
Dias masih fokus menyetir mobil sedangkan Syifa, ia hanya terdiam, memandangi seluruh perjalan di kaca mobil diseblahnya karena ia lupa membawa cemilan banyak jadinya stock cemilannya sudah habis.
"Dias" panggil Syifa menatap lelaki diseblahnya.
"Ekm" jawab Dias singkat, fokus menyetir.
"Gue, butuh penjelasan" seru Syifa lagi namun kali ini ia menatap serius kehadapan Dias, lelaki itu bingung akan maksud gadis yang ada disampingnya.
"Penjelasan apa?" tanya Dias sesekali melirik Syifa.
"Semua" balas Syifa masih posisi yang sama.
"Semua? maksud kamu?" tanya Dias lagi.
"Iya gue mau tahu semua tentang lo tanpa terkecuali pokoknya semuanya deh" ucap Syifa nada manisnya.
Dias menggeleng kepala, "Nggak mau" balasnya.
"Ihh pokoknya harus, kalo nggak ..." kata Syifa segera memotong pembicaraannya juga meletakkan tangan diatas perutnya.
"Kalo nggak kenapa emang?" tanya Dias serius.
"Beneran nggak mau?" tanya Syifa memastikan lagi.
Dias mengangguk, "Oke,, turunin gue sekarang disini" ucap Syifa serius namun kali ini ia membuang wajah nya tak ingin melihat wajah Dias lagi.
__ADS_1
"Beneran disini,,?" imbuh Dias ikut memastikan, Syifa mengagguk, tanda mengiyakan. Dias segera minggir, dan memberhentikan mobilnya.
Syifa segera keluar dari mobil Dias dengan wajahnya yang terlihat begitu kesal, hingga membanting mobil Dias, dengan begitu kasarnya. Syifa melangkah pergi menjauhi keberadaan lelaki itu tanpa berpamitan.
"Ihh,, nyebelin, kalo tahu gini gue pastinya membawa mobil sendiri deh,, daripada harus jalan kaki kek gini" kata Syifa kesal, berjalan menghetakkan langkahnya.
Dias melajukan mobilnya dengan tawa kecilnya, Dias bergegas mencari parkiran untuk mobil mewahnya.
"Anak itu,, ternyata keras kepala juga" ujar Dias keluar dari mobil setelah memarkirkan mobilnya. "Tapi lucu sih, untung baru ngambek setelah berada disini" kata Dias lagi setelah melihat pemandangan indah depan matanya.
Sekarang mereka berdua berada dipantai, awalnya ia memang ingin mengajak Syifa singgah kesini namun karena gadis tersebut keburu ngambek jadinya gagal malah seperti ini.
Dias berjalan mencari dimana Syifa berada, sebelum itu lelaki tersebut mendekati penjual bunga yang ada di jalan menuju masuk pantai.
Ibu tersebut tersenyum, "Untuk pacarnya nak,?" tanya ibu itu menatap kehadiran Dias. Lelaki itu pun tersipu malu sembari mengagguk.
"Doain aja bu ini baru usaha" jawab Dias santai.
"Ohgitu, biasanya para cewek suka sama bunga yang ini nak" kata ibu itu, sembari menunjuk bunga mawar merah yang sudah tertata rapi begitu indahnya.
"Ekm,, saya ambil satu ya bu" balas Dias tersenyum.
"Iya nak" turur ibu tersebut memberikan bunganya itu kepada Dias. Dias pun langsung memegangnya.
"Harganya berapa bu?" tanya Dias, setelah menerima bunga mawah merah yang diberikan ibu tersebut.
__ADS_1
"Cuma, 80 ribu nak" imbuh ibu itu dengan tersenyum, Dias mendengarnya, segera mengambil dompet, dan memberikan uang 100 ribu untuk membayar bunga.
"Makasih bu kembaliannya untuk ibu saja" sahut Dias sembari melangkah mencari keberadaan Syifa lagi.
"Iya nak semoga lancar" teriak ibu tersebut saat Dias mulai beranjak pergi. Dias pun hanya mengangguk.
Dias berjalan dan terus berjalan hngga melihat gadis cantik yang sedang duduk dipasir melihat senja yang sebentar lagi akan terbenam. Gadis cantik itu adalah Syifa dengan santai, Dias mendekati segera duduk di samping Syifa.
"Tunggu siapa?" tanya Dias yang sudah duduk. Gadis itu segera menoleh setelah mendengar ucapan lelaki yang menurutnya sudah tak asing lagi ditelinganya.
"Ello,, bukannya lo sudah balik?" tanya Syifa sembari menatap kearah lelaki yang ada disampingnya.
"Gimana mau balik orang lo nggak mau pulang sama gue" jawab Dias lagi sembari menatap Syifa.
"Ohh" balas Syifa cuek.
"Lo masih ngambek?" tanya Dias lagi.
"Menutur lo,,?" tutur Syifa membuang wajahnya. Dias melihat tingkah Syifa menggelengkan kepalanya.
Dias tersenyum, "Jangan ngambek terus entar cantik lo ilang lagi" balas Dias dengan tatapan serius Syifa.
"Biarin saja,, biar lo,, jauhin gue kalo muka gue sudah jadi jelek" kata Syifa tak menatap Dias.
"Ohgitu" ujar Dias singkat sambil memberikan bunga mawar disamping gadis cantik yang masih ngambek itu dengan tatapan serius namun gadis yang didepan nya tidak mengubris ucapannya lagi.
__ADS_1