
"Iya dek iya next gue tahu kok kakak emang ganteng, tajir, imut dan lucu jadi please to the point aja. Siapa orangnya?" ujar Surya tambah penasaran.
"Jeng jeng jeng, Dia adalah kang Sule kak, kata Syifa singkat, "Komedian yang adek suka. Selain, ganteng, imut, dan lucu, Dia juga punya anak namanya, --"
Omongan Syifa belum sampai di titik akhirnya, Surya telah memotongnya.
"Sudahlah dek, wah.. wah parah lo dek" kata Surya.
"Isst.. kakak mah gitu, giliran di puji malah ngambek" ucap Syifa.
"Iya kakak tahu, lawakan lo receh" balas Surya kesal.
Sinta dan Sanjaya hanya menyimak tingkah ke2 anak kandungnya yang sedang beradu mulut didepannya.
"Syifa, itu namanya bukan muji tapi ngejatuhin. Aduh, gue kok punya adek kek lo ya?" sahut Surya lagi.
"Surya, mami denger loh ya?" Sinta menjewer telinga anaknya, Surya pun menjerit kesakitan.
"Aww.. iya mi iya, kakak cuma bercanda kok mi" kata Surya memegang telinganya.
Syifa, Sanjaya, dan Sinta semuanya tertawa, namun Surya masih menjerit kesakitan.
"Gimana? enak?" balas Sinta melepas jewerannya.
"Aww.. nggaklah mi, enak dari mana?" cetus Surya.
"Makanya kalo nggak mau di jewer, omongannya lain kali harus lebih di jaga" jelas Sinta.
"Iya mi iya, kakak tahu kalo kakak salah. Maaf" ucap Surya menunduk mengakui perbuatannya.
"Rasain tuh kak, bukannya rasa coklat?" ledek Syifa.
__ADS_1
Seketika semua tertawa.
"Kalian ini, katanya sudah dewasa tapi masih aja kek anak kecil" ujar Sanjaya.
"Yeh.. biarin aja pi, biar tidak berhenti di manja sama papi dan mami" jawab Syifa senyum sinis.
"Nah.. bener buanget dek" balas Surya.
******
Syifa berada di dalam kamarnya, kini ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang miliknya yang berwarna biru bergambar doraemon dengan serbak-serbik lainnya.
"Gue, nggak nyanka hari ini bisa dapet sekaligus dua teman baru" ujar Syifa, "Dan juga, bisa ketemu sama Dimas, sang ketua Osis" balasnya lagi.
Setika pikiran Syifa kembali terbersit oleh kejadian ia yang bertemu Dias pas di loteng sekolah.
"Dia siapa? wajahnya kok mirip banget sama Dimas, oh iya, ngapain juga mikirin orang rese kek dia itu, ih buat gue nggak mood aja" cetus Syifa.
Pesan Whatshap masuk, (anda.. ditambahkan Sonya masuk didalam grup, "🌸ANAK SEKOLAHAN🌸"
Syifa terkejut, "Grup apaan nih, dasar anak gaje".
Tidak lama, setelah ia ditambahkan masuk ke dalam grup tersebut, lagi-lagi poselnya berbunyi. Benar saja itu dari grup yang menurutnya tidak berfaedah tadi.
"🌸ANAK SEKOLAHAN🌸"
Isi chat pukul 20:12 (Syifa, Sonya dan Sarah)
Sonya Annisa : "Hello gaes, gue kangen kalian"
Sarah Auliyah : "Gue pun, tanpa kalian hari gue sepi"
__ADS_1
Sonya Annisa : "Iya itu jelaslah"
Sarah Auliyah : "Btw, Syifa mana kok nggak muncul?"
Sonya Annisa : "Entah"
Syifa hanya tersenyum melihat pesan dari temannya.
Aqila Assyfa : "Kenapa lo pada nyariin gue?"
Sarah Auliyah : "Idih, woles sist"
Sonya Annisa : "Syifa.. ada yang mau gue titip, bisa?"
Aqila Assyfa : "Ekhm, paan?"
Sonya Annisa : "Titip.. jaga hati abang lo buat gue ya"
Sarah Auliyah : "Dasar cewek nggak ada urat malu"
Sonya Annisa : "Biarin, lo tutup mulut aje"
Sarah Auliyah : "Okey, udah gue tutup nih Nya"
Sonya Annisa : "Dasar cewek ****"
Di selalah membaca pesan chat dari dua temannya, tiba-tiba chat dari nomor tak di kenal masuk.
Dias Pratama : "Woy, cewek rese"
Dias Pratama : "Gue cowok yang tadi di loteng"
__ADS_1