
Sarah melihat kedua sahabatnya yang sudah frustasi akan semua ini akhirnya membuat mereka terkejut.
"Gaes.. gue punya cara" bisik Sarah tersenyum licik.
"Apaan?" Sahut Syifa dan Sonya barengan.
Tanpa berbasabasi lagi Sarah segera menyampaikan semua rencananya yang menurutnya akan berhasil.
"Gimana keren kan ide gue?" kata Sarah serius.
"Iya yaya.. gue setuju nah tumben tuh otak berfungsi" ujar Sonya meledek karena memang Sarah memang anaknya agak gesrek tapi cuma kadang-kadang sih.
"Ye,, enak aja gue juga pinter kek kalian kali memang kalian aja yang bisa mikir gue juga bisa" balas Sarah, tak terima akan ucapan pedas Sonya.
"Iya deh iyain aja biar cepet" ucap Sonya tersenyum.
"Syif.. gimana menurut lo?" tutur Sarah melihat Syifa.
Seketika kedua sahabatnya memfokuskan matanya melihat Syifa yang terlihat masih memikirkan buahh hasil pemikiran otak dari Sarah.
"Iya jelaslah.. gue setuju orang Sarah orangnya pinter gitu juga" ejek Syifa membuat semuanya tertawa.
"Oke.. kalo gitu nanti sepulang sekolah kita nginep di rumah lo aja biar kita rencanain next-nya" ujar Sonya.
"Ye.. bilang aje lo mau ketemu sama Bangsur" ledek Sarah sembari setuju.
__ADS_1
"Okey.. makasih kalian" ujar Syifa, seketika memeluk erat kedua sahabatnya yang sedikit bobrok itu.
Mereka bertiga sudah layaknya keluarga. Syifa Sarah dan Sonya. Mereka sudah pergi, mengunjungi rumah mereka masing-masing, Selama mereka bersahabat.
Mereka bertiga pun sudah akrab dengan keluarganya masing-masing dan kini, sudah tak ada kata sungkan diantara mereka apabila pergi ke rumah Syifa.
******
"Assalamu'alaikum.. mami papi bangsur anak cantik pulang" teriak Syifa, Sonya dan Sarah barengan.
Sinta, Sanjaya, mendengar kehadiran beberapa anak manjanya kini segera beranjak menemuinya di ruang tamu.
"Eh anak mami sudah pulang" ujar Sinta melihat ke3 orang yang masuk ke dalam rumahnya yang tak lain adalah Syifa puteri bungsunya dan teman-temannya.
"Hallo mami Sinta.. papi Jaya.. kami datang lagi" ujar Sonya dan Sarah barengan menyalami ke2 orang tua Syifa yakni Sinta dan Sanjaya.
"Sayang.. kamu kok bicara gitu,, kamu kan anak kami iya kan pi" jawab Sinta menatap kearah Sanjaya.
Sanjaya pun membalasnya dengan anggukan.
"Iya sayang anggap aja rumah ini rumah kalian juga" balas Sanjaya mengelus ketiga puncak kepala Syifa, Sonya dan Sarah sembari tersenyum.
Mereka bertiga tersenyum, "Siap papi" balasnya lalu pergi beranjak naik, menuju kamar Syifa, sedangkan Sinta dan Sanjaya hanya menggelengkan kepalanya.
Sinta dan Sanjaya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Papi mami, anak tampan pulang" teriak Surya pergi menghampiri orang tuanya, Sanjaya dan Sinta.
"Eh.. abang Surya juga sudah dateng" jawab Sinta.
"Mereka dateng lagi mi pi?" tanya Surya menunjuk ke arah kamar Syifa di anggukan sama Sanjaya, Sinta.
"Oh.. baguslah,, kalo gitu abang nggak kesepian deh" ujar Surya,, beranjak pergi menaiki tangga menuju ke kamar Syifa.
Lagi-lagi Sinta dan Sanja hanya menggeleng kepala.
"Bener pi.. mereka anak papi semua?" ledek Sinta.
"Ye.. mami kali,, yang minta pendapat papi,, jadi papi bilang iya aja takut mereka kecewa" balas Sanjaya.
******
Ceklek
Pintu kamar Syifa terbuka tanpa ada yang mengetuk pintu membuat ketiganya ikutan ketakutan.
"Hai para cecannya abang Surya" sahut Surya masuk menghampiri ketiga gadis tersebut.
"Astaga.. Bangsur" ujar mereka barengan.
"Ye.. Bangsur ma, kalo ada mereka semangat 45 tapi kalo dah nggak ada mereka berubah lagi" ujar Syifa.
__ADS_1
"Iyalah.. emangnya, faedahnya gue gombalin lo apa? orang lo adek gue" balas Surya tertawa cengegesan.
"Aduh, bangsur tamvan kek V mah kalo gombal terus buat hati adek berbunga-bunga" kata Sonya senyum.