Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Hari Kebahagiaan Tiba


__ADS_3

Setelah gadis cantik itu bersiap-siap ia memutuskan untuk pergi melihat Surya, sudah siap atau belum. Ia berjalan sambil mengendap-endap, masuk ke dalam kamar Surya.


Surya terliahat sedang bersiap-siap, di depan tempat rias miliknya, setelah besiap-siap Surya memakai jas berwarna putih, juga menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Wah.. gila kak,, lo ganteng banget" ucap Syifa sudah berada tepat di belakang Surya.


"Udah tau gue" jawab Surya cuek, merapikan rambut miliknya biar tambah rapih.


"Ini mah Sonya yang beruntung bang udah mendapat abang gue yang gantengnya kelewatan ini" ujar Syifa memperbaiki jas Surya.


Surya hanya tersenyum, mendengar ucapan Syifa itu, tiba-tiba pintu kamar Surya terbuka dan terlihat Sinta juga Sanjaya sudah siap untuk berangkat.


"Wihwih.. gantengnya anak papi, persis papi sewaktu muda dulu" kata Sanjaya, menatap Surya yang sudah bersiap untuk pergi ke rumah Sonya.


"Iya pi, guanteng banget papi mah kalah" balas Sinta cengegesan menatap Sanjaya Surya bergantian.


"Iya,, jelas dong mi,, kan,,hari spesial" tutur Surya lalu memperlihatkan senyum manisnya.


"Ehhemm" deheman Syifa semua langsung menatap kearah Syifa, "Jadi.. aku gimana papi mami cuantekk juga kan?" tanya Syifa, sembari mengedipkan-ngedip kan matanya.

__ADS_1


"Iya sayang.. tetep anak papi satu ini is the best" kata Sanjaya mengelus puncuk kepala Syifa.


Mereka berangkat menggunakan mobil mewah, juga sudah ada Clara Fardi, suami Clara dan Doni ikut dari belakang mengkitu Sanjaya sekeluarga, serta di ikuti beberapa mobil mewah lainnya.


******


Sonya telah selesai memakai make up-nya gaun itu pun terlihat begitu sempurnah melekat di tubuhnga, dan sekarang Sonya sudah terlihat bagaikan artis di tv tv umum yang sering mereka gibahkan :V


"Lo beneran Sonya bukan sih?" tanya Sarah takjub.


"Gile.. lo cantik parah Nya.. pantasan saja bang surya kepincuk buanget sama lo" sambung Sarah lagi.


"Ohya, apa kabar sama Bangsur ya, pasti dia ganteng banget deh, pasti cakepnya udah ngelakuin Rowoon" tanya Sarah membayangkan wajah Surya dihadapan calon istrinya.


Pletak


Sentuhan kasar dari tangan Sonya kembali mendarat di kening kesayangan kepunyaan Sarah.


"Aww.. lo kebiasaan buanget sih Nya,,,, sakit kali Nya, gue bales baru tahu rasa lo" tutur Sarah mulai kesal.

__ADS_1


"Bales aja Sar, lagian lo ngomong nggak di filter dulu udah tahu lo bicara sama calon istri bang Surya,, eh,, lo malah asik-asikan muji-mujinya" jelas Sonya tidak terima karena Sarah memuji calon suaminya, Surya.


"Oke.. baiklah,, gue bakal diem, daripada entar lo jadi sedih,, tidak konsentrasi mikirin ucapan gue lagi" ujar Sarah tersenyum menatap Sarah dari depan cermin.


Tak lama mama Clara datang mengecek Sonya yang sudah terlihat sudah begitu cantik layaknya bidadari.


"Wihwih.. anak mama,, cantik buanget deh" ujar Clara memuji Sarah anaknya yang memang terlihat cantik.


"Itu kan bener,, apa kata gue juga, lo cuantik buanget Nya, demi apa pun" sambung Sarah, tersenyum akan tetapi Sonya tersenyum begitu malu.


"Cihh.. ternyata.. lo bisa malu juga Nya?" tanya Sarah namun dibalas pelototan mata sama Sonya.


"Sialan lo Sar" jawab Sarah mulai kesal.


"Udah.. udah nggak boleh bertengkar,, entar make up kalian pada luntur lagi" clutuk Clara memperingati.


******


Disisi lainnya, keluarga Sanjaya telah tiba di halaman rumah keluarga Sonya juga telah disambut hanyanya oleh keluarga Sonya lainnya, keluarga Sanjaya keluar dari mobil berjalan masuk, menuju rumah Sonya dan terlihat rumah Sonya sudah terlihat begitu indah ulah desain pernikahan yang sangat keren.

__ADS_1


__ADS_2