
Selain mereka membicarakan akan rencana tersebut mereka juga membicarakan masalah-masalah lain.
"Eh.. btw Sonya mana? kok dari tadi nggak keliatan?" tanya Dimas mencari-cari keberadaan Sonya.
Syifa dan Sarah seketika tertawa pecah.
"Biasa.. dia lagi ngapel di kamar Syifa" jawab Sarah.
"HAH?" Dimas dkk mendadak bingung.
"Ngapel? ini kan sudah malam kok bisa?" ujar Dimas belum mengetahui soal kedekatan Surya dan Sonya.
"Dia.. lagi berduaan sama bang Surya di kamar Syifa" balas Sarah jujur apa adanya.
"HAH?" Dimas dkk kembali terkejut menatap Sarah.
"Kok bisa? mereka pacaran?" balas Dimas mengerti.
Syifa dan Sarah lalu mengangguk.
"Belum resmi sih masih proses" jawab Syifa senyum.
"Oh pantas aja anak itu sudah jarak datang ke rumah jadi alasannya ini" kata Dimas lagi.
"Hahhaha masa adek lo ngalahin lo sih Dim, mereka aja udah dapet masa lo kagak" sindir Kevin tertawa.
Jletak
__ADS_1
Tangan Dimas menghampiri kening Kevin.
"Aww.. sakit kali Dim" balas Kevin memegang kening yang sudah dijitak Dimas seketika membuat mereka hanya tertawa kecuali Kevin lagi cemberut.
"Kek lo nggak jomblo aja" celutuk Dimas meledek.
"Ye.. enak aja gue mah kalo mau, tinggal nembak aja nggak kek lo dari dulu jomblo mulu" ujar Kevin lagi.
Dimas menggelengkan kepalanya disusul oleh David yang hanya fokus menyimak, karena dia takut bicara, takut diledekin Kevin akan kejomboloannya juga :V
"Dasar lo ya.. sukanya ngeledekin gue mulu kalo gue dah nemu siap-siap lo gue bakal balas perkataan lo" balas Dimas melototi Kevin si playboy cap kaki tiga.
"Hahha.. oke gue tunggu Dim" celetuk Kevin tertawa.
Semua pun tertawa tiba-tiba Sinta menghampiri dan menyuruh mereka untuk pergi ke ruang makan untuk segera melaksanakan makan malam bersama.
"Iya mi.. siap" ujar mereka barengan.
Mereka pun berangkat, namun tidak untuk Syifa yang disuruh Sinta menuju kamarnya panggil abang Surya dan Sonya yang entah melakukan apa disana.
Ceklek
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Syifa membuka pintu kamarnya dan melihat adegan dewasa hinggaa membuat Syifa segera menutup matanya.
"ABANG, abang lagi ngapain?" teriak Syifa.
"Ma-maaf Syif.. abang khilaf" jawab Surya dan Sonya sedang terciduk buka-bukaan disana.
__ADS_1
"Ini bukan seperti yang lo pikir Syif" balas Sonya lagi.
Syifa membuka matanya dan melihat ulang kembali.
"Terus.. ini apaan?" tanya Syifa menunjuk baju Sonya yang berhamburan disembarang tempat.
Surya dan Sonya, memang tadinya sudah melakukan tapi itu tidak sampai berbuat lebih dari itu ia sekedar hanya menuangkan nafsunya namun tak berlebihan.
"Syif.. kita bisa jelasin kok" elak Surya lagi.
"Udahlah bang, ntar kalian jelasinnya sekarang kalian cepet pake baju karena mami papi sudah menunggu dibawa begitu pun lainnya" balas Syifa segera pergi.
Sedangkan Surya dan Sonya masih saling menatap.
"Gra-gara abang sih, siapa suruh sudah nggak nahan" kata Sonya menyalahkan Surya.
"Ye.. lagian kan kita tadi udah resmi jadian jadi wajar dong kalo abang minta sedikit" clutuk Surya senyum.
"Iya sih bang tapi ini gimana?" tanya Sonya bingung.
"Udahlah, urusan Syifa biarlah abang yang atur kamu cepetan pake bajunya.. terus turun ke bawah ya" ujar Surya dianggukan Sonya terus berjalan ke bawah.
"Untungnya.. cuma Syifa kalo mami, wahwah, berabe entar urusannya lagian kan gue juga pake pengaman jadi selamet" balas Surya tersenyum licik.
******
Di bawah, semua orang sudah menunggu Surya yang belum juga muncul tapi Sonya sudah datang dudukk disamping Syifa juga Sarah, dan tentu saja Syifa lalu menatap Sonya tajam hingga Surya datang.
__ADS_1