Sang Ketua Osis

Sang Ketua Osis
Kumpul Dua Keluarga


__ADS_3

"Iya mami kecewa sama abang, bisa-bisa berbuat itu di hadapan adiknya. Bukannya memberi contoh yang baik ini malah brutal" ucap Sinta masih tak percaya.


Surya menunduk, "Papi.. mami.. maafin Surya, Surya, benar-benar khilaf,, karena sudah ngelakuin itu maaf" lirih Surya dengan rasa bersalahnya.


Sanjaya mendengus dengar kasarnya.


"Sudahlah mi,, lagian ini juga sudah terjadi kita harus segera menikahkan Surya dengan Sonya lagian pasti Surya sudah nggak bisa nahan nafsunya wajar lelaki" kata Sanjaya mulai meredahkan kemarahannya.


Sinta hanya mengangguk ikut pintah Sanjaya.


"Iya pi, papi bener secepatnya kita harus menikahkan mereka sebelum semua menjadi buyar" balas Sinta.


Syifa ikut mendengus kasar.


"Maafin Syifa juga mi harusnya Syifa bilang ke mami tapi Syifa juga kasihan sama abang,, jadi Syifa diam" sahut Syifa dengan nada bersalahnya.


Sanjaya dan Sinta hanya menggangguk tersenyum.


"Sudah sayang,, nggak pa-apa kok,, ini juga keteloran kami sebagai orang tua, harusnya lebih memprihatiin anaknya agar tidak salah bergaul" balas Sanjaya.


"Iya pi,, tapi mami bersyukur kok, untung bakalan jadi menantu kita Sonya yang sudah jelas keluarganya itu jadi hati mami bisa tenang" tutur Sinta tersenyum.


Surya menghelah napas kasarnya.

__ADS_1


"Maafin Surya sekali lagi mi,, Surya janji,, nggak akan mengecewakan mami sama papi lagi" ujar Surya.


"Nggak pa-apa sayang,, sudahlah,, sekarang juga kita bakal ngadain pertemuan dengan keluarga Sonya,, di hari ini juga biar pernikahanmu bisa dipercepat" kata Sanjaya mengelus bahu Surya.


"Makasih mimi.. papi.. " balas Surya berdiri memeluk kedua orang tuanya.


"Yee.. jadi Syifa kagak nih?" kata Syifa nunjuk dirinya.


"Ulukulukuluk, adek abang yang cantik ini sini jangan di manyungin terus dong bibirnya,, ntaran Dias nggak suka lagi" ledek Surya seketika Syifa mencubit perutt Surya.


"Aww, sakit tau dek" ucap Surya menjerit, memegang perutnya.


Seketika semua tertawa dan saling berpelukan.


******


Dan penetapan pernikahan Surya dan Sonya, bakalan dilakasnakan besok lusa, yang tentunya, cuman akan dilakukan sederhana, yang hanya diundang tetangga, keluarga dan rekan-rekan partner kerja Sanjaya.


"Ciyyeh.. yang bentar lagi jadi pasutri" ledek Syifa.


"Iya dong Syif, makanya cepetan dihalalin juga sama babang Dias" sahut Sonya ikut meledek.


"Ye.. enak aja lo,, orang kita masih,, mau fokus sama, sekolah dulu" jawab Syifa tertawa.

__ADS_1


"Iya bisakan,, sekolah sudah nikah" ledek Surya juga.


Semua yang mendengar ocehan mereka, tersenyum begitu bahagia melihat Syifa, Surya juga Sonya.


"Calon menantu mami ini,, kamu bakal tetap sekolah ya sayang karena semua sudah kami urus" ujar Sinta membuat semuanya menatap kebingungan.


"Kok gitu mi,, harusnya Sonya tinggal di rumah saja,, urus suami bukannya sekolah" tutur Surya cemberut.


"Idih.. kamu ini gimana sih.. tadi katanya sekolah dan nikah bisa kok ini tak terima" balas Sanjaya bingung.


"Yee.. abang cuma nggak mau.. kalo di sekolah nanti ada yang berani deketian istri aku pi" tutur Surya.


Semua menggelengkan kepala, melihat Surya begitu posesif akan Sonya, yang besok lusa, bakal jadi milik Surya seutuhnya.


"Abang,, abang tenang aja ya, kan ada Syifa kok yang bakal jagain Sonya, kalo ada yang berani mendekat.." kata Syifa songong.


"Yee.. paling juga lo yang bakal gue jagain Syif" ucap Sonya menyiku pinggang Syifa.


"Hehhe.. iya juga sih Nya" balas Syifa cengegesan.


"Dasar lo ye.. jangan ribetin istri gue" clutuk Surya.


"Jangan gituin Syifa dong sayang.. kan Syifa bakalan jadi ipar kamu" balas mama Clara, mama Sonya.

__ADS_1


"Uppst.. iya ma maaf" ujar Sonya menutup mulutnya.


Semua pun tertawa, melihat tingkah mereka bertiga dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2