan dengan menunjukkan aksi-aksi yang menarik dan memukau. Tujuannya, agar para siswa dan siswi yang baru saja diterima di sekolah ini tertarik bergabung bersama salah satu unit kegiatan itu.


Yang pertama tampil adalah dari unit kegiatan Paskibra yang menunjukkan beberapa atraksi kecakapan baris berbaris yang bervariasi, terlihat menarik. Dengan mengenakan seragam resmi untuk upacara yang terlihat menarik. Berwarna putih-putih. Yang laki-laki tampak gagah, sedangkan yang perempuan terlihat anggun dan cantik. Dan diiringi atraksi pula oleh unit kegiatan marching band sebagai pengantar musik yang sesuai atraksi yang ditunjukkan oleh kakak-kakak Paskibra. Dengan kostum yang menarik pula.


Penampilan selanjutnya dari unit kegiatan PMR yang menampilkan semacam opera, yang menggambarkan suasana peperangan, sedang di hutan. Ada yang sedang membuat tandu buatan dari dua buah bambu yang dijalin dengan tali hingga membentuk tandu untuk mengusung korban, ada yang bertugas mengobati korban, seperti membalut orang-orang yang terluka dengan menggunakan kain, dengan berbagai kasusnya. Dan ada juga yang bertugas membuat tenda untuk menampung korban. Seolah berada di tengah-tengah peperangan. Menolong para korban yang terluka di bawah desingan peluru, mereka merangkak dengan dengan gesit sambil berupaya menolong korban, sesuai tugasnya masing-masing. Dengan diiringi musik mendukung suasana tegang itu. Pengiring musik pun dari unit marching band.


Selanjutnya, satu per satu semua unit kegiatan mengadakan pertunjukkan sampai selesai dengan ditonton oleh semua siswa dan siswi baru dan para guru. Semua tampak antusias dan terhibur.


Tak terasa, waktu semakin berlalu, udara terasa kian panas seiring dengan posisi matahari semakin beranjak di atas kepala. Namun tidak mengurangi semangat mereka untuk menyaksikan pertunjukan-pertunjukkan itu. Beruntung, di sisi lapangan banyak terdapat pepohonan tinggi dan rindang, di bawahnya terdapat bangku-bangku panjang yang terbuat dari kayu. Jadi mereka bisa menonton sambil duduk, berteduh di bawahnya.


Seluruh rangkaian acara telah selesai tepat pukul 12.00. Dilanjutkan dengan shalat Zuhur berjamaah di mushalla sekolah, lalu kembali ke kelas masing-masing. Termasuk kelas 1 A, dengan didampingi oleh Deni dan Ikbal.

__ADS_1


__ADS_2