Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Dino Pindah Sekolah


__ADS_3

Keesokan paginya Syifa terbangun lebih awal karena takut telat ia yang sedari dulu hanya numpang ikutan dimobil Surya akhirnya hari ini memberanikan dirinya untuk mengendarai mobilnya sendiri pergi sekolah.


Syifa berjalan menelusuri koridor sekolah, hingga dia pun tiba di kelasnya, di kelasnya sudah terlihat Sarah telah menunggu kedatangannya dibangku sebelah.


"Haii Syif" sapa Sarah tersenyum.


"Haii, juga Sar" kata Syifa tersenyum segera duduk di bangkunya, ia disamping Sarah dong.


"Syif,, gue kok,, jadi penasaran yah, tentang semalem Sonya sama Bangsur udah ngelakuin nggak ya?" ujar Sarah namun seketika mulutnya dibekas sama Syifa.


"Aduh Sar,, lo nggak boleh seceroboh ini gimana kalo ntar ada siswa lain, yang tahu tentang ini? lo mau ya,, kalo Sonya malu datang ke sekolah" bisik Syifa tepat di kuping kanan Syifa membuat Sarah mengangguk.


"Upsstt,, Sorry, gue lupa" jawab Sarah setelah di buka bekapan tangan Syifa dari mulut mungilnya.


"Jangan sok imut deh lo gue tahu kok lo sengaja gitu mau tahu Bangsur masih perjaka atau tidakkan terus lo juga masih berharap ada harapan kan?" bisik Syifa lagi masih berbisik di kuping kanan Sarah.


"Yeeh,, enak aja lo Syif gue nih juga tahu batasan kali Syif kalo sudah nggak ada harapan untuk Bangsur ya jadi,, gue sudah ikhlasin,, buat Sonya apa lagi istrinya kek nenek lampir gitu" clutuk Sarah cengingikan.

__ADS_1


"Hahha lo yah kalo ada Sonya takutnya minta ampun eh,, setelah nggak ada, baru berani,, dasar lo sukanya main dibelakang Sar" ledek Syifa menghina Sarah.


"Gue memang segaja gitu Syif, karena takut, ntar gue salah bicara sentilan Sonya mendarat disini lagi," ujar Sarah serius, menunjuk keningnya, ngebuat Syifa ikut tertawa melihat tingkah sahabatnya yang satu itu.


"Selamat pagi para wanita cantik" kata lelaki tampan tiba-tiba muncul dihadapan Syifa dan Sarah.


"DIAS" teriak mereka bersamaan, ia lelaki tampan itu adalah Dias yang memang teman sekelas Syifa dkk.


"Dias,, lo nggak liat, kita lagi serius ngobrol terus ada lo jadi lupa obrolan deh" kesal Sarah marah.


"Yeeh.. pada salah sendiri juga,, masih pagi gini udah ngibahin orang lain,, oh,, lo, pasti lagi omongin Sonya sama Bangsur, iya? ayo ngaku deh lo" ujar Dias kepo.


"Dino,, lo kok, bisa disini?" seru Syifa terkejut melihat Dino sepupunya berada di kelasnya.


"Syifa, gue baru aja pintah sekolah dan sekarang gue sekelas dengan lo" tutur Dino menatap kearah Syifa.


Syifa masih terkejut dia tidak menyangka sepupunya Dino pindah ke sekolah yang sama dengannya.

__ADS_1


"Hah? jang bercanda deh lo itu nggak lucu tahu" seru Syifa namun kali ini berdiri memukul bahu Dino.


"Gue nggak ngelawak ini beneran Syif, gue pengen di sini kumpul bareng lo lagi karena disekolah gue yang kemarin sepi banget,,, tanpa lo jadi gue suruh bunda" jelas Dino panjang lebar mengelus kepala Syifa.


"Hahha,, lo to the point aja kali,, lo pasti nggak punya contekan kan,,? karena gue,, nggak ada disana" ledek Syifa menyombongkan dirinya.


"Wahwah,, Syifa ternyata, mulutnya sama aja dengan Sonya sama tajem" sahut Sarah ikut menimpali.


"Emang gitu kenyataannya" balas Syifa tak terima.


"Iya deh iya, salah satu alasannya emang itu juga sih" seru Dino nyengir tanpa dosa kearah Syifa.


"Dasar Dino,, si Dinosaurus" ledek Syifa senyum licik.


"Sudahlah,, nggak usah bertengkar mending lo sama gue aja kita sebangku yuk" suruh Dias.


"Emang lo pinter? sepintar Syifa?" tanya Doni lagi.

__ADS_1


"Wahwah,, lo ledekin gue bodoh ya?" tanya Dias juga.


"Nggak,, gue cuma nanya kelles" ucap Dino nyolot.


__ADS_2