
"Lo lagi.. perasaan bumi ini luas deh? jelangkungnya kok bisa ada disini?" cetus Dias kesal.
"Apa? lo bilang apa? gue jelangkung?" tegas Dimas.
"Iya.. lo emang jelangkung, karena cuma jelangkung yang dateng tak di undang dan pulang tidak di antar" jelas Dias.
"Sudahlah, gue bosen urusin lo mulu" balas Dimas.
"Lo pikir gue juga nggak bosen apa?" ujar Dias.
"Aduh.. ini kok malah jadi kalian yang ribut sih? ucap Sonya memegang kepalanya.
"Bukan gue, tapi dia" elak Dias menunjuk Dimas.
"Salahmu" tegas Dias.
"Enak aja, salahmu" balas Dimas.
"Enak aja, salahmu" balik Dias lagi.
"Lo kalo mencak-mencak kayak kocak" kata Kevin.
"Lo kalo mencak-mencak kayak cicak" balas David.
"Maca gitu aja kamu kok bolo kokok" ucap Kevin.
"Kamu yang gitu aku jadi bolo kokok" balik David.
Seketika, semua tertawa karena Kevin dan David lagi menyambung omongan Dimas dan Dias serasa main tiktok bertema Maramaramara.
__ADS_1
"Ini juga bukannya ngebantu belain. Eh.. ini sambung main tiktok" bentak Sonya.
"Maramaramaramara itu nggak perlu udahan marah nya itu nggak perlu" sorak Kevin, David bersamaan.
Sonya medengus kesal.
"Cabut yuk, ntar tinggal disini jadi gila" ucap Sonya.
"Kuyylah" balas Syifa dan Sarah bersamaan.
Syifa, Sonya dan Sarah pergi meninggalkan mereka semua di kelas menuju kantin. Hingga mereka saat ini tiba dalam kantin dan duduk menunggu pesanan.
Seperti biasa mereka memesan 3 porsi bakso juga 3 gelas es teh, sembari menunggu tib-tiba cowok yang tadi menghampiri Syifa bersama Dimas dan lainnya.
"Ifa" panggil Dias tiba-tiba duduk disebelah Syifa.
"Lo manggil gue?" tanya Syifa bingung.
"Nama gue, SYIFA bukan ILA" eja Syifa.
"Nama lo kepanjangan" jawab Dias.
"Au ah, cepetan lo mau ngomong apa?" desak Syifa.
"Buka blokiran ya?" balas Dias.
"Oh masih itu, gue nggak mau" ujar Syifa.
Dias mendengus kesal.
__ADS_1
"Kalo lo nggak mau? maka gue bakal gangguin terus idup lo, mau?" jawab Dias.
"Terserah lo" teriak Syifa.
"Lo nggak boleh maksa cewe gitu dong" bela Dimas.
"Terserah gue dong, mau gue usilin siapa pun itu hak gue dan nggak ada urusannya sama lo" balas Dias.
"Iya.. gue tahu, tapi gue ketua Osis di sekolah ini jadi semua urusan yang menyangkut dengan sekolah itu, jelas urusan gue" tegas Dimas memberitahu.
Dalam hitungan detik, tiba-tiba Syifa pingsan, semua yang ada di sana terkejut. Dengan sigap, Dias segera menggendongnya hingga membawa Syifa ke UKS.
"Gimana bu?" ucap Dimas khawatir.
"Anak ini pingsan karena asam lambungnya kumat" kata ibu Susi.
"Tapi, dia bakalan cepet sadar kan bu?" balas Sonya.
"Iya tentu saja dia akan sadar secepatnya, tapi kalian sebaiknya masuk kelas sekarang" jawab ibu Susi.
"Tapi bu, kasihan teman saya kalo disini sendiri" ujar Sarah.
"Biar, saya yang tinggal disini jagain Ifa kalian pulang saja" jawab Dias.
"Iya, biar Dias saja. Ada baiknya kalo cuma satu yang bermasalah juga Dias, sudah bermasalah sejak dulu" kata ibu Susi.
"Baiklah" sahut mereka bersamaan kecuali Dias.
Dimas, Sonya, Sarah, Kevin dan David meninggalkan UKS. Tinggal Dias dan ibu Susi nemanin Syifa disini.
__ADS_1
"Dias, ibu tinggal dulu ya? nanti kalo dia sudah sadar kamu berikan dia, nasi bungkus ini, dan juga ini obat harus dia minum sekaligus ini airnya" jelas ibu Susi.
"Siap bu" balas Dias mengangguk.