Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Berubahnya Dias


__ADS_3

"Terus kalo kagak kenapa?" tanya Dias lagi.


"Itukan,, gue maunya sebangku aja deh sama lo Syif" kata Dino memeluk leher Syifa.


"Enak aja,, lo itu tiba-tiba dateng langsung mau rebut Syifa teman sebangku gue? nggak,, lo,,, nggak boleh" tolak Sarah saat mendengar ucapan Dino.


"Ngeremehin banget lo,, sini ntar gue kasih contekan deh sama lo" balas Dias tersenyum.


"Iya udah deh,, awas lo yah,, kalo lo bodoh" tutur Dias menatap tajam Dias.


"Iya, ntar gue tunjukin deh kehebatan gue" balas Dias mengambil tangan Dino, dari leher Syifa, dan menuju pergi ke bangkunya.


Setelah mereka bertengkar, akhirnya, Doni mengalah dan duduk disebelah Dias. Hari ini mata pelajarannya diawali dengan mata pelajaran matematika, ibu Dian selaku guru mapelnya yang terkenal cantik, baik hati, dan suka menghukum anak muridnya jika tak serius.


Sedangkan Syifa Sarah terlihat begitu antusias karna sudah tahu sifat ibu Dian dalam mengajar, Dino yang tidak tahu akan hal itu terus mengganggu Dias.


"Bro,, kalo soal ini gimana caranya?" tanya Dino tidak mengerti.


"Uussst, jang berisik lo" jawab Dias serius menyimak.


"Issst,, tadi katanya,, lo mau bantuin gue,, kok nggak? lo pasti bodohkan?" tanya Dino lagi.


"Enak aja,, gue pinter gini dibilang bodoh gue sumpel mulut lo baru tahu rasa" balas Dias masih menyimak.


"Terus, ini jawabannya gimana Dias pinter?" ujar Dino tapi ibu Dian sudah berada tepat disamping mereka.

__ADS_1


"Kalian berdua naik keatas kerjain soal nomor 1 2 ya, karena dari tadi ibu perhatiin kalian sepertinya sudah paham" jelas ibu Dian penuh penekanan.


"Ta-tapi bu saya belum mengerti soal itu" elak Dino.


"Tidak ada kata tapi tapian, sekarang juga kalian dua orang naik" tegas ibu Dian kesal.


"Baik bu" ujar Dias berdiri menuju papan tulis, disusul Dino dibelakangnya.


Semua orang melihat Dias begitu antusiasnya dalam belajar hari ini dibuat terkejut, karena ini tak biasanya sekaligus Syifa melihatnya ternganga tak mendipkan matanya hingga Dias selesai mengerjakan soalnya.


"Selesai bu, gimana? pasti benar kan?" tanya Dias.


Ibu Dian melihat jawaban Dias sambil tersenyum.


"Benar, ini baru Dias yang ibu kenal" jawab ibu Dian.


"Ternyata beneran anak ini cuma berpura-pura bodoh tapi, apa alasannya ya? kok dia mau jadi anak bodoh gue makin penasaran" gumam Syifa melihat Dias.


"Ibu kalo jawaban saya?" tanya Dino selesai.


Ibu Dian melihat jawaban Dino sembari tertawa.


"Jawaban ini salah tapi kamu, namamu siapa?" ucap ibu Dian penasaran.


"Saya Dino bu anak pindahan dari SMA Genius" balas Dino tersenyum.

__ADS_1


"Oh begitu pantas saja wajahmu masih asing dimata ibu" tambah ibu Widya.


"Kalo gitu kami bisa nggak bu turun sekarang?" tanya Dias.


Ibu Dian mengangguk, "Baiklah kalian turunlah" balas ibu Dian.


******


Sonya Surya sudah terbangun, membereskan semua barangnya dan sekarang mereka bergegas turun.


"Sayang ayo" ujar Surya tersenyum kearah Sonya dan Sonya hanya mengagguk pertanda setuju.


"Kamu nggak apa-apakan kita perginya sekarang? ini mami undah nungguin kita katanya" tambah Surya.


"Iya bang, Sonya nggak pa-apa kok. Ayo" ucap Sonya namun kali ini Surya hanya tersenyum menggandeng tangan Sonya turun kebawa.


Mereka berdua pun turun dan melihat semuanya dah berkumpul di meja makan.


"Mama Papa" sapa mereka barengan.


"Eh, anak kesayangan mama papa sudah bangun ya? kirain mama kalian masih capek" ledek Clara.


"Apa sih, orang kita dari tadi bangunnya" balas Sonya tidak terima, Dias tersenyum malu.


"Iya iya mama cuma becanda sayang" balas Clara.

__ADS_1


"Menantu papa sini duduk nak kalian pasti laper kan? cepet gabung sama kami" sahut Brayen.


__ADS_2