
"Ekm.. belum tahu juga sih Syif tapi, kalo di pikir-pikir bisa jadi iya" sahut Sarah membenarkan.
"Ta-tapi Syifa ben ..." sambung Dino yang terpotong.
"Udahlah.. nggak usah dipikirkan lagi yang terpenting kan gue baik-baik aja sekarang" ucap Syifa membuat semua teman-temannya menatapnya.
Dimas dan Dias tersenyum, "Lo.. emang wanita yang baik Syifa" balas mereka barengan membuat semua orang beralih fokus menatap kembaran tersebut.
Dias menatap tajam Dimas, "Emang gue salah ucap? emang bener kan Syifa orangnya humble" ujar Dimas seakan tanpa dosa.
"Iyain ajalah.. daripada entar lo berantem lagi" imbuh Sonya merangkul kedua sepupunya itu.
"Jaga jarak, inget dia udah punya suami" sahut Surya tiba-tiba muncul.
"Eh bang Surya udah dateng" ujar Sonya melepaskan pelukannya beranjak pergi memeluk suaminya.
"Dek.. siapa, yang berani buat lo kek gini entar abang yang beri mereka pelajaran" ujar Surya mengepelkan kedua tangannya.
Syifa melihat itu berpura-pura baik-baik saja, "Kakak.. itu nggak perlu kak biarin aja, Syifa baik kok" tambah Syifa mencoba menenangkan kakaknya, Surya.
"Nggak pa-apa kata lo.. orang mereka sudah berbuat kelewatan gini juga" sambung Surya masih marah.
"Ekm.. maaf kak" lirih Syifa menunduk. Dias dkk yang melihat itu hanya ikut terdiam tak berani melawan.
"Udahlah dek lagian papi sama mami juga udah tahu akan hal ini mereka sudah tahu segalanya jadi besok pagi mereka akan kesini" bentak Surya menjelaskan.
Syifa dan teman-temannya, ikut membulatkan mata setelah mendengar penuturan Surya yang barusan.
__ADS_1
"Apa kak? papi.. mami, sudah tahu semuanya?" tanya Syifa, ingin memastikan kembali bahwa apa barusan adalah salah. Surya mengangguk tanda mengiyakan.
"Benar.. sekarang juga ayo kita pulang kata mami.. lo harus pulang sekarang" turut Surya dengan cetusnya.
"Ekm.. baik kak" balas Syifa, dia menurunkan kakinya ke bawah dan melangkah namun karena masi belum terlalu feat, Syifa pun hampir terjatuh untungnya Dias ada menolongnya.
"Sini.. biar kau gendong saja" perintah Dias bergegas menggendong Syifa hingga gadis cantik itu terkejut.
Mereka pun bergegas menuju parkiran Dimas segera membuka pintu mobil Surya, dan Dias mendudukkan Syifa di belakang, Sonya juga Surya pun masuk.
"Istrihat yang benar" ujar Dias yang diangguki Syifa.
"Pokoknya, lo harus langsung istirahat aja biar besok badan lo lebih segeran" sahut Sarah tersenyum.
"Jaga kesehatan" ucap Dimas ikut tersenyum.
"Syif.. maaf, ini semua salah gue, gue.. sangat bodoh karena tidak bisa jagain lo.. maaf" bantin Dias segera menutup pintu mobil Surya dan tiak lama setelahnya mobil Surya pun melaju meninggalkan sekolah.
******
"Sayang.. kamu gimana?" tanya Sinta khawatir.
Syifa tersenyum, "Syifa.. udah baikan kok mi" imbuh Syifa menatap Sinta yang terlihat begitu khawatir.
"Mami.. sebaiknya.. kita biarkan Syifa untuk istirahat dulu karena kondisinya masih lemah" balas Sonya.
"Ekm.. baiklah kalo gitu istirahat yang banyak sayang love you" ucap Sinta mencium kening puterinya itu di susul Sanjaya mengikuti perlakuan istrinya.
__ADS_1
"Cepat sembuh sayang" ujar Sanjaya tersenyum.
Mereka pun segera pergin, meninggalkan Syifa untuk beristirahat dan tak membutuhkan waktu yang cukup lama gadis cantik itu pun tertidur.
******
Semua tampak begitu khawatir, memikirkan anaknya yakni Sinta dan Sanjaya yang sedari tadi begitu kesal menunggu informasi dari seseorang. Tidak lama ada telpon masuk dan Sanjaya segera mengangkatnya.
Panggilan terhubung.
Sanjaya Aditya : "Gimana hasilnya?"
Orang Suruhan : "Sudah ditemukan pak, orangnya tak lain adalah anak rekan bisnis bapak"
Sanjaya pun mendengar itu, dibuat terkejut oleh info dari orang-orang suruhannya. "Ini sudah kelewatan.. siapa pun dia, dia harus menyesal akan perilakunya" batin Sanjaya begitu marah.
Sanjaya Anditya : "Siapa dia?"
Orang Suruhan : "Mereka seniornya nona Syifa, anak dari pak Bambang, pak Gading, pak Haruna dan pak Wira pak"
Sanjaya Aditya : "Baiklah, saya perintahkan kau untuk mengurus sisanya biarkan mereka menyesalinya"
Orang Suruhan : "Baik pak" Sanjaya menutup telpon.
Sanjaya mengepal tangannya, "Sialan mereka" ucap Sanjaya. Sinta melihat itu segera menghampirinya.
"Ada apa pi?" tanya Sinta penasaran.
__ADS_1
"Mereka sudah diketahui mi besok pagi kita harus ke sekolah Syifa" tutur Sanjaya. Sinta pun mengerti.
"Kalo gitu, kita istrihat sekarang ya pi biar besok bisa fresh kesana" balas Sinta, menyuruh suaminya untuk segera tidur dan mereka pun beranjak pergi dikamar.