
Setelah memilih gaun yang akan esok dikenakannya, semua pun segera pulang, ke rumah masing-masing. Syifa Surya pulang bersama sedangkan Sinta pulang ke rumah menaiki mobil bersama supir pribadinya.
Sarah ikut pulang, bersama Sonya dan Clara katanya, dia ingin menemani Sonya di detik-detik untuk besok sebelum Sonya menjadi istri abang Surya.
Dan, ketiga gadis itu juga, sudah meminta izin sehari untuk pernikahan Sonya Surya pas di sekolah tadi. Ia jadi mereka leluasa deh untuk besok bersantai riah.
"Lo kenapa Nya? kok salting gitu?" tanya Sarah panik melihat tingkah Sonya terlihat begitu gugup.
"Biasa Sayang,, Sonya pasti lagi nervous karena esok sudah beralih status jadi seorang istri" kata Clara ikut mengejek Sonya.
"Yehh.. kalian tahu aja" clutus Sonya blushing.
Sarah melihat ekspresi Sonya, yang terlihat beda hari ini berusaha menahan tawanya karena Sonya emang tidak cocok bertingkah kalem seperti ini walau Sarah kadang telmi tapi dia pengertian gaes :V
******
__ADS_1
Setiba di rumah, Syifa juga Surya langsung masuk ke dalam rumah setelah mendapat mobil Sinta terparkir dalam garasi. Syifa masuk, menggandeng Surya, lalu langsung masuk menuju ruang keluarga.
"Papi.. mami.. anak cantik.. dan tampan datang," ujar mereka bersamaan sembari tersenyum.
"Anaknya papi, terlihat beda ya ini hari?" kata Sanjaya menatap kedua anaknya, iya,, tentu saja ada berbeda karena Syifa, Surya biasanya bertengkar, sekarang ini sedang akur membuat kedua orang tuanya tertawa.
"Yeh ayah mah gitu giliran kita bertengkar di marahin eh.. setelah baikan dicurigai emang dunia kejam deh sama kita ya bang?" tutur Syifa menatap mata Surya.
"Bener tuh.. adek bener buanget malah,," sahut Surya, mengacak-acak rambut Syifa biar tambah di percaya sama Sinta dan Sanjaya.
"Ehhem" Deheman Sinta membuat keduanya terkejut karena sedari tadi, Sinta emang nggak ada, baru abis dari kamarnya ganti baju.
"Iya nih mami kalo Surya tadi jantungan terus kenapa kenapa, besok acara pernikahan Surya gimana dasar mami ya jahad" ucap Surya sewot.
"Aduh.. kacian,, anak mami keknya udah nggak tahan ya untuk besoknya?" tanya Sinta dianggukan Surya.
__ADS_1
"Jelaslah mi,, orang anak kita sudah cinta mati sama Sonya yang cantiknya.. udah membuat anak kita jadi, seperti ini" tutur Sanjaya mencolek pinggang Surya.
Surya mendengus kasarnya.
"Auu aah pi, papi,, mami,, kalo diladenin enggak akan ada abisnya, kalo gitu, Surya pamit mau istrihat dulu" balas Surya menyalami tangan Sanjaya Sinta setelah itu berlalu naik menuju kamarnya.
Syifa tersenyum, "Kalo gitu, Syifa juga naik keatas ya pi.. mi.. biasa mau bocan juga" ujar Syifa, seketika ke hadapan Sanjaya Sinta mengalaminya lalu pergi juga menuju kamarnya.
"Iya sayang,, kamu istirahat yang banyak soalnya kita besok bakal ngejamu para tamu" teriak Sinta melihat Syifa sudah ada ditangga sambil mengacungkan jari jempolnya kearah Sinta.
Sanjaya Syifa, menggeleng kepalanya, menatap para anaknya yang kembali bertingkah seperti anak kecil.
"Ckck.. anak papi tuh" tutur Sinta mematap ke kamar Syifa.
"Iya, emang mereka anak papi emang mami bukan?" tanya Sanjaya, yang berhasil membuat Sinta terkejut, sembari menutup mulutnya. "Uppstt, salah ngomong deh mami barusan" ucap Sinta menatap Sanjaya.
__ADS_1
Setelah Sanjaya merasa puas, akan kemenangannya, mereka berdua, pergi kamar saling berpelukan antarr satu sama lainnya karena sejatinya keluarga Sanjaya emang sedari dulu terus harmonis, apalagi ketika dia telah berada di rumahnya.
Tanpa membuang banyak waktu, semua pun tertidur di kamarnya masing-masing, hingga malam berubah menjadi pagi, membuat semua orang bangun segera bersiap-siap, akan pernikahan Surya yang ditetapkan di hari ini yang bentar lagi bakalan jadi suami Sonya.