
Syifa telah di bawa pulang oleh keluarganya, sampai di rumah, ia langsung diberi hidangan makanan yang disukai oleh Syifa yakni nasi uduk dan rendang.
"Sayang.. kamu pasti laper kan? ini.. makanlah" ucap Sinta menyajikan lauk ke piring Syifa.
""Iya mi.. nggak usah terlalu banyak lagian Syifa tadi dah makan kok pas di UKS tadi" jawab Syifa.
"Awas lo ya.. kalo besok-besok, pingsan kek gini lagi, gue pijet-pijet lo terus gue jadiin lo sate" sindir Surya.
"Idih.. emang kakak berani?" balas Syifa.
"Ekhm" Sinta berdehem pertanda kode untuk Surya.
Surya peka akan kodean tersebut lalu tertuntuk.
"Iya mi iya, ini becanda kok" ucap Surya tersenyum.
Sinta dan Sanjaya hanya menggelengkan kepalanya.
"Makan yang banyak ya sayang biar tubuh kamu feat kembali" tambah Sanjaya ikut senyum di balas Syifa dengan senyuman manisnya.
"Siap pi, itu pasti" sahut Syifa.
*****
Seluruh badan Syifa terasa pegal hingga langsung ke kamar, seketika merebahkan tubuh mungil miliknya.
Wanita cantik itu lalu mengambil boneka doraemon kesayangan miliknya kemudian memeluknya begitu erat sembari menutup matanya. Tetapi ia terbangun setelah mendengar notifikasi pesan chat ponselnya.
Seketika raut wajah Syifa berubah kesal.
Pesan chat dari Dias Pratama, pukul 19:43.
Dias Pratama : "Woy.. keadaan lo gimana?"
Dias Pratama : "Udah baikan kan?"
Syifa hanya menggeleng kepalanya tak percaya bisa diganggu lagi sama si makhluk astrat, "Apa-apaan ini kok dia bisa chat gue lagi?" kata Syifa penasaran.
__ADS_1
Dias Pratama : "Di read mulu lo"
Dias Pratama : "Awas, jangan di blokir lagi"
Dias Pratama : "Pasti lo heran kan? terheran-heran"
Syifa kesal, "Udah tau iya, eh masih nanya" ujarnya.
Dias Pratama : "Iya, blokirnya bisa ke buka sendiri"
Dias Pratama : "Bukan gue ya, tapi tangan lo sendiri"
Syifa hanya membacanya, sesekali, mengerucutkan bibirnya dan kini paham mengapa blokiran si cowok rese ini bisa ke buka, karena emang ponselnya, bisa ke buka pakai sidik jarinya, jadi begitulah, ponselnya pasti telah di buka paksa sama si makhluk astral itu.
Dias Pratama : "Gimana keadaan lo?"
Dias Pratama : "BALAS WOY"
Syifa mulai tidak tahan.
Aqila Assyifa : "Iya bawel, gue dah baikan"
Dias Pratama : "Dari tadi kek balesnya"
Aqila Assyifa : "Udah? itu aja kan?"
Dias Pratama : "BELLOM"
Aqila Assyifa : "CEPPET"
Dias Pratama : "Lo udah makan?"
Syifa hanya tertawa, "Perhatian juga nih monyet".
Aqila Assyifa : "Iya"
Dias Pratama : "Udah minum obat?"
Aqila Assyifa : "Iya"
__ADS_1
Dias Pratama : "Udah istirahat?"
Aqila Assyifa : "Iya"
Dias Pratama : "Keybor lo nggak bisa ngetik lain ya?"
Dias Pratama : "Dari tadi cuma bilang itu doang-__"
Aqila Assyifa : "Iya"
Dias Pratama : "Wah, lagi ngajak war lo ye?"
Aqila Assyifa : "Iya"
Dias Pratama : "Beneran?"
Aqila Assyifa : "Iya"
Dias Pratama : "Mau jadi pacar gue?"
Seketika Syifa ingin muntah setelah membacanya.
Aqila Assyifa : "TIDAK"
Dias Pratama : "Kirain gue, lo mau bilang iya lagi"
Aqila Assyifa : "GUE MAU ISTIRAHAT MONYET"
Dias Pratama : "Gue bukan monyet, gue Kang Daniel"
Aqila Assyifa : "SERAH LO, BYE"
Dias Pratama : "Jahat lo, kita kan temen"
Dias Pratama : "Gue nggak ada temen disini"
Dias Pratama : "Temen gue dah mati semua"
Syifa tertawa, "Wah, kalo gue temen lo itu berarti gue bentar lagi mati dong" gumamnya.
__ADS_1
Dias Pratama : "Gue tahu gue orang rese, nyebelin"
Dias Pratama : "Tapi jujur gue kesepian"