
Kevin kenatap bingung, "Tumben banget berempat.. Syifa mana?" tanya Kevin menghitung mereka
Sonya menggelengkan kepalanya, "Syifa ilang" sahut mereka barengan menatap ketiga lelaki di depannya.
"Kok bisa?" tanya Dimas melototkan matanya.
"Tadi pas istirahat dia mau ketoilet tapi sampai detik ini nggak balik juga" sahut Sarah menjelaskan.
Dimas mendengar itu kemudian membagi kelompok menjadi empat bagian Sonya Dino kearah utara, Dias juga Sarah kearah selatan, Kevin dan David ke timur, sedangkan Dimas sendiri pergi sendiri kearah barat.
"Okey.. kalo nanti ada sudah menemukan Syifa cepet kasi info" kata Dias berlalu bersama Sarah.
******
Syifa sedari tadi berteriak-teriak, namun nihil tak ada yang merespon teriakannya itu. Hingga suaranya pun mulai serak dan ia pun berhenti untuk berteriak, Syifa merasa mengap dalam tolet merasa pusing akhirnya pingsan.
Sekolah tampak begitu sepihnya karena seluruh para siswa-siswi dan guru sudah pulang duluan, hari telah menjadi sore namun Syifa belum juga ditemukan.
Mereka bertujuh berlalu lalang mencari Syifa namun belum juga menemuinya. Sedang Dimas, terus-terus berjalan menuju kearah tujuan. Hingga melihat toilet yang bertulisan toilet ini bermasalah.
"Aneh.. bukannya toilet ini paling bagus tapi kok bisa jadi rusak" gumam Dimas berada di depan toilet itu.
"Apa gue cek dulu aja untuk memastikan" ujar Dimas mulai membuka pintu toilet yang terkunci itu dengan kunci yang bergelantungan di pintunya.
__ADS_1
Dimas pun masuk dan begitu terkejutnya setelah dia melihat orang yang dicari-carnya sudah tak sadarkan diri di dalam sana.
"Syifa" ujar Dimas menghampri Syifa yang tergeletak di depan toilet wanita. Spontan, Dimas memberitahu teman-teman lainnya. Lalu menggendong Syifa pergi dari tempatnya pingsan.
Dimas menggendong Syifa menuju UKS, juga untung UKS hari ini belum tutup. Dias segera membaringkan tubuhnya Syifa dikasur sembari memberikan minyak kayu putih dihidung Syifa.
"Dias.. Dias.. Dias.. " ucap Syifa mengigoh, menyebut nama Dias dengan pelan.
"Segitu sukanya lo sama Dias.. sampai-sampai tidur pun masih lo inget" ujar Dimas mengelus kepalanya Syifa begitu lembut.
Dias teman lainnya yang mendengar informasi Syifa sudah ditemukan segera menuju UKS, dengan cepat mereka semua berlari kearah tempat tersebut.
"Ifa.." teriak Dias berlari masuk ke dalam UKS.
Dias dkk ikut terkejut setelah melihat gadis cantik itu sedang tidak sadarkan diri berbaring di kasur UKS.
"Kok bisa bang?" tanya Sonya kepada Dimas.
"Sewaktu gue mencari Syifa.. gue melihat toilet yang bertulisan, toilet ini bermasalah tapi gue merasa ada yang aneh dari toilet itu. Karena toilet itu basa bagus dan gue pun melihat, ada kunci yang bergelantungan di pintunya, itu yang membuat gue, semakin terheran harusnya kalo emang toilet itu bermasalah, harusnya kan petugas kebersihan mengambil kuncinya jadi itu yang ngebuat gue untuk memastikan toilet itu, benar rusak tapi setelah gue buka.. eh ternyata Syifa sudah pingsan di dalam sana" jelas Dimas panjang lebar.
Dias dkk memdengar itu mulai paham akan situasi.
"Ekm.. sepertinya ada yang ngerjain Syifa" sahut Dias kesal. Sonya dan lainnya mengangguk paham.
__ADS_1
"Bener banget bang.. menurut gue yang kunciin Syifa pasti geng-nya Sandra ini" kata Sonya mulai curiga.
"Setuju.. apa lagi.. sebelum kejadian itu geng Sandra kan abis bertengkar sama kita di kelas" balas Sarah.
"Hah!! beneran!!" seru mereka barengan kecuali Dino dkk yang memang ada di kelas waktu itu.
"Iya.. Sasha juga disana, bareng geng Sandra" imbuh Sonya lagi.
Dimas dan Dias mendengar itu, melototkan matanya hingga membuat wajah tampannya begitu memerah dengan tangan kedua dipinggang.
"Kalian kompak bener" kata Kevin melihat kembaran itu begitu kompaknya.
"Biasalah emang gitu dia kalo lagi marah" ujar Sonya menatap kedua sepupu kembarannya itu.
Beberapa menit setelahnya, Syifa pun mengerjapkan dan membuka matanya. Teman-temannya, yang ada disana belum sadar akan hal itu, karena masih sibuk memperhatikan kembaran tersebut.
"Dias" lirih Syifa melihat Dias ada disampingnya.
Dias mendengar, ada suara merdu itu memanggilnya segera menoleh ke sumber suara tersebut, "Ifa" ucap Dias. "Apa kamu sudah baikan?" sambung Dias lagi.
Syifa mengagguk, "Aku nggak pa-apa kok" ujar Syifa beranjak duduk dibantu sama Dias dan Sonya.
"Nggak pa-apa apanya orang lo masih lemes gini, ih.. rasanya gue mau jadiin si Sandra jadi perkedel deh!!" seru Sonya meremas-remaskan kedua tangannya.
__ADS_1
Syifa pun menatap Sonya bingung, "Jadi, yang lakuin ini semua Sandra?" tanya Syifa memastikan.