Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Fitting Baju


__ADS_3

Setelah semua mata pelajaran selesai, mereka pergi ke gerbang sekolah, terlihat disana sudah ada sosok lelaki tampan menunggu, etah siapa yang ia tunggui sekarang apakah adiknya ataukah calon istrinya? iya benar lelaki itu adalah Surya.


"Dah lama nunggu kak?" ujar Sonya menatap Surya.


Surya tersenyum, "Nggak kok baru juga sampe" tutur Surya mengelus puncak kepala Sonya.


"Ye.. nggak ada akhlak banget lo kak,, masa iya adek sendiri dijadiin nyamuk" jawab Syifa sewot.


Sedang Sarah sedari tadi hanya menatap Surya yang terlihat begitu mesraannya sama sahabatnya Sonya.


Pletak


Lagi-lagi jidat Sarah jadi korban karena ulahnya yang sedari tadi menatap Surya begitu intensnya.


"Aww,, sakit kali Nya" ujar Sarah memegang jidatnya.


"Ini lagi, lo nggak boleh ya kecentilan lagi sama bang Surya karena besok,, dia bakal jadi suami gue" jawab Sonya tertawa melihat kearah Sarah.

__ADS_1


"Huffft.. huffft.. sabar, nggak boleh marah ntar cantik Sarah ngilang terus kalo ngilang ntar nggak ada yang mau deh" balas Sarah menahan amarahnya.


Syifa lalu tertawa, "Ye.. kan ada Kevin dan sepertinya Kevin suka lo deh Sar" kata Syifa, yang dibalas Sarah dengan pelototan matanya.


"Hehhe maaf,, tapi kan ini juga buat lo untung-untung kalo ada Kevin yang mau kalo nggak ada gimana? lo mau jones mulu?" tanya Syifa tertawa pecah.


"Enak aja,, amit-amit dah,, gue jadian sama itu bocah ntar gue makin tua lagi" clutuk Sarah menolak.


"Sudah.. sudah.. kalian.. mau ikut kita ato kagak nih?" sahut Surya, menatap kearah Syifa juga Sarah secara bergantian tapi mereka membalasnya dengan penuh tanda tanya karena tidak tahu akan perkataan Surya.


"Iya gaes, sekarang kita mau pergi fiting baju iya kalo kalian nau ikut ayo, kata mami Sinta juga suruh bawa Syifa dan lo Sar" kata Sonya memberitahu.


"Ih.. kakak mah suka manas-manasin Syifa deh udah tahu kita orangnya baferan, masih aja digituin" clutuk Syifa menatap datar Surya.


"Eleh,, siapa juga,, yang manas-manasin lo sih, orang gue disini nggak bawa api" ledek Surya tertawa.


"Ihh awas ya bang,, ntar kalo ketemu mami langsung Syifa bilangin soal ini" balas Syifa tak terima.

__ADS_1


"Wlekwlek bilangin aja lagian abang nggak takut tuh" ujar Surya menjulurkan lidahnya kearah Syifa.


Sonya, Sarah, tertawa melihat kedua tingkah suadara itu bagaikan tom and jerry seperti perkataan Sinta.


"Kak.. kita kapan jalannya sih?" sahut Sonya peka.


"Oh iya, jadi lupa abang gara-gara cewek jomblo satu ini uppst salah dua ya Nya?" ledek Surya lagi tapi kali ini ia melihat kearah Sarah.


"Ih,, Bangsur jahad deh mentang-mentang besok dah jadi ngusilin para jomblo" balas Sonya dengan wajah dibuat-buat begitu kecewanya.


"Hehhe maap makanya ayo naik sekarang" ujar Surya bergegas naik keatas mobilnya disusul Syifa dulunya duduk di depan bareng Surya namun sekarang ia dah digantikan oleh Sonya dan sekarang dua para jomblo itu yang duduk dikursi belakang hihihi nasib jomblo:v


Setelah menempuh beberapa menit akhirnya mereka sampai di butik bunda Wanda, mama dari Dino hihihi ia, adalah saudara satu-satunya Sanjaya. Mereka pun masuk kedalam, dan terlihat di dalam sudah ada dua orang tua menunggu Sinta, Clara juga Wanda dong.


"Ehh.. pengantin baru sudah dateng" ujar Wanda saat melihat mereka semua masuk ke butik.


"Bunda.. bunda, nggak nyapa Syifa?" kata Syifa mulai memanyungkan bibirnya ke depan.

__ADS_1


"Astaga anak bunda cantik ini lagi ngambek, ihh bibir di monyongin lagi kan tambah cantik" kata Wanda, ia emang begitu akrab dengan keponakannya terutama Syifa yang selalu bermanjaan dengan Wanda.


__ADS_2