
Dias berlari mencari-cari keberadaan Syifa namun ia tak kunjung menemukan Syifa hingga ia pun menuju kelas untuk menunggu kehadiran gadis tersebut.
Syifa berlari terus berlari hingga butiran matanya tak henti-hentinya terjatuh di pipi mulusnya itu. Gadis itu berlari menuju taman sekolahnya, semua siswa lihat Syifa menangis hanya acuh tak mempedulikan Syifa.
Syifa pun mendudukkan dirinya di salah satu bangku khusus taman bercat hijau muda yang ada disana.
"Dias lo kenapa sih selalu saja buat gue kecewa baru kemarin juga kita baikan kenapa sekarang malah kek gini lagi. Lo jahat Dias, sangat Jahat" kata batin Syifa masih kecewa akan kenyataan tersebut.
Dari sudut pintu kelas XI.2, seorang siswa lelaki yang sedari tadi menatap Syifa menangis datang duduk di samping gadis cantik itu.
"Jangan menangis disini para siswa soalnya ngelihat lo" kata lelaki itu menyodorkan sapu tangan miliknya.
Syifa menoleh dan memperhatikan sosok lelaki yang sedang duduk disampingnya, Syifa kembali menoleh mencoba menghiraukan lelaki itu.
"Nih ambil buat ngehapus air mata lo" sahut lelaki itu lagi masih dalam posisi mengulurkan tangannya.
Syifa menggeleng kepala, "Nggak usah, entaran juga kering sendiri" tolak Syifa cuek.
Lelaki itu pun beranjak jongkok dihadapan Syifa juga menghapuskan air mata Syifa hingga tak ada tersisa dipipi mulusnya lagi. Syifa melihat itu hanya terdiam tak mengubris sikap lelaki yang ada dihadapannya.
"Lo siapa,?" tanya Syifa penasaran menatap lelaki itu dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Gue Fadhi Admaja, siswa kelas XI.2 buat lo panggil Fadi aja" tutur Fadi beranjak duduk disamping Syifa.
"Ohh" balas Syifa singkat.
"Kalo lo?" ujar Fadi sembari mengulurkan tangannya.
Syifa lihat uluran tangan Fadi segera membalasnya, "Gue Aqila Assyifa, panggilan Syifa" balas Syifa.
__ADS_1
"Syifa.. ekhm.. nama yang indahh.. untuk wanita yang cantik" ucap Fadi. Syifa pun melepas tangannya.
"Oh iya.. lo kok bisa gini pasti abis diputusin pacar lo ya?" tanya Fadi sok akrab menatap gadis cantik itu.
"Apa sih siapa juga yang punya pacar" balas Syifa.
"Kok gitu, cewe secantik lo masa nggak punya pacar sih. Ekh.. lo boong kan?" tanya Fadi lagi, namun Fady menatap Syifa dengan seriusnya.
"Apa sih orang gue jomblo dari lahir juga" ujar Syifa.
Fadhi mendengar itu, seketika tertawa, tidak percaya akan penuturan dari gadis cantik itu yang katanya dia jomblo sejak lahir karena menurutnya gadis secantik Syifa seharusnya sudah memiliki pacar puluhan.
"Lo beneran? kagak boong?" tanya Fadi lagi.
"Iyalah.. gue dari tadi jujur ini masa iya boong" imbuh Syifa kesal.
Fadi tersenyum, "Kalo gitu gue mau daftar dong" ujar Fadi namun Syifa memilih melototkan matanya, juga tiba-tiba ponsel Syifa bergetar. Tanda chat whatshap masuk, gadis itu segera membuka handphonenya.
🌸ANAK SEKOLAHAN🌸
Sonya Auliyah : "lo dimana Syif"
Sarah Annisa : "Iya, lo nggak pa-apakan?"
Sonya Auliyah : "Syif bales dong"
Sonya Auliyah : "Lo dimana sekarang?"
Sarah Annisa : "Iya Syif biar kita kesitu"
__ADS_1
Aqila Assyifa : "Nggak perlu bentar lagi gue masuk"
Sonya Auliyah : "Ok"
Sarah Annisa : "Cepetan"
Percakapan chat mereka bertiga pun berakhir.
Syifa berdiri, "Gue cabut dulu" kata Syifa lalu berlalu.
"Belum juga gue bilang kelasnya dimana,, eh dia dah cabut duluan" gumam Fadi memegang keningnya.
******
Sebelum Syifa masuk dalam kelasnya. Syifa terlebih dahulu pergi ke toilet, untuk membasuh wajahnya itu dengan air agar kembali terlihat fresh.
"Syifa.. lo, harus kuat nggak boleh lemah" sahut Syifa menymangati dirinya sendiri melihat pantulan dirinya dari dalam cermin. Sembari, mengusap wajah cantik nya itu dengan tissu toilet.
Di dalam kelas terlihat semua orang memperhatikan dirinya dengan tatapan tajam yang serius namun dia hanya melewatinya bergegas untuk duduk.
"Lo.. dari mana aja sih?" tanya Sarah menatap teman sebangkunya tersebut.
"Dari toilet gue" jawab Syifa santai.
"Beneran.. cuma toilet?" tanya Sonya ikut menimpali. Syifa pun mengangguk, Dias yang berada dibelakang bernapas legah setelah melihat Syifa telah datang.
"Lo beneran pacaran sama kak Sasha?" tanya Dino.
"Nggak gue udah putus sama dia tapi ntah mengapa akhir-akhir ini dia terus gangguin hidup gue dari chat whatshapp hingga nekat pindah kesini" jelas Dias.
__ADS_1
Doni mendengar penuturan Dias, mulai mengertin itu dan memilih untuk diam. Sebenarnya Doni tahu akan kelakuan Sasha dibelakang namun ia tak ingin nama sekolah yang pernah dia tempati ikut hancur disini.