
Sedangkan Rosie sama Sanjaya, sedang bermesraan saling berpelukan di ruang tamu, emang keluarganya Dias sangat harmonis namun karena ada kejadian itu membuat keluarganya menjadi pecah.
Pratama semakin mengeratkan pelukannya, sembari menunggu kedatangan kedua puteranya.
"Sayang, adikmu dimana?" sahut Sanjaya lihat Dimas datang sendiri sedang Dimas menggeleng kepala.
"Ayah bunda, katanya Dias, ia masih mau belajar dulu jadi gitu deh" imbuh Dimas.
"Oh gitu, bunda juga perhatiin, entah kenapa hari-hari terakhir ini adikmu terus-terusan belajar" ujar Rosie.
"Iya bagus dong bund itu berarti dia sudah mau buka lembaran buramnya, bunda tahu sendiri kan Dias kek gimana. Dia itu sangat keras kepala" balas Sanjaya.
"Iya,, persis kek ayahnya" ledek Rosie tertawa.
******
Dikediaman Sanjaya mereka sudah berkumpul untuk makan malam bersama, terlihat Sonya duduk berada ditengah-tengah Surya dan Syifa.
Sonya mengambilkan makanan untuk Surya. Sedang Sinta mengambilkan makanan Sanjaya Syifa terdiam hanya menyimak mereka saja, iya nasib jomblo :V
Mereka menyantap makanannya secara khidmat dan biasa diselipkan canda tawa mereka dengan tertawa kegirangan di meja makan hingga mereka selesai.
Seusai makan malamnya, mereka langsung pergi ke ruang tamu. Mereka duduk berdampingan pasangan mereka masing-masing kecuali Syifa masih sendiri.
"Syifa disini,, kok berasa jadi nyamuknya" sahut Syifa seketika membuat tawa mereka semua pecah.
"Orang dari dulu lo emang jadi nyamuknya kita" balas Surya masih terkekeh oleh tawanya.
"Wahwah berarti Syifa dari dulu belum nyadar-nyadar kalo dia nyamuk" imbuh Sonya membenarkan Surya.
__ADS_1
"Enak aja,, lo bilang gue nyamuk, gue bukan nyamuk" bantah Syifa melototkan matanya ke Sonya.
"Terus,, kalo bukan nyamuk apaan? masa iya macan, harimau, ato.. " tanya Surya menghentikan perkataan yang hampir terucap sembari menutup mulutnya.
Syifa bingung. Menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Ato? ato apaan bang?" balas Syifa penasaran.
"Ato,, iya setanlah hahhaha kan orang ketiga diantara orang pacaran biasanya setan" sambung Surya tanpa merasa bersalah dengan tawa girangnya.
Pletak
Seketika sentilan kasar mendarat di kening Surya.
"Aww,, sakit dek" ujar Surya memegang keningnya.
Syifa tersenyum bahagia, "Siapa suruh sih katain gue setan" jawab Syifa penuh penekanan.
Syifa melototkan matanya ke Surya, "Enak saja, Syifa cantik gini di katain setan" ukar Syifa tidak terima.
"Terus kalo bukan setan apaan lagi?" tanya Surya.
"Aduh abang mah gitu mentang-mentang udah nikah seenak jidatnya terus ngehina Syifa" kesal Syifa.
Sonya, Sinta juga Sanjaya hanya menggeleng kapala melihat suami dan anaknya lagi-lagi berulah.
"Sudah sudah, Surya kamu nggak boleh begitu sama adikmu" imbuh Sinta melototkan matanya ke Surya.
"Wlekwlek,, dengerin tuh bang," ledek Syifa mengulur lidahnya kearah Surya dengan tawa bahagia.
"Wahwah,, dasar lo yah" balas Surya masih kesal.
__ADS_1
"Udahlah sayang, nggak boleh gitu" tutur Sonya tidak ingin suaminya berdebat sama Syifa lagi.
"Yuhuuu,, Syifa dibela sama Sonya" sahut Syifa lagi.
"Adek,, udahlah,, nggak usah gituin bang Surya" sahut Sinta meredahkan kedua anaknya.
"Bukan Syifa yang mulai mami,, tapi,, abang tuh" elak Syifa masih belum terima.
"Kok jadi gue? lo kali" imbuh Surya juga tak terima.
"Itukan mi,, abang masih gitu" tambah Syifa lagi.
Sinta dan Sanjaya berdiri meninggalkan lainnya yang masih duduk disana sedang Sonya ikutan pergi juga.
"Gara-gara lo" sambung Surya.
"Enak aja lo" balas Syifa berdecak kesal.
Syifa dan Surya saling membelakangi tidak melihat satu sama lainnya sembari mengangkat tangannya.
Setelah beberapa menit berlalu mereka berbalik dan saling menatap dengan wajah senduhnya.
"Bang gue minta maap" ujar Syifa mulai duluan.
"Gue juga dek" ucap Surya menyesali perbuatannya.
Akhirnya mereka berdua saling memaafkan, sembari saling berpelukan layaknya persis anak kecil, sedang
mereka berdua memang persis layaknya persis anak kecil namun setelah ia bertengkar besar, mereka pun seperti ini, saling memaafkan dan Sanjaya juga Sinta tahu akan hal ini, sehingga sering kali, meninggalkan kedua anaknya jika terjadi hal serupa.
__ADS_1