
Hari ini adalah hari kedua masa orientasi. Kalau kemarin semuanya mengadakan pertunjukkan dari masing-masing unit kegiatan. Hari ini, semua siswa dan siswi baru dipersilakan berpencar mendekati stand-stand tiap unit kegiatan yang diminati untuk mendapatkan informasi yang lengkap dari kegiatan-kegiatan itu. Sambil berkenalan dengan kakak-kakak senior mereka.
Rianti terlihat mendekati stand unit kegiatan tata boga. Dia memang suka memasak, terutama kue sejak kecil. Berawal sering ikut membantu bundanya di rumah. Lama-lama Rianti jadi suka mencoba berbagai menu di rumahnya. Terutama kue. Karena itu, ia ingin mengetahui informasi tentang ini. Ada juga beberapa jenis makanan snack yang dijual.
Ada risoles, lemper, lontong, kue lumpur, aneka puding, cup cake, roti, pizza mini, dan lainnya yang mengundang selera. Plus aneka minuman, seperti juz buah yang dikemas dengan botol berukuran 250 ml, ada juga smoothy buah, aneka kopi, teh, dan lainnya. Semuanya hasil karya unit tata boga.
Rianti terlihat asyik dan serius saat melihat-lihat apa-apa saja yang terpajang di stand itu. Semua tak luput dari pandangan matanya. Ada foto-foto tentang kegiatan apa saja yang pernah dilakukan oleh unit tata boga ini. Di bawah foto itu, ada keterangannya. Plus aneka makanan yang terhidang di depan stand.
Tiba-tiba Rianti dikejutkan dengan seseorang yang menegurnya, "Hai, Assalamualaikum! Ada yang perlu dibantu atau ditanyakan?"
Dengan sedikit terkejut, Rianti menjawab salamnya, sambil tersenyum, "Eh, wa wa'alaikumussalam."
"Dari tadi, aku perhatikan sepertinya kamu kelihatan serius sekali melihat-lihat isi stand ini, " ujar wanita cantik dan anggun yang tadi menegurnya.
"Iya, Kak. Saya suka aja melihat foto-foto itu. Dan makanan dan minuman yang ada kelihatan enak-enak. Oh iya, boleh saya tanya-tanya tentang tata boga ini?" tanya Rianti, sambil menjelaskan keasyikannya sejak tadi.
"Silakan, apa yang mau ditanyakan? Eh iya, sebelumnya, siapa namamu?" jawab wanita tadi.
"Oh iya, lupa saya. Kenalkan, namaku Rianti Noor Iskandar, Kakak bisa panggil aku Rianti, " jawab Rianti, sambil mengulurkan tangannya, mengajak berjabat tangan. Berkenalan.
__ADS_1
"Namaku Rahma Sari, panggil aja Rahma. Kelas 3, kebetulan aku adalah ketua koordinator unit ini. Jadi, kamu bisa bertanya apa saja," ujar wanita yang ternyata bernama Rahma itu menyambut uluran tangan adik seniornya itu.
"Aku memang suka sekali memasak terutama kue-kuean. Jadinya, aku pengen tahu banyak tentang unit ini. Ada kegiatan apa saja, Kak?" tanya Rianti.
"Oh ya, pantas kamu kelihatan antusias dari tadi sampai tidak sadar sedang kuperhatikan, " tanggap Rahma.
Rianti tersenyum, sambil menunggu penjelasannya. Sadar sedang ditunggu, akhirnya Rahma menjelaskan, "Begini, jadi nanti di sini kita akan belajar membuat berbagai menu, dari yang sederhana seperti masakan rumahan, tradisional, sampai internasional. Termasuk aneka dessert, snack, dan pastry. Setiap satu minggu sekali pasti akan selalu ada menu baru. Ya, harapannya, setelah lulus SMA, sudah punya keahlian. Pastinya sangat bermanfaat untuk masa depan. Terutama jika ingin membuka usaha di bidang kuliner. Banyak kok, alumni sini yang dulunya aktif di unit ini sukses membangun usaha sendiri. Ada yang buka usaha catering sekolah sampai kantoran, ada juga yang buka restoran, bekerja sebagai chef di hotel berbintang, di rumah sakit, sampai menjadi dokter ahli gizi, dan lainnya," terang Rahma.
"Wah, hebat-hebat betul, ya. Jadi makin tertarik, nih, " seru Rianti dengan mata berbinar.
"Iya, keren, kan? Aku juga berharap bisa sukses seperti mereka. Yang pasti semua ada manfaatnya. Ya, minimal bisa masak sendiri untuk keluarga, calon suami dan anak nanti. Nggak harus beli di luar melulu. Lebih irit, dan yang pasti lebih sehat karena kita sendiri yang masak, tahu persis bahan-bahannya aman," terang Rahma melanjutkan penjelasannya.
"Ih, nikah, masih kejauhan mikirnya kali, Kak. Aku aja baru lulus SMP, baru masuk kelas satu SMA, " ujar Rianti, namun tak urung wajahnya bersemu merah saat membayangkannya.
"He... he... iya juga, sih, " ujar Rianti sambil tersenyum lebar.
"Gimana, kamu tertarik gabung di unit kami? Atau masih ada yang mau ditanyakan lagi?" tanya Rahma.
"Pastinya tertarik, banget malah. Ehm, sepertinya cukup, deh. Nanti kalau ada hal lain aku tanya-tanya lagi, tidak apa-apa, kan? Tidak bosan ditanya terus?" jawab Rianti.
"Ya, tentu tidak lah, justru Kakak senang dengan orang yang cerewet seperti kamu," jawab Rahma sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Oke, makasih, ya Kak. Kakak baik, deh. Emh, sekarang aku mau coba kue-kuenya, ah. Ini dijual ya, Kak?" seru Rianti senang.
"Oh iya, dijual, bisa sekalian mencicipi makanan hasil buatan kami. Lumayan untuk mengganjal perut. Murah meriah, lah. Sesuai kantong siswa. Tuh, ada harganya, " jawab Sarah sambil menunjukkan kertas-kertas kecil yang bertuliskan harga makanan dan minuman itu.
Akhirnya, Rianti memutuskan untuk membeli lemper, risoles, cup cake coklat, dan minuman juz mangga, kesukaannya, dan satu botol air mineral. Lalu berpamitan kepada Rahma untuk mencari tempat duduk untuk menikmati makanan yang dibelinya tadi. Setelah itu, ia kembali berkeliling ke stand-stand lainnya. Hatinya sudah bulat ingin gabung di unit tata boga, karena ia punya mimpi ingin punya toko kue sendiri nantinya.
Setelah lelah berkeliling, akhirnya Rianti memutuskan untuk kembali masuk ke kelasnya. Ternyata di sana sudah ada beberapa orang temannya di kelas, meski sebagian masih banyak di luar. Termasuk Ira, teman sebangkunya.
"Hai Ira, tadi ke mana saja?" tanya Rianti.
"Keliling ke semua stand, tapi aku bingung mau pilih unit apa, ya. Banyak yang menarik juga, sih. Kamu sendiri gimana, kemana saja tadi?" jawab Ira, dan balik bertanya.
"Sama, aku juga keliling ke semua stand, memang menarik, sih. Seru-seru dan pada kreatif senior-senior kita. Tapi aku tertarik pada satu unit, yaitu tata boga. Kakak-kakak seniornya juga baik dan ramah. Bahkan aku tadi bicara banyak dengan ketua koordinatornya langsung. Namanya Kak Rahma. Asyik ngobrol sama dia, " terang Rianti.
"Oh, kamu suka masak, ya?" tanya Ira.
"Iya, terutama kue," jawab Rianti.
"Kalau begitu, kapan-kapan boleh dong aku mencicipi hasil masakanmu," seru Ira.
"Oke, siapa takut, " seru Rianti dengan riang.
__ADS_1
***