
Mereka semua begitu bahagia menuju keruang tamu sembari saling berpelukan terkecuali Dias dan Syifa.
"Mulai deh lebaynya" ujar Syifa menyenggol Sonya.
"Apa sih Syif,, orang kita dah sah juga" balas Sonya.
"Iya sih udah sah tapi kan nggak segitunya kali" tutur Syifa nyolot menyungkan bibirnya.
"Makanya suruh si Dias biar cepet-cepet ngelamar lo biar nggak jadi nyamuk lagi" ucap Surya meledek.
"Apa sih bang" elak Syifa menunduk malu-malu.
Setelah sekian lama mereka mengobrol, Dias segera berdiri untuk berpamitan kepada semuanya.
"Papa, mami, Bang Surya, Syifa, Sonya. Dias permisi, pulung dulu," pamit Dias, sambil menyalami tangang kedua orang tua Syifa. Sinta dan Sanjaya tersenyum.
******
Pagi harinya Syifa dan Sonya sudah jalan ke sekolah menggunakan mobil Syifa dan Syifa yang menyetir.
"Sonya" teriak Sarah melihat Sonya masuk kelas.
"Masih pagi nggak usah teriak" celutuk Sonya. Sarah melihat itu menggelengkan kepalanya.
"Ada apa? apa lo marahan lagi sama Bangsur?" tanya Sarah penasaran sedang Syifa asyik menyimak.
"Bukan gitu Sar.. gue cuma capek nggak bisa banyak gerak" jawab Sonya, mendudukkan dirinya dikursinya sementara Syifa dan Sarah melototkan matanya.
"Hah!! apa lo ngelakuin itu samalam?" tanya Sonya.
__ADS_1
"Ngelakuin? ngelakuin apa,,?" elak Sonya mulai sadar akan perkataannya tadi. "Gobloknya gue, kenapa gue harus kecoplosan sih" ujar Sonya dalam hati.
"Idih nggak mau ngaku lagi" cibir Sarah tersenyum.
"Apa sih.. gaje lo" bantah Sonya lagi menutup kuping nya yang tak ingin mendengar obrolan Sarah.
"Buahhaha" sahut mereka tertawa barengan kecuali Sonya terkikuk malu.
"Nggak usah malu gitu, kita ngerti kok lagian emang seharusnya lo menuruti perintah suami lo" kata Syifa santai yang berhasil membuat sahabatnya tertawa.
"Kek lo udah berpengalaman saja Syif" balas mereka barengan.
"Iya nggak sih.. tapi gue udah belajar banyak tentang pernikahan" tutur Syifa lagi-lagi mereka terkejut akan pernyataan gadis cantik tersebut.
"Hah!! yang bener lo?" tanya Sonya dan Sarah lagi.
Syifa mengangguk, "Iya emangnya salah" tanya Syifa membuat kedua sahabatnya bungkam.
******
Di kelas lainnya, di kelas yang diimpikan oleh semua siswa siswi SMA Bintang tepatnya kelas XI.1 tempat Dimas dkk, mereka terlihat begitu seriusnya, melihat seorang murid wanita cantik masuk dalam kelasnya.
"Hai semua.. perkenalkan nama gue Olivia Permata panggil Oliv aja" ucap siswi baru itu, memperkalkan dirinya. Dimas melihat itu hanya membuang muka.
"Dia kok bisa kesini? bisa gawat ini kalo Dias melihat ini cewek gimana dengan Syifa? pasti dia bakal sakit hati. Ekm,, tapi, kalo dipikir-pikir, ini juga kesempatan bagus buat gue, rebut Syifa dari Dias karena ada Oliv disini" jelas Dimas tersenyum licik.
"Heh!! lo, kenapa bengong gitu liat tuh cewek? apa lo suka sama dia?" tanya Kevin membuyarkan lamunan Dimas.
"Iya.. mentang-mentang ada siswi baru cantik semua sekalian aja lo embat, nggak usah sisain kita berdua" kata David dengan nada penuh penekanan, menatap Dimas serius.
__ADS_1
"Apasih kalian berdua ini, siapa juga yang suka sama dia" balas Dimas menjewer telinga sahabatnya itu.
"Awww sakit" ujar Kevin dan David barengan pegang kupingnya yang lagi dijewer sama Dimas.
"Emang enak?" tanya Dimas melepas jewerannya.
"Mana ada sih orang dijewer rasanya enak, kalo main ena-ena pasti baru enak" jelas Kevin si otak mesum.
Pletak
Tangan David berhasil mendarat begitu sempurnahh di jidat Kevin dengan sangat kasarnya.
"Kampret.. sakit bege" jerit Kevin pegang keningnya.
"Siapa suruh otak lo nggak bener" ucap David serius.
"Emang ucapan gue salah? nggak kan?" elak Kevin.
"Pikir sendiri" sahut mereka barengan kecuali Kevin.
Usai akan pembelarannya, siswa baru itu menuju ke tempat duduk Dimas.
"Dimas!!" panggil Sasha sudah berada disampingnya Dimas, Dimas mendengar itu segera menoleh.
"Ekm" jawab Dimas singkat.
"Dias dimana? kok nggak bareng lo?" tanya Shasa.
"Enggak tahu.. emangnya gue harus sama Dias mulu nggak kan?" kesal Dimas melototi Sasha.
__ADS_1
"Nggak gitu Dias.. gue merasa aneh saja sudah lama gue nggak ngelihat Dias datang ditongkrongan" ucap Sasha menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
"Mana gue tahu tanya aja sendiri.. dah lah gaes, yukk cabut" pintah Dimas yang diangguki Kevin dan David sembari berlalu meninggalkan Sasha. Sasha melihat itu ikutan dibuat kesal oleh tingkah Dimas berubah.