Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Pasutri Baru


__ADS_3

"Bener tuh,, sekalian lo PDKT gitu sama Kevin" jawab Sonya menyiku pinggang Sarah.


Sarah seperti berpikir keras.


"Iya udah deh, oke,, daripada, gue harus tinggal disini ntar,, jadi nyamuknya mereka" balas Sarah, menunjuk kearah Sonya san Surya.


"Yeeh.. enak aja, siapa juga yang mau bawa lo" sahut Sonya tidak terima menatap Sarah dalam-dalam.


"Oke ayo kita pulang" kata Kevin menarik pergi Sarah menuju keluar rumah Sonya disusul lainnya ikutan ke luar.


"Bye, abang Syifa sayang" ucap Syifa bergegas pergi keluar bersama lainnya.


Sanjaya dan Sinta tersenyum


"Surya,, kalo bisa segerakan papi mami cucu segera, oke?" ujar Sanjaya menatap kearah Surya Sonya.

__ADS_1


"Siap pi,, itu pasti" jawab Surya tersenyum, memeluk Sonya sang istri.


"Ingat,, kamu besok,, pulang bareng Sonya, awas aja kalo menantuku lecet" tutur Sinta berlalu, sedangkan Surya membalasnya dengan anggukan.


"Oh ya sayang,, bawalah suamimu pergi ke kamarmu untuk beristirahat segera,, karena pasti,, kalian sudah sangat lelah" tutur Clara menatap Surya Sonya.


"Bener tuh tapi kalo bisa sekalian buat cucu dulu yah buat papa, juga mama" goda Brayen, mengelus bahu menantunya Surya.


"Oke pa,, siap" balas Surya Sonya barengan.


******


"Sayang,, apa kamu bahagia menikah dengan di usia yang terbilang sangat mudamu" tutur Surya menatap kearah Syifa dalam pelukannya.


Syifa mengangguk, "Iya kakak. Aku bahagia kok,, aku malahan sangat bahagia, menjadi pasangan halalmu walau awalnya kita melakukannya telalu cepat waktu itu tapi mungkin itulah rencana tuhan agar kita dapat di satukan secepatnya" jelas Sonya tersenyum, Surya mendengarnya itu langsung menindih tubuh Sonya.

__ADS_1


"Sonya" ucap Surya menatap kearah istrinya.


"I-iya kak..?" tanya Sonya gugup menatap Surya yang telah membuka seluruh bajunya entah kenapa Sonya melihat itu merasa malu, padahal ia jelas sudah lihat keseluruhan tubuh milik Surya, suaminya.


"Gue,, boleh minta hak aku,?? seutuhnya nggak? bisik Surya tepat di kuping kanan Sonya, membuatnya geli sekaligus paham akan maksud suaminya. Sonya pun tak ingin mengecewakan suaminya, lalu, seketika dia mengagguk memberi tanda mengiyakan.


Surya langsung mencium bibir Sonya gadis itu hanya menikmati, semua sentuhan dari suaminya karena ia sudah tahu dan merasakan sebelumnya walau Sonya sedikit terkejut diawal karena Surya bermain proaktif tidak seperti diawal yang mainnya kucing-kucingan.


Surya terus memperminkan aksinya hingga sekarang turun ke leher Sonya menikmati setiap cumbuan dari Surya, hingga sesekali ia mendesah nikmat yang kini membuat Surya lebih agresif setelah mendengarnya.


Setelah Surya memberi banyak tanda kepemilikan di leher Sonya Surya lalu membuka kancing baju Sonya satu persatu hingga seluruh tubuh Sonya semua bisa terlihat begitu jelas Surya segera merem*s gunduk*n kembar milik Sonya, yang terbilang cukup, membuat pra lelaki bernafsu hingga membuat Sonya bernapas tidak stabil karena perlakuan suaminya tersebut.


Kecupan dan setuhan lembut penuh nafsu dari Surya pun membuat Sonya, benar-benar tak bisa tahan lagi ingin lebih dari itu seperti dihari itu. Ia, kemarin Surya emang melakukannya tapi itu tdak seutuhnya karena ia menggunakan pengaman lain halnya di hari ini tak memperdulikan itu lagi karena ia sudah halal gaes.


"Abang,, abang,, udah mau sekarang Nya" bisik Surya lembut, namun kali ini di kuping kiri Sonya, membuat Sonya yang menikmati mengangguk karena ia sudah tak tahan lagi nafsunya pun ikutan naik karena Surya.

__ADS_1


Di malam itu juga, mereka berdua mendapatkan hak masing-masing sebagai pasangan suami istri dalam hubungan yang sah di mata agama maupun negara.


Mereka, melakukan hubungan intim tersebut, selama kurang lebih duajam untuk memuaskan kedua hasrat pasutri baru itu hingga keduanya tertidur pulas karna kelelahan mungkin, hahha Bangsur :V


__ADS_2